• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Friday, April 22, 2022

Home » Tokoh » 12 Murid Yesus: Kisah Hidup, Pelayanan, hingga Kematian

12 Murid Yesus: Kisah Hidup, Pelayanan, hingga Kematian

  Only Truth     Friday, April 22, 2022

Nama 12 murid Yesus tentu tak asing lagi di telinga kita. Mereka dipilih langsung oleh Tuhan Yesus untuk membantu-Nya memberitakan apa yang namanya Keselamatan. Siapa sangka dua belas orang yang sebelumnya bukan siapa-siapa kelak akan dikenal di seluruh dunia karena misi yang mereka lakukan.


12 Murid Yesus: Kisah Hidup hingga Kematian

12 Murid atau yang juga dikenal sebagai Para Rasul ini bahkan rela mati untuk membela iman mereka. Kisah mereka yang luar biasa sudah selayaknya untuk kita ketahui agar menjadi teladan iman. Namun sebelum itu, alangkah baiknya kita mengingat kembali nama-nama mereka.

Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia—Matius 10:2-4

Kedua belas murid ini tidak hanya punya satu nama saja. Mereka juga punya nama atau julukan lain masing-masing. Kita bisa melihatnya dengan membandingkan nama-nama mereka yang terekam juga di Markus 3:16-19, Lukas 6:13-16, dan Kisah Para Rasul 1:13.


Ada satu hal lagi yang perlu kita ketahui sebelum membahas kisah 12 murid ini. Di antara 12 murid ini, ada kelompok lain lagi yang disebut sebagai kelompok "lingkaran dalam". Yang dimaksud "lingkaran dalam" ini adalah segelintir oknum yang memiliki hubungan khusus dengan Yesus. Mereka (lingkaran dalam) terpilih sebagai saksi mukjizat atau peristiwa-peristiwa penting ketika Yesus berkarya. Lingkaran ini terdiri dari Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Mereka bertiga hadir dalam beberapa momen seperti: transfigurasi Yesus di gunung (Matius 17:1-13), ketika Yesus berdoa di taman Getsemani (Matius 26:36-46), dan ketika Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus dari kematian (Markus 5:35-43).


Setelah mengetahui sekilas ketiga murid "lingkaran dalam" ini, selanjutnya kita akan bahas kisah mereka bertiga. Tidak, bukan hanya mereka bertiga saja! Tapi mari kita bahas kisah kedua belas murid luar biasa ini!


Daftar isi
  • 1 Petrus
  • 2 Andreas
  • 3 Yakobus anak Zebedeus
  • 4 Yohanes saudara Yakobus
  • 5 Filipus
  • 6 Bartolomeus
  • 7 Tomas
  • 8 Matius
  • 9 Yakobus anak Alfeus
  • 10 Yudas Tadeus
  • 11 Simon orang Zelot
  • 12 Yudas Iskariot
  • 13 Bagaimana dengan Matias?
  • 14 Renungan

1. Petrus


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Petrus atau yang dikenal juga sebagai Simon, adalah murid pertama-tama yang dipanggil Tuhan Yesus bersama saudaranya Andreas. Ia termasuk satu dari tiga murid lingkaran dalam Yesus. Nama aslinya berasal dari bahasa Ibrani: Simeon atau Simon. Namun kemudian, oleh Yesus, ia dipanggil Petrus (Yunani: Petros (Matius 16:18)) atau Kefas (Aram: Kephas (Yohanes 1:42)); yang keduanya sama-sama berarti 'batu karang'. Dalam Perjanjian Baru, nama Petrus atau Simon disebut paling banyak di antara murid-murid lainnya.


Petrus dalam Injil

Karena banyaknya nama Petrus atau Simon yang tercatat dalam Injil, ini memudahkan kita untuk mengetahui seperti apa watak Petrus atau bagaimana kehidupannya. Sebelum menjadi pengikut Kristus, Petrus adalah seorang penjala ikan atau nelayan (Mat 4:18; Mark 1:16). Ia dan Andreas saudaranya, serta Filipus berasal dari Betsaida (Yoh 1:44). Injil merekam bahwa Petrus telah berkeluarga, sebab punya seorang mertua (Mark 1:30). Sedangkan ayah Petrus bernama Yohanes/Yunus (Mat 16:17; Yoh 1:42).


Ketika Yesus bertanya pada Petrus siapakah diri-Nya, Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah (Mat 16:16). Jawabannya tidaklah ditentang atau ditolak oleh Tuhan Yesus. Justru dari jawaban Petrus kita dapat mengetahui keilahian dalam diri Yesus. Injil Matius juga menceritakan Petrus yang berjalan di atas air ketika melihat Yesus, namun karena ia takut dan bimbang Petrus pun tenggelam sebelum akhirnya Tuhan Yesus sendiri yang menolongnya (Mat 14:26-33).Dari dua belas murid, Petrus adalah saksi pertama yang melihat Yesus bangkit (Luk 24:34; 1 Kor 15:5). Kisah Petrus lainnya yang terkenal adalah ketika dia menyangkal Yesus sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok (Markus 14:66-72). Petrus juga mendapat tugas penting dari Yesus untuk menggembalakan domba-domba-Nya (Yoh 21:15-17).


Kita dapat menebak watak Petrus dari setiap perkataan dan perbuatannya yang tercatat di Injil. Petrus memiliki keyakinan yang penuh (Markus 14:29). Ia juga adalah pribadi yang terkesan gegabah dan suka bertindak tanpa berpikir. Contohnya ketika ia memotong telinga seorang prajurit bernama Malkus yang hendak menangkap Yesus (Yoh 18:10).


