• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Friday, April 29, 2022

Home » Apologetika » Perbedaan Silsilah Yesus Kristus

Perbedaan Silsilah Yesus Kristus

  Only Truth     Friday, April 29, 2022

Matius memulai Injilnya dengan silsilah Yesus Kristus. Mungkin bagi sebagian orang akan sangat membosankan membaca silsilah yang begitu panjang, namun dengan menuliskan silsilah Yesus Matius berusaha menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias dan Raja yang berasal dari keturunan Daud. Ini merupakan sebuah penggenapan janji Allah. Jadi pencantuman silsilah Yesus sangat penting. Bukan hanya Matius saja, Lukas juga mencatat silsilah Yesus dari sudut pandangnya. Namun dengan adanya silsilah Yesus yang juga dicantumkan oleh Lukas, ketika keduanya disejajarkan maka akan timbul sebuah perbedaan. Perbedaan ini dianggap sebagai sebuah kontradiksi Alkitab.


Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus—Matius 1:1-17
Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf, anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai, anak Maat, anak Matica, anak Simei, anak Yosekh, anak Yoda, anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, anak Sealtiel, anak Neri, anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er, anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi, anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim, anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud, anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason, anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda, anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, anak Terah, anak Nahor, anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon, anak Kenan, anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh, anak Metusalah, anak Henokh, anak Yared, anak Mahalaleel, anak Kenan, anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah—Lukas 3:23-38

Jawaban

Jika hanya membaca sekilas tentu keduanya terlihat saling berlawanan. Pertama-tama, kita perlu tahu bahwa keempat Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) ditulis dari sudut pandang yang berbeda dan tujuan yang berbeda. Memang keempatnya tetap berfokus pada satu tokoh bernama Yesus, namun jika kita melihat lebih jauh akan tampak adanya tujuan berbeda dalam kepenulisan masing-masing.


Dari keempat Injil, hanya Matius dan Lukas yang mencatat silsilah Yesus Kristus. Matius mencatat silsilah Yesus dari garis ayah-Nya, Yusuf (bukan ayah kandung, namun tetap ayah secara sah dalam hukum Yahudi). Matius mengurutkannya dari Abraham hingga ke Yesus. Sedangkan Lukas mencatat silsilah Yesus dari garis ibu-Nya, Maria. Berbanding terbalik dengan Matius, Lukas justru mengurutkan silsilah versinya mulai dari Yesus dan naik hingga sampai ke Adam.


Selain itu, dalam silsilah Yesus versi Matius, ia berusaha menekankan bahwa Yesus adalah Raja yang telah dinanti-nantikan sebagai pengganti Daud. Dengan mengurutkannya dari Yesus hingga ke Daud dan Abraham, Matius berusaha menunjukkan bahwa Yesus adalah Raja yang sudah dinubuatkan. Tapi kenapa hanya sampai ke Daud? Kenapa sampai ke Abraham? Karena Abraham, Ishak, Yakub, dua belas suku Israel, hingga Daud, adalah anak-anak perjanjian Allah (Kej 22:18; Roma 9:6-8; Gal 3:16). Daud juga menerima janji Allah, bahwa dari keturunannya takhtanya akan kokoh selamanya (2 Sam 7:16; 2 Tawarikh 6:16). Dan keturunan yang dimaksud tak lain dan tak bukan adalah Yesus Kristus (Mat 19:28). Itulah mengapa pada ayat pertama Matius langsung menekankan Yesus anak Daud, anak Abraham.


Sedangkan dalam versi Lukas, ia berusaha menekankan Yesus sebagai Anak Manusia atau dalam hal ini sebagai Juruselamat. Oleh sebab itu, Lukas mencatat silsilah Yesus dari Maria hingga kepada Adam. Jika kita perhatikan secara saksama kedua silsilah yang dicatat tersebut, baik Maria maupun Yusuf berasal dari keturunan Daud. Yusuf berasal dari Salomo, sedangkan Maria dari Natan, dan keduanya adalah anak Daud (2 Sam 5:14).


Mungkin masih akan timbul pertanyan-pertanyaan lain ketika kita mengaitkan kedua silsilah ini.


