Nabi adalah pemberita yang dipanggil Allah untuk menyampaikan Firman-Nya. Nabi mendapatkan wahyu dari Allah melalui penglihatan atau mimpi. Namun tidak semua yang bernubuat, memberikan nasihat, atau bahkan mengaku sebagai nabi adalah nabi. Dalam sejarah panjang umat Israel hingga Kekristenan, bahkan hingga zaman sekarang, terus muncul orang-orang yang mengaku nabi. Mereka mengaku nabi oleh sebab ingin mendapatkan perlakuan istimewa. Padahal, kenyataannya, justru nabi-nabi benar yang diutus oleh Allah tak sedikit yang mengalami penganiayaan karena kerasnya hati manusia.
Setelah Kristus berkarya di dunia ini, menyelesaikan misi-Nya untuk menebus kita dengan disalibkan, dan bangkit lalu naik ke surga, sejak itulah Kekristenan tak lagi menunggu seorang nabi atau mesias lain. Sebab Yesus adalah puncaknya. Jika ada lagi seseorang yang mengaku nabi atau mesias, kita dapat memastikan bahwa itu nabi palsu. Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui seseorang yang mengatakan dirinya adalah nabi sebagai nabi palsu? Berikut ciri-ciri nabi palsu yang sudah lebih dulu dikatakan Alkitab.
1. Menyamar Menjadi Domba
Alkitab beberapa kali dengan jelas memperingatkan agar kita tidak mudah disesatkan. Bukan hanya barang-barang palsu yang murah yang disenangi manusia, namun ajaran palsu pun lebih menyenangkan didengar. Bahkan, Yesus Kristus sendiri mengatakan pada kita agar "waspada". Artinya, nabi-nabi palsu yang bermunculan ini bukan hal yang bisa kita anggap remeh.
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas—Matius 17:15
Yesus menggambarkan nabi-nabi palsu seperti seekor serigala yang menyamar menjadi domba. Diam di antara kita dan menunggu saat kita lengah untuk menerkam. Nabi palsu itu digambarkan seperti seekor serigala yang berlapiskan bulu domba, sedangkan kita orang-orang percaya digambarkan seperti kawanan domba. Serigala bagi domba sangatlah berbahaya, sebab domba adalah makanan kesukaan bagi serigala. Ketika serigala menyamar dan masuk ke kawanan domba, dan tak seekor pun domba yang menyadarinya, kawanan domba tersebut akan tercerai-berai atau dimakan habis oleh serigala. Sebab itulah Yesus memperingatkan kita untuk "waspada", agar kita sebagai kawanan-Nya tidak tercerai-berai. Asalkan kita mengikuti Gembala kita, yakni Yesus, kita pastinya akan selamat. Sebab seorang gembala akan melakukan apapun untuk melindungi domba-dombanya.
2. Tampil Sebagai Guru Palsu
Dalam surat Rasul Petrus, ia memperingatkan kita bahwa akan ada guru-guru palsu yang hadir di tengah-tengah kita.
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka—2 Petrus 2:1
Nabi palsu kita kenali sebagai guru palsu juga. Guru palsu hanya menyenangkan telinga kita daripada memberi ajaran yang menuntun pada kebenaran. Mereka akan memberi pengajaran yang tak sesuai dengan perkataan Yesus atau Para Rasul. Bahkan, ciri-ciri guru-guru palsu ini dijelaskan secara gamblang oleh Rasul Petrus, bahwa mereka menyangkal Yesus yang telah berkorban untuk menebus dosa manusia. Mereka mungkin akan tampil seperti seorang pengajar atau yang lebih parahnya seperti seorang pemuka agama, dan mereka tidak menuntun kita pada kebenaran namun pada kebinasaan. Inilah yang menjadi latar belakang kenapa banyak sekte Kekristenan yang tak mengakui Yesus dan memiliki nabi sendiri. Sekte-sekte ini hasil dari pengajaran guru palsu yang ingin menjauhkan kita dari kebenaran.