Pelayanan dan Kewafatan Petrus

Menurut Origenes (184-253), setelah Petrus berhasil keluar dari penjara di Yerusalem, ia mendirikan Gereja di Antiokhia. Dia juga diketahui mewartakan Injil ke kota-kota di luar Yerusalem sebelum akhirnya mendirikan Gereja di Roma. Bagi Gereja Katolik, Petrus adalah Paus pertama. Kepemimpinannya dapat kita lihat ketika ia memimpin sidang di Yerusalem dan membuat keputusan terkait hukum sunat atau hukum Taurat bagi orang-orang non-Yahudi.

Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya—Kisah Para Rasul 15:7

Menurut tradisi Gereja, Petrus disalibkan saat masa penganiayaan yang dilakukan Kaisar Nero sekitar tahun 64-67 di Roma. Sebuah kitab apokrif "Acts of Peter" mengisahkan Petrus yang meminta agar dirinya disalibkan secara terbalik dengan kepala di bawah. Alasan Petrus meminta disalib terbalik, karena menurutnya ia tidak layak disalibkan dengan cara yang sama seperti Gurunya, Yesus. Sebagai tambahan, menurut Hegesippus seorang penulis Kristen pada abad awal, saat itu ada sebuah kabar bahwa Kaisar Nero berencana untuk menghukum mati Petrus. Ketika murid-murid mendengar kabar itu, mereka lalu meminta Petrus untuk melarikan diri. Petrus berlari hendak menjauh dari siksaan itu, namun ketika ia sampai di depan pintu gerbang kota, Petrus menghentikan langkahnya karena teringat dengan perkataan Gurunya yang dicatat oleh Yohanes.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: Ikutlah Aku—Yohanes 21:18-19

Apa yang dikatakan Yesus benar-benar terjadi. Petrus kembali ke kota kemudian ditangkap dan akhirnya disalibkan. Seorang Bapa Gereja bernama Hieronimus atau yang dikenal juga dengan St. Jerome (342-420), menyatakan Petrus disalibkan secara terbalik. Makam Rasul Petrus kini diyakini berada tepat di bawah altar utama Gereja Katolik Basilika Santo Petrus di Vatikan, Roma. Petrus meninggalkan tulisan-tulisan yang sampai sekarang kita kenal sebagai Surat 1 dan 2 Petrus.


2. Andreas


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Andreas adalah saudara Petrus. Nama Andreas diambil dari bahasa Yunani aner, yang berarti 'jantan'. Dia hidup bersama Petrus dan sehari-harinya bekerja sebagai nelayan.


Andreas dalam Injil

Sebelum menjadi murid Yesus, Andreas adalah murid dari Yohanes Pembaptis (Yoh 1:35-40). Ketika Andreas melihat Yesus dan menghampiri-Nya, Andreas menyadari yang ditemuinya adalah Mesias yang telah lama dinanti-nantikan. Andreas kemudian memberitahu saudaranya, Petrus, dan membawa Petrus untuk bertemu Yesus.

Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus). Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)—Yohanes 1:41-42

Perjanjian Baru tak mencatat lebih detail tentang kisah pelayanan atau kehidupan pribadi Andreas. Kendati demikian, Injil merekam Andreas dalam beberapa kesempatan terlibat dalam pembicaraan atau peristiwa signifikan bersama Yesus, seperti mengetahui tanda-tanda tentang permulaan penderitaan (Mark 13:3-4), memberitahu Yesus jika ada seorang anak yang memiliki lima roti dan dua ikan (Yoh 6:8-9), atau ketika ia mengantar beberapa orang Yunani yang ingin bertemu dengan Yesus dan mendengar suara dari sorga yang memuliakan nama Yesus (Yoh 12:20-28).

Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus. Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus—Yohanes 12:20-22

Ayat di atas juga mengindikasikan Andreas memiliki peran penting di antara murid-murid, sebab Filipus terlebih dulu memberitahu pada Andreas jika ada orang-orang Yunani yang ingin bertemu Yesus. Meski Injil tak menyebut Andreas termasuk "lingkaran dalam", akan tetapi dia bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes menjadi saksi dari perkataan Yesus yang menubuatkan keruntuhan Bait Allah serta akhir zaman (Markus 13).


Pelayanan dan Kewafatan Andreas

Setelah kenaikan Yesus Kristus, Andreas dengan tekun mewartakan Injil di Asia Kecil, Armenia, Rusia Selatan, bahkan hingga ke Yunani.


Tradisi mengatakan jika Rasul Andreas wafat dengan cara disalibkan di Patras, Yunani sekitar tahun 60 M. Andreas diikat dan disalibkan di atas salib berbentuk 'X'. Salib ini kemudian dikenal sebagai simbol "Salib Santo Andreas". Simbol Salib Andreas di kemudian hari digunakan sebagai lambang bendera negara Skotlandia. Menurut sebuah kitab apokrif "Acts of Andrew", Andreas menggantung di atas salib selama tiga hari sambil tetap teguh mewartakan Injil pada setiap orang yang berlalu lalang di depannya.


3. Yakobus anak Zebedeus


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Yakobus atau Yakob (Ibrani) atau Iakobos (Yunani), termasuk dari tiga murid "lingkaran dalam" bersama dengan saudaranya Yohanes dan Petrus. Nama Yakobus cukuplah umum. Di zaman itu adalah hal yang wajar jika ada banyak pribadi berbeda namun memiliki nama sama. Oleh karena itu, Injil membedakan antara Yakobus ini dan Yakobus lain dengan sebutan Yakobus anak Zebedeus. Tentu saja ini berarti ayahnya bernama Zebedeus.


