• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Saturday, April 23, 2022

Home » Apologetika » Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

  Only Truth     Saturday, April 23, 2022

Selain Yesus, siapa yang tak kenal dengan tokoh Yudas Iskariot dalam Injil. Nama Yudas Iskariot akan selalu mengingatkan kita pada kisah pengkhianatannya. Ia bekerja sama dengan orang-orang Yahudi untuk menangkap Yesus, Gurunya sendiri demi tiga puluh perak. Namun, bukan kisah pengkhianatannya saja yang terkenal, akan tetapi kematiannya pun menjadi kontroversial dan menimbulkan problematik. Kematiannya yang dicatat dari dua sudut pandang di Alkitab dianggap bertentangan. Injil dikatakan tak sempurna karena ada kontradiksi!


Mereka yang menolak Injil menganggap keterangan kematian Yudas yang dicatat di Injil Matius bertentangan dengan apa yang dicatat Lukas di Kisah Para Rasul. Namun benarkan demikian?


Death of Judas Iscariot, Julius Schnorr von Carolsfeld, 1860

Mari kita baca terlebih dulu kedua ayat yang dianggap bertentangan itu.

Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah. Tetapi jawab mereka: Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri! Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah. Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku—Matius 27:3-10

Dan ....

Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri 'Hakal-Dama', artinya Tanah Darah—Kisah Para Rasul 1:15-19


Yudas mati menggantung diri atau jatuh tertelungkup?

Matius 27:5 menyatakan Yudas menggantung diri, sedangkan Kisah Para Rasul 1:18 menyatakan Yudas jatuh tertelungkup. Jadi mana yang benar? Keduanya benar. Hanya saja kita yang mengartikan sempit ayat tersebut. Jika kita melihat Injil Matius secara keseluruhan konteks, Matius tampaknya berfokus pada bagaimana caranya Yudas mati. Sedangkan Lukas dalam tulisannya di Kisah Para Rasul lebih berfokus pada keadaan akhir mayat Yudas. Yudas memang menggantung dirinya seperti yang dikatakan Matius, dan Lukas menambahkan kesan keadaan jasadnya setelah ia mati. Lukas memang sengaja tak mencatat detail kematian Yudas, karena saat itu semua orang sudah tahu apa yang terjadi pada Yudas (Kis 1:19).


Tradisi meneguhkan jika Yudas menggantung diri di tepi tebing curam, di atas Lembah Hinom. Namun kemudian, tali yang digunakan untuk menggantungnya tersebut putus sehingga membuat tubuh Yudas terjun ke bawah. Seperti yang dicatat Lukas, Yudas jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah hingga membuat semua isi perutnya keluar.


Yudas menggunakan uangnya untuk membeli sebidang tanah atau melemparkannya ke Bait Allah?

Matius mencatat jika Yudas melemparkan uang dari hasil mengkhianati Yesus ke Bait Allah (Mat 27:5), sedangkan Lukas mencatat uang itu digunakannya untuk membeli sebidang tanah (Kis 1:18). Jadi mana yang benar? Keduanya benar, yang keliru adalah karena kita tidak memahami maksud dan tujuan dari penulisnya.


Matius mencatat dengan tujuan menunjukkan bahwa peristiwa Yudas mengkhianati Yesus adalah penggenapan dari apa yang tertulis di kitab nabi-nabi sebelumnya.

Lalu aku berkata kepada mereka: Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah! Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: Serahkanlah itu kepada penuang logam! — nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN—Zakharia 11:12-13

Kitab Zakharia seolah memberi penjelasan dari nubuatan yang dicatat dalam Yeremia 19:1-13 dan juga Yeremia 32:6-9. Matius mencatat peristiwa itu secara detail karena pengkhianatan Yudas sudah dinubuatkan terjadi, sedangkan Lukas lebih memilih menulis garis besarnya saja. Lukas tak mencatat detail karena peristiwa kematian Yudas dan apa yang terjadi pada Yudas sudah diketahui semua penduduk Yerusalem pada zaman itu. Jadi, Lukas tak perlu lagi mencatat panjang lebar tentang fakta kematian Yudas dan lebih memilih untuk meringkasnya sebagai penjelasan dari ucapan Petrus.


Disebut Tanah Darah karena para imam membelinya dengan uang darah atau karena peristiwa berdarah kematian Yudas?

Matius 27:8 jika kita baca sekilas seolah mengatakan alasan tanah itu disebut "Tanah Darah" karena para imam membelinya menggunakan uang darah, sedangkan Kisah Para Rasul 1:19 mengatakan jika darah Yudas yang tertumpah adalah alasan disebut Tanah Darah. Mana yang benar? Keduanya benar, kita saja yang keliru memahami teksnya. Kedua ayat di atas sepakat bahwa tanah itu dibeli dengan uang darah. Matius mencatat peristiwanya dengan detail, sedangkan Lukas meringkas dan memberi kesan pada tulisannya atas apa yang sudah terjadi pada Yudas. Itu dapat kita lihat bagaimana Lukas menggambarkan jika Yudas telah membeli sebidang tanah dari "upah kejahatannya" (Kis 1:18).


Kesimpulan

Kedua ayat yang mencatat kematian Yudas tidaklah bertentangan, justru malah saling melengkapi. Kita bisa tahu bagaimana Yudas mati dan bagaimana keadaannya setelah itu. Matius menggambarkan bagaimana Yudas mati secara detail. Sedangkan Lukas lebih memilih meringkasnya, karena Matius sudah mencatat terlebih dahulu dan penduduk Yerusalem saat itu juga sudah mengetahui kisah kematian Yudas. Kita bisa membandingkannya dengan tulisan Samuel yang tak memberi penjelasan detail dan hanya berfokus pada garis besar yang diamatinya.

Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri. Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya—2 Samuel 17:23

Jadi, setiap argumen-argumen yang menggunakan topik kematian Yudas untuk menyerang iman Kekristenan tak lebih dari sebuah tuduhan daripada fakta lapangan. Mereka yang tak bisa memahami kita, tak akan bisa memahami apa yang kita pahami.

By Only Truth at April 23, 2022
Labels: Apologetika

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media