• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Saturday, April 16, 2022

Home » Lain , Sejarah » Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah

Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah

  Only Truth     Saturday, April 16, 2022

Selama 2000 tahun Kekristenan telah hidup menyejarah dalam peradaban manusia. Bermula dari seorang manusia bernama Yesus yang dipercaya sebagai Mesias, kemudian dua belas murid-Nya, lalu pengikut para murid lainnya yang dikenal sebagai jemaat mula-mula. Dalam perkembangan awal Kekristenan harus menghadapi berbagai macam persekusi, penganiayaan, genosida, pembantaian, gerakan-gerakan anti-Kristen, dan hal-hal lainnya yang berusaha menghancurkan iman Kristen. Dan setelah mengalami semuanya itu selama ribuan tahun, justru kini lebih dari 2 miliar manusia di bumi memiliki iman Kristen.


Namun, pernahkah kita bertanya apa arti nama Kristen? Apakah itu sebuah nama yang diciptakan oleh Paulus? Ataukah itu sebuah nama yang diberitahukan oleh malaikat bahwa mereka harus menyebut diri sebagai "Kristen"? Bagaimana sejarah terkait penggunaan nama Kristen?

Perlu kita ketahui terlebih dahulu jika nama Kristen (bahasa Indonesia) merupakan serapan dari bahasa Yunani christianos (Χριστιανός), yang berarti 'pengikut Kristus/dari atau milik Kristus'. Christianos berasal dari kata christos(Χριστός). Kata ini digunakan dalam Septuaginta (terjemahan Alkitab Ibrani ke Yunani Koine) untuk menerjemahkan mashiakh (מָשִׁיחַ) yang berarti 'Yang diurapi' atau 'Yang dipilih'. Dalam bahasa Indonesia kita lebih akrab mengenal kata ini dengan 'Mesias' atau 'Kristus'. Sekilas keduanya tampak berbeda, namun nyatanya memiliki makna yang sama. Jadi ketika kita mengatakan: "saya adalah Kristen!", itu sama saja kita sedang mengatakan: "saya adalah pengikut Mesias/Kristus/Yang diurapi".


Lalu kapan nama itu digunakan oleh para pengikut Yesus Kristus? Apakah nama ini diturunkan dari langit untuk menjadi panggilan kita atau nama ini ciptaan orang lain Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, para pengikut Yesus pertama kali disebut sebagai 'Kristen' yakni di Antiokhia.

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen—Kisah Para Rasul 11:26

Namun, ternyata selain dipanggil dengan sebutan 'Kristen', Perjanjian Baru juga menyebut mereka yang percaya Yesus Kristus dengan sebutan 'pengikut Jalan Tuhan'.

Dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem—Kisah Para Rasul 9:2
Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes—Kisah Para Rasul 18:25
Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara—Kisah Para Rasul 22:4

Bukan hanya 'Kristen' atau 'pengikut Jalan Tuhan' saja yang ditujukan kepada orang-orang percaya saat itu. Ketika ada perseturuan antara Paulus dan orang-orang Yahudi yang tak percaya, Paulus ditangkap dan dibawa ke Kaisarea untuk menghadap wali negeri. Dalam sidang itu, seorang pengacara bernama Tertulus mendakwa Paulus dan menyebut dia sebagai tokoh dari 'Nasrani'.

Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani—Kisah Para Rasul 24:5

Nama 'Nasrani' ini mungkin lebih familiar ketimbang dengan nama Kristen. Nasrani kerap digunakan di kalangan rumpun bahasa Semit untuk menunjuk para pengikut Yesus Kristus. Ada pro dan kontra terkait nama Nasrani ini. Apakah ini merupakan sebuah sekte lain dari Kekristenan atau hanyalah sinonim dari nama Kristen. Untuk pembahasan lebih lanjut tentang Nasrani silakan klik di sini.


Selain itu, ada juga sebutan lain untuk menunjuk murid-murid Yesus, yaitu 'orang-orang Galilea' (Kis 2:7). Begitu juga dengan jemaat mula-mula. Mereka tidaklah disebut sebagai Kristen, melainkan 'orang-orang kudus' (Kis 9:13, 32; Roma 1:7; Filipi 1:1). Para rasul atau jemaat mula-mula tak pernah menyebut diri mereka sendiri sebagai Kristen. Mereka juga tak pernah menciptakan sebuah nama khusus untuk apa yang mereka yakini atau percayai. Justru, nama-nama itu malah diberikan oleh orang-orang non-Kristen dan bersifat mengejek. Mengapa nama-nama itu dianggap sebagai sebuah ejekan?


Jika kita kembali menengok ke atas, para rasul disebut sebagai 'orang-orang Galilea', dan itu bukan sekadar panggilan saja. Panggilan tersebut justru memiliki konotasi buruk.

Kata Natanael kepadanya: Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?—Yohanes 1:46
Jawab mereka: Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea—Yohanes 7:52

Kedua ayat di atas mengindikasikan bahwa para pengucapnya sedang menghina Nazaret atau Galilea. Penghinaan itu tidak hanya kepada sebuah tempat, tapi para penduduknya pun ikut terkena imbas tersebut. Sama halnya dengan sebutan 'orang-orang Galilea', nama Kristen sendiri juga bernada negatif.


Menurut Elias Joseph Bickerman, seorang pakar terkemuka sejarah Yunani-Romawi dan dunia Helenistik, dalam bukunya yang berjudul "Studies in Jewish and Christian History", Bickerman mengatakan bahwa akhiran -anos (-ανός) dalam kata Christianos;setara dengan akhiran kata dalam bahasa Latin -anus. Sebagai contoh, menurut Lewis & Short, kata dalam bahasa Latin "Augustanus" berarti 'dari/milik kaisar'. Sama halnya dengan Christianus yang merupakan padanan kata, yang dapat berarti 'dari/milik Kristus'. Mungkin ini menjadi latar belakang penyebutan Kristen. Mereka (non-Kristen) memberi julukan tersebut sebab orang-orang Kristen adalah hamba-hamba Kristus (seperti tuan dan hamba). Orang-orang Kristen dianggap memiliki 'tuan', sehingga muncul julukan itu untuk tujuan menghina. Karena memiliki 'tuan' sama saja menjadi seorang hamba. Dan menjadi hamba berarti adalah budak. Dan, perbudakan adalah sebuah hal yang tercela serta memalukan.


Kendati demikian, apalah arti sebuah nama? Jika memang awal mulanya nama Kristen adalah sebuah ejekan, apakah kita harus malu dengan nama tersebut? Apakah kita akan malu jika seseorang bertanya: "Kamu Kristen?". Bukankah sebuah kebahagiaan jika 'tuan' kita adalah Yesus Kristus dan kita adalah hamba-hamba-Nya? Masakan kita malu bahwa kita adalah 'milik Kristus'? Dan yang paling terutama, kenapa kita harus malu dengan nama Kristen, jika nama itu sendiri mengandung nama Juruselamat kita?

Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu—1 Petrus 4:16
By Only Truth at April 16, 2022
Labels: Lain, Sejarah

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media