Yakobus dalam Injil

Sama seperti sejumlah murid lainnya, Yakobus dan saudaranya, Yohanes bekerja sebagai nelayan. Mereka kemudian meninggalkan pekerjaan mereka, bahkan ayahnya juga, demi mengikuti Yesus.

Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia—Matius 4:21-22

Yesus memanggil Yakobus serta Yohanes dengan sebutan "Boanerges", yang berarti 'anak-anak guruh' (Mark 3:17). Kemungkinan nama itu diberikan karena watak mereka berdua yang agresif, seperti ketika saudaranya, Yohanes menegur orang yang mengusir setan dalam nama Yesus (Mark 9:38), menghakimi orang Samaria yang menolak Yesus dengan menyombongkan diri hendak menurunkan api dari langit (Luk 9:54), hingga membuat murid-murid lainnya marah karena permintaan mereka yang tak wajar (Mark 10:35-41). Injil secara tersirat memberitahu kita nama ibu Yakobus, yakni Salome (Mat 27:56; Mark 15:40, 16:1; Yoh 19:25). Ini bisa kita ketahui dengan membandingkan ayat-ayat tersebut.

Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus—Matius 27:56
Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome—Markus 15:40
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus—Markus 16:1
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena—Yohanes 19:25

Jika kita membacanya dengan cermat, Maria ibu Yesus dan Maria Magdalena selalu tertulis dengan jelas. Sedangkan "Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses" di Markus dan "Maria istri Klopas", kemungkinan adalah orang yang sama. Dengan cara eliminasi seperti ini, kita dapat menyimpulkan "ibu anak-anak Zebedeus" di Matius adalah "Salome" di Injil Markus. Itu berarti ayah Yakobus bernama Zebedeus sedangkan ibunya bernama Salome.


Pelayanan dan Kewafatan Yakobus

Tradisi Gereja mengklaim Yakobus anak Zebedeus menyebarkan Injil di Yudea bahkan hingga ke Spanyol. Yakobus menjadi yang pertama wafat sebagai martir di antara kedua belas murid pada sekitar tahun 44 M di Yerusalem. Kisahnya terekam dan dicatat Lukas di Kisah Para Rasul.

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang—Kisah Para Rasul 12:1-2

Apa yang terjadi pada Yakobus ternyata telah dinubuatkan Yesus terlebih dulu.

Tetapi kata Yesus kepada mereka: Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima? Jawab mereka: Kami dapat. Yesus berkata kepada mereka: Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima—Markus 10:38-39

Peran penting Rasul Yakobus dalam komunitas Kristen-Yahudi saat itu dan wataknya yang menyala-nyala kemungkinan menjadi alasan mengapa Herodes memilihnya sebagai korban pertama Gereja yang pada masa itu sedang bertumbuh. Pengikut Yakobus kemudian membawa jasadnya dari Yerusalem menuju ke Santiago dengan berjalan kaki. Rute perjalanan mereka ini kemudian dikenal dengan nama Camino de Santiago. Ini menjadikannya tempat ziarah penting sekaligus populer bagi umat Kristen. Makam Yakobus kini diyakini berada di katedral Santiago de Compostela.


4. Yohanes saudara Yakobus


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Yohanes adalah saudara Yakobus. Ia adalah anak dari Zebedeus dan Salome. Yohanes juga termasuk dalam "lingkaran dalam". Yohanes saudara Yakobus adalah orang yang berbeda dengan Yohanes Pembaptis. Sama seperti kakaknya, Yakobus adalah seorang nelayan sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus. Jika kita lihat dalam daftar nama kedua belas murid di Injil, nama Yohanes selalu tercatat setelah nama Yakobus. Ini mengindikasikan kemungkinan bahwa Yohanes lebih muda dari Yakobus saudaranya.


Yohanes dalam Injil

Karena Yohanes termasuk "lingkaran dalam", itu berarti ia juga turut menyaksikan karya-karya penting yang dilakukan Yesus Kristus. Yohanes bahkan mendapat perintah khusus dari Yesus untuk mempersiapkan Perjamuan Paskah bersama dengan Petrus (Luk 22:8). Nama Yohanes dapat kita temui di ketiga Injil: Matius, Markus, dan Lukas. Uniknya, Injil keempat (Injil Yohanes) tak lagi menampakkan nama Yakobus atau Yohanes. Akan tetapi mereka masih disinggung dengan penyebutan "anak-anak Zebedeus" (Yoh 21:2)


Injil keempat bersifat anonim dan tidak ada pengakuan identitas sang penulis. Di lain sisi ada seorang tokoh yang kerap ditulis dengan sebutan "murid yang lain" di Injil keempat (Yoh 18:15-16, 20:4-8). Dan "murid yang lain" ini dalam beberapa kesempatan cukup dekat dengan Petrus (Yoh 18:15-16, 20:2, 21:20). Jika "murid yang lain" ini dekat dengan Petrus, tentunya dia bukanlah Andreas saudaranya, melainkan orang yang juga termasuk ke "lingkaran dalam". Orang yang dekat dengan Petrus itu adalah Yohanes. Sebab satu-satunya orang yang pernah terlibat dalam tugas bersama Petrus hanyalah Yohanes, dan bukan Yakobus. Tugas itu adalah ketika hanya mereka berdua saja yang diminta Yesus untuk mempersiapkan Perjamuan Paskah (Luk 22:8). Kalau Yohanes adalah "murid yang lain", itu berarti ia juga adalah "murid yang dikasihi Yesus".