3. Memberitakan Injil Palsu
Seperti yang sudah disampaikan di atas, guru palsu akan memberi pengajaran yang bertentangan dengan kebenaran. Pengajaran yang diberikan nabi palsu atau guru palsu pastinya berlawanan dengan Injil tentang Kristus. Mereka akan memberitakan Injil lain yang berbeda dengan Injil yang diberitakan Para Rasul. Hal ini dikatakan oleh Rasul Paulus, bahkan ia mengutuk mereka, sekalipun itu malaikat, yang memberitakan Injil yang berbeda.
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia—Galatia 1:9
Inilah alasan mengapa setelah Kristus naik ke surga dan Para Rasul wafat, banyak bertebaran injil-injil palsu yang mengatasnamakan Para Rasul. Para penulisnya mengaku termasuk dari Rasul Yesus Kristus, namun tak mengajarkan kebenaran malahan mengajarkan kesesatan.
4. Mengadakan Mukjizat Palsu
Nabi palsu mudah kita kenali ketika ia mengatakan apapun atas nama Tuhan namun perkataannya tersebut tak terjadi. Ia bernubuat akan sesuatu namun ternyata nubuatannya tidak terjadi. Ini berarti apa yang disampaikannya bukan berasal dari Tuhan.
apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanyaUlangan 18:22
Namun, bukan berarti mereka sama sekali tak bisa mengadakan mukjizat. Tuhan Yesus sendiri memperingatkan bahwa nabi atau mesias palsu dapat melakukan mukjizat-mukjizat besar untuk menyesatkan orang percaya.
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga—Matius 24:24
5. Menyembah ilah lain
Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu—Ulangan 13:1-3
Sejak zaman Perjanjian Lama juga kita telah diberitahu bahwa nabi-nabi palsu dapat membuat mukjizat. Namun pengadaan mukjizat itu bukan berarti mereka adalah nabi yang benar. Pengadaan mukjizat yang dilakukan nabi palsu untuk penyesatan. Pengadaan mukjizat itu dilakukan untuk menggiring domba-domba Allah menuju jurang. Orang-orang percaya dibuat takjub oleh mukjizat yang dilakukan nabi palsu. Tujuannya tak lain dan tak bukan agar menyembah ilah asing, dan bukan penyembahan kepada Allah yang Esa, Yang Benar, yakni Allah Tritunggal.
6. Buah yang Dihasilkan Nabi Palsu
Mungkin kita akan kebingungan ketika nabi yang benar-benar utusan Allah dan nabi palsu sama-sama bisa mengadakan mukjizat. Kita dibuat bertanya, mana yang benar dan mana yang sesat. Namun kebingungan kita terjawab ketika Yesus sendiri memberitahu hal signifikan tentang mereka para penyesat.
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka—Matius 7:17-20
Dalam perumpamaan tersebut, Yesus memberitahu bahwa pohon yang baik akan menghasilkan buah baik, namun pohon yang buruk akan menghasilkan buah yang buruk juga. Demikian dengan nabi-nabi palsu. Sekalipun mereka dapat mengadakan mukjizat, namun jika mukjizat yang mereka lakukan tak mencerminkan buah-buah Roh, maka mereka adalah nabi palsu. Dari buahnyalah kita dapat mengenali mereka. Dari tindakannyalah kita dapat mengenali nabi palsu.
Kesimpulan
Alkitab telah memberitahu kita serinci-rincinya terhadap penyesatan yang dilakukan oleh nabi-nabi palsu. Setiap yang mereka ucapkan, ajarkan, injil palsu yang juga diberitakan mereka, semuanya hanya menuju kebinasaan dan jauh dari kasih Allah. Yang paling penting dan utama kita harus mengenali mereka dari buahnya. Kita harus menguji dan tak lantas percaya buta. Jangan hanya karena sebuah ajaran yang membuat senang telinga kita, membuat kita kehilangan jalan kebenaran yang telah dikaruniakan Allah. Sebagai penutup, mari kita baca tulisan dari Rasul Yohanes mengenai nabi-nabi palsu.
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan—1 Yohanes 4:1-6
Tuhan Yesus memberkati.