1. Yesus anak Yusuf, tapi kenapa silsilahnya berbeda?

Jawabannya adalah karena Matius menulis silsilah Yesus dari garis keturunan Yusuf, sedangkan Lukas mencatat dari garis Maria.


2. Lalu kenapa Lukas menulis Yesus anak Yusuf, anak Eli, dan seterusnya?

Dalam hukum Yahudi, kedudukan menantu laki-laki setara dengan anak laki-laki. Silsilah sang ibu harus ditulis menggunakan nama suaminya. Jadi, Yusuf memang anak Eli, atau dalam arti realistis dia adalah menantu Eli. Sedangkan ayah kandung Yusuf sendiri bernama Yakub, seperti yang dituliskan oleh Matius. Sebagai pembanding, kita bisa melihat bagaimana Saul memanggil Daud sebagai anaknya (1 Sam 24:16). Padahal kenyataannya Daud tidak memiliki hubungan darah dengan Saul, karena Daud adalah menantunya.


3. Matius mencatat 14 nama dari Abraham sampai Daud, tapi kenapa Lukas mencatat 15 nama?

Ini murni kesalahan penerjemah Indonesia saat mengacu naskah lain untuk menterjemahkan Alkitab, sehingga ada ketidakcocokkan jumlah di antara keduanya. Jika kita melihat Alkitab bahasa Inggris seperti New King James Version yang mengacu pada Naskah Masora/Teks Masoretik, perbedaan jumlah seperti ini tidak akan kita jumpai.

… the son of David (1), the son of Jesse (2), the son of Obed (3), the son of Boaz (4), the son of Salmon (5), the son of Nahshon (6), the son of Amminadab (7), the son of Ram (8), the son of Hezron (9), the son of Perez (10), the son of Judah (11), the son of Jacob (12), the son of Isaac (13), the son of Abraham (14) … —Luke 3:31-34 (New King James Version)

Jadi, baik Matius dan Lukas sama-sama sepakat bahwa silsilah dari Abraham sampai Daud totalnya 14 nama. Kesalahan dalam terjemahan seperti ini wajar. Maka dari itu ada yang namanya revisi untuk mengganti apa yang keliru. Kesalahan ini tak lagi kita temui di Alkitab Indonesia versi terbaru. Contohnya Alkitab versi Modified Indonesian Literal Translation (MILT) tahun 2008.

… anak Daud (1), anak Isai (2), anak Obed (3), anak Boaz (4), anak Salmon (5), anak Nahason (6), anak Aminadab (7), anak Aram (8), anak Hezron (9), anak Perez (10), anak Yehuda (11), anak Yakub (12), anak Ishak (13), anak Abraham (14) … —Lukas 3:31-34 (MILT 2008)

Jika masih ada kebingungan atau menimbulkan perdebatan hanya karena masalah terjemahan, kita sebaiknya kembali mengacu ke naskah aslinya yang terpercaya, yaitu Masoreti Text (MT) atau Textus Receptus (TR).


4. Anak Hezron bernama Ram atau Ami?

Sebenarnya jika kita melihat naskah aslinya dalam bahasa Yunani, perbedaan seperti ini tidak akan kita jumpai.


A. Matius 1:3
Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram—Terjemahan Baru 1974
ιουδας δε εγεννησεν τον φαρες και τον ζαρα εκ της θαμαρ φαρες δε εγεννησεν τον εσρωμ εσρωμ δε εγεννησεν τον αραμ—Textus Receptus

Transliterasi: Ioudas de gennaό ho Phares kai ho Zara ek ho Thamar Phares de gennaό ho Hesrόm Hesrόm de gennaό ho Aram
B. Lukas 3:33
anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda—Terjemahan Baru 1974
του αμιναδαβ του αραμ του εσρωμ του φαρες του ιουδα—Textus Receptus

Transliterasi: ho Aminadab ho Aram ho Hesrόm ho Phares ho Iouda

Mungkin saja kedua nama itu menunjuk pada orang yang sama. Kalaupun bukan, itu berarti ada kesalahan lain dalam terjemahan Indonesia. Jadi jika kita menemui hal rancu seperti ini, sebaiknya kita kembali mengacu pada naskah aslinya.

By Only Truth at April 29, 2022
Labels: Apologetika

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media