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan—Yohanes 20:1-2

Jadi "murid yang dikasihi" Yesus dan yang duduk bersandar dekat dengan-Nya, dapat dipastikan adalah Yohanes (Yoh 13:23). Yohanes sebagai murid yang dikasihi-Nya, bahkan dipercaya untuk menjaga ibu-Nya, Maria ketika Ia telah disalibkan (Yoh 19:26-27). Kisah "murid yang dikasihi" tidak berhenti sampai di situ saja. Ketika mendengar kabar bahwa kubur Tuhan Yesus kosong, ia dan Petrus tergopoh-gopoh menuju tempat di mana Yesus seharusnya berada. Yohanes yang tak menemukan jasad-Nya kemudian seketika menjadi yang pertama percaya bahwa Yesus memang benar-benar bangkit dari kematian (Yoh 20:1-8). Yohanes juga adalah orang pertama yang mengenali Yesus ketika Dia menampakkan diri pada ketujuh murid di pantai (Yoh 21:7). Setelah kenaikan Yesus Kristus ke surga dan setelah tercurahnya Roh Kudus atas Para Rasul, Yohanes bersama Petrus melakukan mukjizat dengan menyembuhkan seorang pria lumpuh di dekat gerbang Bait Allah (Kis 3:1). Kita dapat melihat kedekatan Petrus dan Yohanes lagi ketika mereka berdua menuju Samaria, di mana tempat itu mulai banyak orang yang menjadi percaya (Kis 8:14)


Lalu apa hubungannya dengan identitas penulis Injil keempat? Memang Yohanes tidak mengakui dirinya secara terbuka sebagai penulis Injil Yohanes. Namun dari kesaksian Bapa-bapa Gereja yang hidup sezaman dengan Yohanes, kita dapat meyakini Injil ini memang ditulis oleh Yohanes. Yohanes memang tampaknya sengaja untuk tidak menonjolkan dirinya dan lebih menggunakan nama ganti "murid yang lain" atau "murid yang dikasihi" untuk menunjuk dirinya. Kendati demikian yang paling penting adalah penulis Injil keempat termasuk saksi atas setiap peristiwa dan ingin para pembacanya menjadi percaya.

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu—Yohanes 21:24-25

Pelayanan dan Kewafatan Yohanes

Karena Injil Yohanes sudah bisa dipastikan ditulis oleh Yohanes sendiri, maka kita dapat melihat tulisan-tulisan lain yang mungkin ia tinggalkan dengan mencocokkan gaya kepenulisannya. Dan tulisan-tulisan yang relevan dengan gaya kepenulisan Injil Yohanes sekarang dikenal oleh Gereja sebagai Surat 1-3 Yohanes dan kitab Wahyu. Barulah di kitab Wahyu, Yohanes mengaku dirinya sebagai penulis kitab tersebut (Wahyu 1:1). Selain pelayanannya dalam kepenulisan Injil yang membantu meneguhkan iman Kristen, Yohanes juga diduga kuat memberitakan Injil di Efesus dan memimpin Gereja di Asia Kecil. Menurut tradisi, pada masa tuanya Yohanes digoreng hidup-hidup di dalam sebuah bak minyak mendidih di Roma pada masa pemerintahan Kaisar Trajanus. Akan tetapi karena Tuhan Yesus masih ingin memakai Yohanes lebih lagi, maka mukjizat pun terjadi sehingga ia tidak mati. Yohanes kemudian dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos, tempat ia menulis kitab Wahyu (Wahyu 1:9).


Yohanes kemungkinan satu-satunya Rasul yang tak meninggal menjadi martir. Menurut tradisi Gereja, ia hidup berumur panjang dan meninggal karena usia tua sekitar tahun 98 M. Nasib Yohanes yang berbeda di antara murid-murid lainnya ini ternyata sudah dikatakan terlebih dulu oleh Gurunya, Yesus.

Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau? Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini? Jawab Yesus: Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku—Yohanes 21:20-22

Perkataan Yesus di atas secara tersirat memberitahu Petrus bahwa Ia memiliki suatu rencana yang berbeda khusus untuk Yohanes. Mungkin sebab itulah Yohanes menjadi "murid yang dikasihi Yesus". Ia hidup berumur panjang sekaligus menjadikannya Rasul yang terakhir wafat untuk bersaksi. Kesaksian dan tulisannya telah membantu jemaat-jemaat pada saat itu dan sekaligus membantu jemaat di masa depan untuk meneguhkan iman.


5. Filipus


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Filipus atau Philippos (Yunani), yang namanya berarti 'pecinta kuda', berasal dari Betsaida, salah satu kota yang termasuk ke dalam wilayah Galilea. Nama Filipus saat itu cukup umum. Beberapa tokoh lain yang namanya juga Filipus adalah: Filipus ayah Aleksander (1 Makabe 1:1, 6:2), Filipus raja Iturea dan Trakhonitis sekaligus saudara Herodes (Luk 3:1), dan Filipus diaken Gereja mula-mula yang kemudian juga menjadi penginjil (Kis 6:5, 8:5, 21:8). Nama mereka mungkin sama, namun mereka adalah orang yang berbeda. Terutama Filipus (Diaken) dan Filipus murid Yesus. Mereka dua orang yang eksis, berbeda, tapi tetap satu tujuan untuk memberitakan Injil.


Filipus dalam Injil

Ketika Tuhan Yesus mengajak Filipus untuk mengikuti-Nya, Filipus memenuhi panggilan tersebut dan mengajak Natanael untuk ikut serta dengannya (Yoh 1:43-45). Tuhan Yesus juga mencobai Filipus sebelum Ia mengadakan mukjizat memberi makan lima ribu orang dengan menanyakan pada Filipus di mana mereka bisa mendapatkan roti (Yoh 6:5-7). Injil mencatat kisah Filipus lainnya, seperti saat ada beberapa orang Yunani meminta kepada Filipus agar bisa bertemu dengan Yesus (Yoh 21:20-21) atau ketika Filipus meminta pada Yesus untuk menunjukkan siapa itu Bapa (Yoh 14:8). Karena pertanyaan Filipus ini, kita akhirnya dapat sedikit mengetahui misteri Tritunggal dan keilahian Yesus dari ucapan Yesus sendiri.

