• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Thursday, June 30, 2022

Home » Lain , Sains » Apakah Kekristenan dan Sains Bertentangan?

Apakah Kekristenan dan Sains Bertentangan?

  Only Truth     Thursday, June 30, 2022

Sering kali orang beranggapan bahwa agama dan ilmu pengetahuan adalah hal yang bertentangan. Agama dinilai terlalu kuno untuk menghadapi ilmu pengetahuan yang mengikuti modernitas. Namun tidak selamanya anggapan tersebut benar. Hubungan antara Kristen dan Sains justru menunjukkan perkembangan kehidupan spiritualitas manusia. Bahkan, bapa-bapa saintis awal adalah orang Kristen yang taat.


Banyak yang menuduh Kekristenan tidak sesuai dengan sains dengan memberi bukti mengenai Galileo yang dianggap heretik oleh Gereja pada tahun 1633 karena mengatakan bumi mengitari matahari. Kenyataannya Galileo sendiri adalah seorang Kristen yang percaya pada Allah. Dan pada dasarnya, dalam banyak kasus, sains dan para saintis tidak berusaha menentang kepercayaan Kristen.


Sains adalah ilmu displin yang ditujukan untuk mencari fakta dan kebenaran akan keberadaan sesuatu. Sains bersifat netral. Sebaliknya agama berkaitan dengan moralitas, pandangan hidup, Allah, dan juga kehidupan selanjutnya (surga). Kepercayaan mengenai sains bersifat intelektual, sehingga masih bisa diperdebatkan dan terbatas di akal manusia saja. Di lain sisi, Kekristenan tidak hanya persoalan mengenai akal saja, lebih dari itu kepercayaan berdasarkan iman.


Perlu kita ingat jika setiap teori sains yang ada tidaklah sempurna atau mutlak, dan masih terdapat kesalahannya. Hari ini seorang saintis membuat sebuah teori mengenai sesuatu, tahun-tahun berikutnya teorinya tersebut akan dibantah oleh saintis lain. Hal ini terus berlanjut hingga sekarang. Itu artinya sains bukanlah hal yang mutlak. Keterbatasan dasar pengetahuan akan satu hal takkan mampu menjawab segala pertanyaan yang ada.


Rupa-rupa pertanyaan atas dasar keingintahuan manusia pun tidak hanya dapat dijawab melalui sains saja. Ilmu sains masihlah memiliki keterbatasan dan tak dapat mencapai kesempurnaan akan nilai eksistensi sesuatu, sebab sains hanya mampu memahami secara fisik. Contohnya sains tak mampu menjawab, "Apakah Tuhan itu ada?". Beberapa akan menjawab tidak ada karena tak dapat dilihat, sedangkan yang lain percaya bahwa tak dapat dilihat bukan berarti sesuatu tidak ada. Hal inilah yang membedakan antara Kekristenan dan Sains, baik secara fisik atau lahiriah dengan hal spiritual atau rohani.


Alkitab memang tak menjelaskan lebih lanjut mengenai antropologi, biologi, atom, nuklir, dinosaurus, planet-planet, dan lainnya. Tidak adanya hal-hal tersebut bukan berarti Alkitab keliru atau anti terhadap ilmu pengetahuan. Topik-topik tersebut memang sengaja untuk tidak diprioritaskan sebagai kebenaran Kitab Suci. Kembali ke penjelasan di atas, bahwa agama ada sebagai petunjuk moral kehidupan manusia.


Sains tidak mampu menjawab pertanyaan berkaitan hal-hal supernatural. Begitu juga dengan Alkitab mengenai pertanyaan berkaitan penyakit-penyakit. Contoh ini diberikan sebagai dasar bahwa sejatinya keduanya saling melengkapi dan membenarkan. Pengetahuan akan kebenaran yang baik adalah ketika kita mencari tahu menurut pengetahuan dan kebijaksanaan; ketimbang hanya mengandalkan salah satunya.

Sains dapat memurnikan agama dari kesalahan dan takhayul. Agama dapat memurnikan sains dari berhala dan hal-hal mutlak yang salah. Masing-masing dapat menarik yang lain ke dunia yang lebih luas, dunia di mana keduanya bisa berkembang—Paus Yohanes Paulus II

Ketika kita dihadapkan dalam kebingungan membaca sebuah buku, kita membutuhkan buku lain sebagai penunjang untuk pemahaman yang lebih baik. Sains dan Kekristenan dapat berjalan berdampingan untuk saling melengkapi dan memuaskan keingintahuan manusia terhadap hal-hal yang tidak ada dalam pengetahuan masing-masing. Untuk memahami kedua hal yang dianggap bertentangan ini, sejatinya dibutuhkan sikap netral atau tak memihak dan kebijaksanaan akan pengetahuan. Mengenai moral atau intelektual, mengenai jasmani atau rohani, mengenai lahiriah atau batiniah.


Lebih lagi dari penjelasan di atas, Kekristenan tidak pernah takut dengan apa yang disebut kebenaran. Kebenaran adalah hal mutlak yang diyakini dalam iman Kristen. Tidak ada alasan logis bahwa Kekristenan membenci sains atau ilmu pengetahuan yang dianggap bertentangan dengan Alkitab. Sains justru sebenarnya membantu kita untuk memperluas pengetahuan akan kebesaran Allah melalui ciptaan-ciptaan-Nya yang ada di dunia. Sains sejatinya menunjukkan sisi lain bagaimana kuasa Allah dalam penciptaan seluruh semesta bekerja, sekalipun pemahamannya tak sempurna.


Memahami keduanya antara Sains dan Kekristenan membawa kita menemukan kebenaran, bahkan juga semakin membenarkan Alkitab. Alkitab menunjang sains dan begitu juga sebaliknya. Jadi, tidaklah tepat mengatakan bahwa Kekristenan dan Sains bertentangan. Keduanya justru memiliki hubungan harmonis yang saling melengkapi kompleksitas dan ihwal terbatas masing-masing. Namun, jikalau sains berdikari tanpa pemahaman akan Allah dan agama, dan menempatkan pengetahuan manusia yang berdasar logika di atas Allah yang tak terjangkau logika, maka hanya akan menjadikan seseorang percaya pada kebenaran temporer.

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya—Mazmur 19:2

By Only Truth at June 30, 2022
Labels: Lain, Sains

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media