Kata Filipus kepada-Nya: Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami. Kata Yesus kepadanya: Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri—Yohanes 14:8-11

Menurut literatur kuno dari seorang Bapa Gereja, yakni Klemens dari Aleksandria, Filipus adalah murid anonim dalam Injil yang meminta izin pada Yesus untuk menguburkan ayahnya terlebih dahulu sebelum mengikut Yesus (Mat 8:21-22; Luk 9:57-60).

Jika mereka mengutip perkataan Tuhan kepada Filipus, 'Biarlah orang mati menguburkan orang mati, tetapi engkau ikutilah Aku,' mereka seharusnya menganggap bahwa kedagingan Filipus juga dibentuk dengan cara yang sama; tubuh bukanlah mayat yang tercemar—Klemens dari Aleksandria, dalam karyanya The Stromata, or Miscellanies (2-3 M)

Pelayanan dan Kewafatan Filipus

Injil mencatat bahwa Filipus memberitakan Injil di Samaria saat masa penganiayaan kepada jemaat di Yerusalem (Kis 8:5). Filipus juga memberitakan Injil pada Sida-sida dari Etiopia yang membuat mereka kemudian menjadi percaya (Kis 8:26-40). Tradisi Gereja menambahkan jika Filipus menyebarkan Injil di Frigia, suatu kota di Asia Kecil, yang sekarang dikenal sebagai Turki.

Klemens dari Aleksandria menyatakan bahwa Filipus mengalami penganiayaan hebat sebelum kemudian dia disalibkan dengan kepala di bawah. Sebuah kitab apokrif yang mengaku ditulis Filipus, "Acts of Philip", menambahkan jika Filipus disalibkan terbalik bersama Bartolomeus. Uskup Polikrates dari Efesus (130-196), dalam suratnya yang ditujukan pada Paus Victor I, menyebut bahwa Filipus, salah satu dari kedua belas murid, terbaring di Hierapolis bersama dua putrinya yang perawan tua. Sedangkan putri Filipus yang lain terbaring dan beristirahat di Efesus. Eusebius seorang sejarawan Gereja juga meneguhkan bahwa Filipus menginjil di Frigia dan wafat di Hierapolis, Asia Kecil. Papias, Uskup kedua Hierapolis, juga mengatakan hal yang sama bahwa Filipus disalibkan di Hierapolis, Turki. Papias juga mencatat jika ia mengenal baik anak-anak Filipus. Dari anak-anak Filipus, Papias juga mengetahui bahwa Filipus pernah melakukan mukjizat membangkitkan seorang anak laki-laki yang telah meninggal.


Media Turki sempat memberitakan penemuan makam yang diduga milik salah satu murid Yesus. Tahun 2011 Profesor Fransesco D'Andria dari Italia mengklaim makam itu adalah makam Filipus sebab ukiran-ukiran dindingnya bertuliskan doa berbahasa Yunani kuno yang memuliakan Rasul Filipus. Selain itu, dugaan bahwa makam itu makam Rasul FIlipus semakin diperkuat dengan adanya temuan sebuah koin dari era Bizantium yang menunjukkan gambar Filipus sedang memegang roti.


6. Bartolomeus


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Batrolomeus atau nama Yunaninya Bartholomaios, yang berarti 'anak Talmai', merupakan murid Yesus yang paling misterius, sebab tak banyak yang bisa kita ketahui tentangnya dari Perjanjian Baru. Namanya hanya muncul dalam daftar kedua belas murid yang dipanggil Yesus (Mat 10:3; Mark 3:18; Luk 6:14; Kis 1:13).


Bartolomeus dan Natanael dalam Injil

Kendati demikian, banyak sarjana Perjanjian Baru yang mengaitkan nama Bartolomeus dengan Natanael. Dugaan ini muncul karena nama Bartolomeus yang disebut dalam Matius, Markus, Lukas maupun Kisah Para Rasul, tidak muncul sama sekali di Injil Yohanes. Injil Yohanes justru malah mencatat nama lain, yakni Natanael. Nama Bartolomeus yang muncul di daftar dua belas murid selalu ditulis setelah nama Filipus. Kemungkinan ini mengindikasikan adanya semacam hubungan dekat antara Bartolomeus dan Filipus. Ini berarti Bartolomeus adalah Natanael jika kita melihat kisah di mana Filipus memperkenalkan Yesus pada Natanael (Yoh 1:45). Dugaan ini semakin kuat jika kita melihat nama Bartolomeus yang selalu dituliskan setelah nama Filipus di Injil Sinoptik, sebaliknya di Injil Yohanes nama Natanael-lah yang ditulis bersanding dengan nama Filipus.


Memang tidak ada alasan kuat mengapa Yohanes mengubah nama Bartolomeus menjadi Natanael. Meskipun begitu, ada kemungkinan jika Natanael adalah nama lain dari Bartolomeus. Dan itu tidak menutup kemungkinan, seperti Simon yang juga disebut sebagai Petrus atau Kefas. Natanael atau Bartolomeus, semula meragukan Yesus adalah Mesias yang sudah dinubuatkan dalam Taurat (Yoh 1:45-46). Namun kemudian, setelah ia bertemu dengan Tuhan Yesus langsung, Filipus menjadi percaya bahkan memuliakan-Nya (Yoh 1:47-49).


Pelayanan dan Kewafatan Bartolomeus

Catatan-catatan kuno Gereja menyebut bahwa Rasul Bartolomeus menyebarkan Injil ke India, Mesopotamia, Persia, Mesir, hingga Armenia. Dalam misinya itu, Bartolomeus membawa salinan Injil Matius dalam bahasa Ibrani. Tradisi mengatakan bahwa Bartolomeus wafat di Albanopolis, Armenia. Ia dikuliti hidup-hidup lalu disalibkan atas perintah Astyages, karena sudah memurtadkan saudaranya Polymius, Raja Armenia pada saat itu.


7. Tomas


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Tomas yang disebut juga Didimus (Yoh 11:16), namanya memiliki arti 'kembar'. Memang tak banyak kisahnya yang terekam di Perjanjian Baru, namun Injil Yohanes secara gamblang memberitahu kita tentang kepribadiannya.


Tomas dalam Injil

Kadang kala kita mengenal Tomas sebagai "Tomas si Peragu". Dinamakan demikian karena ia yang tak mudah percaya akan sesuatu atau ragu-ragu imannya. Itu terbukti ketika murid-murid yang lain mengaku bahwa Yesus Kristus telah bangkit, dan hanya Tomas seorang yang tak langsung percaya.

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: Kami telah melihat Tuhan! Tetapi Tomas berkata kepada mereka: Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya—Yohanes 20:25

Namun, setelah Tomas melihat dengan matanya sendiri bahwa Gurunya telah bangkit dari kematian, Tomas langsung memuliakan Tuhan Yesus.

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Damai sejahtera bagi kamu! Kemudian Ia berkata kepada Tomas: Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. Tomas menjawab Dia: Ya Tuhanku dan Allahku! Kata Yesus kepadanya: Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya—Yohanes 20:26-29

Pelayanan dan Kewafatan Tomas

Rasul Tomas mengabarkan Injil ke Persia hingga India. Ia wafat sebagai martir di India dengan cara ditusuk memakai tombak. Gereja Ortodoks Syria mencatat tanggal wafatnya Rasul Tomas secara spesifik, yaitu 3 Juli tahun 72 M. Sumber lain sebagai tambahan datang dari kitab apokrif "Acts of Thomas" yang mengatakan jika Tomas wafat di Mylapore, India.


8. Matius


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

>Matius atau dalam bahasa Yunaninya Matthaios, namanya diperoleh dari bahasa Ibrani Mattija yang dipendekkan menjadi Mattai (yang berarti 'Karunia Tuhan'). Matius juga disebut dengan nama Lewi (Mark 2:14). Itu berarti ia adalah anak dari seorang bernama Alfeus.


Matius dalam Injil

Nama lain Matius, yakni Lewi, menunjukkan dari keturunan atau suku Israel mana ia berasal. Sebelum mengikuti Yesus, Matius adalah seorang pemungut cukai (Luk 5:27). Di zaman itu, pemungut cukai adalah pekerjaan yang dibenci, bahkan dianggap berdosa. Mereka yang bekerja sebagai pemungut cukai dianggap pengkhianat oleh bangsa Israel karena bekerja atas perintah Romawi, termasuk Matius. Matius yang adalah seorang Yahudi dan bekerja untuk Herodes harus menarik pajak dari kaum sebangsanya sendiri.


Setelah Matius menerima panggilan untuk mengikut Yesus dan meninggalkan segala kepunyaannya, Matius langsung mengadakan pesta besar di rumahnya dan mengundang Yesus untuk datang serta makan bersamanya. Yesus tidak sendirian, melainkan Ia juga makan bersama para pemungut cukai lainnya dan orang-orang berdosa (Mat 9:10; Luk 5:29). Tentu ketika Yesus makan bersama dengan orang-orang berdosa bukan berarti Ia juga berdosa. Melainkan ini sebagai bukti akan kemurahan dan pengampunan-Nya pada setiap orang.


Pelayanan dan Kewafatan Matius

Pelayanan Matius dengan menulis "Kabar Baik" mengenai Yesus tentu sangatlah penting bagi seluruh umat manusia. Namun selain menulis Injil, Matius juga diketahui memberitakan Injil di Yudea, Makedonia, Etiopia, dan juga di Parthia. Tradisi Gereja mengatakan bahwa Matius dibunuh sebagai martir dengan pedang atau tombak di Parthia.


9. Yakobus anak Alfeus


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Yakobus anak Alfeus atau terkadang akrab dengan sebutan Yakobus Muda, adalah saudara dari Yudas dan anak dari Maria (Mark 15:40). Maria ini berbeda dengan Maria ibu Yesus. Jadi dari kedua belas murid, ada dua murid yang memiliki nama sama, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yakobus anak Alfeus. Kemungkinan Yakobus anak Alfeus disebut sebagai 'Yakobus Muda', karena ia lebih muda atau perawakannya yang lebih kecil dari Yakobus anak Zebedeus.


Yakobus dalam Injil

Banyak yang beranggapan jika Yakobus Muda adalah orang yang sama dengan Yakobus saudara Yesus, yang dideskripsikan dengan cara berbeda (Gal 1:19). Yesus sendiri memang diketahui punya saudara sepupu yang bernama Yakobus, dan yang lainnya bernama Yusuf, Simon, dan Yudas (Mat 13:55; Mark 6:3). Dugaan ini semakin diperkuat karena Yakobus juga memiliki saudara yang bernama Yusuf (Mat 27:56; Mark 15:40). Selagi kita berasumsi Yakobus anak Alfeus dan Yakobus saudara Yesus adalah orang yang sama, ini berarti Yakobus merupakan seorang yang penting bagi Gereja mula-mula (Kis 15:13-21).

Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat—Galatia 2:9

Ayat di atas dapat dipastikan bukan menunjuk Yakobus anak Zebedeus, sebab ia sudah wafat karena dibunuh Herodes (Kis 12:2). Sedangkan sebagian lainnya yang beranggapan Yakobus anak Alfeus dan Yakobus saudara Yesus adalah orang yang berbeda, memiliki pendapat sendiri. Mereka menduga jika Yakobus anak Alfeus adalah saudara dari Matius. Ini dikarenakan mereka berdua memiliki nama ayah yang sama, yakni Alfeus (Mark 2:14).


Pelayanan dan Kewafatan Yakobus

Eusebius mencatat jika Yakobus adalah Uskup pertama di Gereja Yerusalem. Ia diangkat dan dipilih oleh Petrus, Yakobus anak Zebedeus, serta Yohanes. Sebuah tradisi kuno mengatakan Yakobus mewartakan Injil hingga ke Mesir. Ada juga yang mengatakan ia tinggal di Yerusalem dan memberitakan Injil pada saudara sebangsanya yakni orang-orang Yahudi. Yakobus juga meninggalkan tulisan-tulisan yang sampai sekarang masih kita baca, yaitu Surat Yakobus. Tentang bagaimana ia wafat, tradisi Gereja mengatakan Yakobus dirajam hingga wafat di Yerusalem sekitar tahun 63 M.


10. Yudas Tadeus


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Yudas atau yang dikenal juga sebagai Tadeus, adalah saudara dari Yakobus anak Alfeus. Namanya selalu dicatat setelah nama Yakobus anak Alfeus (Mat 10:3; Mark 3:18).


Yudas dalam Injil

Surat Yudas dinamakan bukan tanpa alasan. Ini sesuai dengan pengakuan penulisnya sendiri dan pengajaran yang dituliskannya yang sesuai dengan ajaran para rasul (Yudas 1:1). Jika ia adalah saudara Yakobus, itu berarti Yudas juga adalah saudara sepupu Yesus (Mat 13:55). Karena Yudas ini adalah saudara Yakobus, maka bisa dipastikan ibunya juga bernama Maria (Mark 15:40). Jika kita membandingkan ketiga ayat (Mat 13:55; Mark 6:3; 15:40, 47), kita dapat menyimpulkan jika Yudas dan Yoses adalah orang yang sama namun dengan penyebutan berbeda. Injil secara jelas membedakan dia dengan Yudas Iskariot dengan sebutan "Yudas, yang bukan Iskariot". Yudas inilah yang bertanya pada Yesus mengapa Dia menyatakan diri kepada kedua belas murid. Yudas juga menjadi saksi atas perkataan Yesus yang menjanjikan Penghibur.

Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia? Jawab Yesus: Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu—Yohanes 14:22-26

Pelayanan dan Kewafatan Yudas

Menurut tradisi, Rasul Yudas mengabarkan Injil bersama Rasul Bartolomeus ke Armenia, sehingga membawa dampak besar bagi pertumbuhan Kekristenan di sana. Bahkan membuat Armenia menjadi negara Kristen pertama di dunia. Tradisi juga mencatat Yudas menyebarkan Injil di Syria dan wafat sebagai martir di Persia sekitar tahun 65 M.


11. Simon orang Zelot


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Nama Simon orang Zelot hanya muncul di daftar kedua belas murid saja (Mat 10:4; Mark 3:18; Luk 6:15; Kis 1:13). Ini membuatnya menjadi murid yang misterius, sebab kita tak dapat menemukan kisah pelayanan atau bagaimana wataknya melalui tindakan dan ucapannya. Kendati demikian, Injil membedakan antara Simon yang satu ini dan Simon Petrus dengan menambahkan kata "orang Zelot". Zelot adalah kelompok yang berisikan orang-orang Yahudi yang berjuang mati-matian menentang penjajahan Romawi.


Kelompok Zelot ini juga berharap ada sosok "Mesias" yang ahli berperang dan membantu menggulingkan Kekaisaran Romawi yang saat itu menduduki Yerusalem. Salah satu orang yang pernah menjadi bagian dari kelompok itu adalah Simon. Ketika ia bertemu Yesus, ia yakin bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah lama dinantikan. Simon yang menjadi pengikut Yesus pun kemudian sadar, bahwa Mesias datang bukan hanya membebaskan perbudakan, kejahatan, atau melawan hal-hal jahat. Lebih dari itu, kedatangan Mesias yang pertama adalah untuk membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa dan iblis.


Pelayanan dan Kewafatan Simon

Memang Injil tidak menceritakan lebih banyak tentang latar belakang kehidupan Simon atau bagaimana pelayanannya dalam mewartakan Injil. Namun, sejumlah tradisi kuno Gereja mengklaim Simon orang Zelot berkhotbah di Mesir bersama Yudas, saudara Yesus. Bahkan Simon orang Zelot juga diyakini mewartakan Injil hingga ke Afrika Utara. Salah satu kisahnya yang tercatat justru baru muncul di abad pertengahan karya Jacobus de Voragine dalam bukunya "The Golden Legend".

Yudas pertama-tama berkhotbah di Mesopotamia dan di Pontus, dan Simon berkhotbah di Mesir; dan dari sana mereka datang ke Persia, dan bertemu dua ahli sihir bernama Zaroes dan Arphaxat, yang telah diusir Santo Matius dari Etiopia—The Golden Legend

The Golden Legend juga mencatat jika Simon orang Zelot meninggal karena membela imannya di Persia pada tahun 65 M. Sedangkan orang-orang Kristen di Etiopia percaya Simon orang Zelot disalibkan di Samaria.


12. Yudas Iskariot


ArtUk | Christopher Williams

Yudas Iskariot (Yunani: Ioudas Iskariotes) adalah murid yang namanya tak asing lagi di telinga kita. Kisahnya terkadang membuat kita sendiri ikut menjadi geram. Nama Yudas Iskariot selalu disandingkan sebelum menuju peristiwa sejarah besar bagi umat manusia, yakni Penyaliban Yesus. Ia akan selalu dikenal sebagai pengkhianat yang tega menyerahkan Gurunya sendiri demi materi.


Nama Yudas berasal dari nama aslinya dalam Ibrani yaitu Yehuda. Ini berarti dia adalah keturunan Yehuda, salah satu dari dua belas suku Israel. Sedangkan Iskariot berasal dari kata Ibrani iysh dan qirya, yang berarti 'penduduk Keriot atau orang Keriot'. Menurut Alkitab, terutama di Perjanjian Lama, Keriot terletak di Moab (Yer 48:24, 41; Amos 2:2) atau juga bisa menuding tempat lain, yakni Keriot-Hezron (Yos 15:25).


Yudas Iskariot dalam Injil

Di antara murid-murid lainnya, Yudas memiliki peran sebagai bendahara (Yoh 13:29). Injil Yohanes secara tidak langsung memberitahu kita bagaimana watak Yudas, contohnya adalah ketika ia menegur Maria yang mengurapi Yesus dengan minyak yang mahal.

Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin? Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya—Yohanes 12:1-6

Yudas Iskariot sudah menunjukkan sifatnya yang tamak dan cinta uang. Dengan kepalsuan hatinya bahkan Yudas mengatakan agar lebih baik menjual minyak itu dan diberikan pada orang-orang miskin. Bahkan, Yohanes mencatat keras jika Yudas tidak benar-benar peduli terhadap nasib orang miskin, malahan Yohanes menyatakan jika Yudas sebenarnya adalah pencuri. Mungkin ini menjadi alasan mengapa Yudas mengkhianati Yesus. Karena sifatnya yang cinta uang. Puncaknya adalah ketika ia mengkhianati Yesus demi tiga puluh perak (Mat 26:15). Injil Lukas dan Yohanes mengungkapkan lebih dalam tentang alasan mengapa Yudas setega itu hingga mengkhianati Yesus, yaitu karena ulah Iblis (Luk 22:3-6; Yoh 13:2, 27).


Kewafatan Yudas Iskariot

Selain Rasul Yakobus anak Zebedeus yang kematiannya terekam oleh Injil, kematian Yudas Iskariot juga dicatat. Kematiannya bahkan dicatat oleh dua sudut pandang, yakni dari Matius dan Lukas di Kisah Para Rasul.

Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah. Tetapi jawab mereka: Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri! Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah. Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah—Matius 27:3-8
Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri 'Hakal-Dama', artinya Tanah Darah—Kisah Para Rasul 1:15-19

Banyak menggunakan kedua ayat di atas untuk menuduh Injil keliru dan tak sempurna karena ada kontradiksi. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Justru melalui dua sudut pandang ini kita dapat mengetahui pasti seperti apa kematian Yudas Iskariot. Justru kedua ayat di atas malah saling melengkapi. Untuk pembahasan lebih lanjut tentang tuduhan kontradiksi kematian Yudas, kalian bisa klik di sini.


Bagaimana dengan Matias?


Museo Del Prado | Peter Paul Rubens

Bagaimana dengan Matias, apakah dia termasuk dalam dua belas murid Yesus? Bukankah dia dipilih untuk menggantikan Yudas Iskariot?


Jawabannya adalah: bisa "Ya" dan bisa "Tidak". YA, karena dia dipilih Para Rasul melalui undi untuk menggantikan Yudas agar jumlah dua belas murid tetap sama sebagai simbol dua belas suku Israel yang baru. TIDAK, karena Matias tidak dipanggil langsung oleh Tuhan Yesus untuk menjadi bagian dari dua belas murid. Kendati demikian, Eusebius menggolongkan Matias termasuk dari tujuh puluh murid (Luk 10:1).


Untuk menggantikan posisi Yudas Iskariot sebagai murid yang kedua belas, Petrus memberikan beberapa syarat seperti: dia sudah menjadi pengikut Yesus semenjak baptisan Yohanes dan juga ikut menjadi saksi kebangkitan Kristus. Dua orang yang memenuhi syarat adalah Barsabas dan Matias. Dan melalui undi, terpilihlah Matias (Kisah Para Rasul 1:21-26). Tradisi mengatakan Matias memberitakan Injil di Etiopia dan wafat sebagai martir di Sebastopolis, yang sekarang berada di Turki.


Renungan

Seandainya saat itu kedua belas murid malas atau takut mengabarkan Injil, entah bagaimana nasib kita sekarang. Tak tahu apa itu keselamatan. Tak tahu apa itu dosa. Tak tahu gelap dan terang. Dengan pelayanan mereka, bahkan hingga rela wafat demi membela iman, seolah-olah memberitahu kita jemaat yang hidup di masa sekarang bahwa mereka tidak pernah berbohong, apalagi jika bersangkutan dengan kebenaran. Mereka rela dianiaya hingga dihukum mati karena kesaksian mereka. Mereka tahu bahwa kebenaran jauh lebih berharga daripada kehidupan yang fana. Sebab melalui kebenaran Firman itulah kita memperoleh hidup yang kekal. Kiranya perjuangan mereka dalam membela iman tanpa rasa takut sama sekali. bahkan ketika di ambang kematian, dapat kita tiru hingga kedatangan yang kedua Tuhan kita, Yesus Kristus!

By Only Truth at April 22, 2022
Labels: Tokoh

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media