• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Monday, May 16, 2022

Home » Tokoh » Isaac Newton: Ilmuwan yang Percaya Penyaliban Yesus

Isaac Newton: Ilmuwan yang Percaya Penyaliban Yesus

  Only Truth     Monday, May 16, 2022

Nama Isaac Newton tentu tak asing lagi bagi ilmu pengetahuan dunia modern. Sir Isaac Newton merupakan seorang ilmuwan paling berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan ia sampai-sampai dikenal sebagai "Bapak ilmu fisika klasik". Ia telah berkontribusi dalam banyak bidang seperti matematika, fisika, optika, dan astronomi. Apalagi jika kita membahas tentang gravitasi, namanya akan selalu melekat.


Newton adalah orang yang jenius. Bahkan, dengan kejeniusan dan semangat ilmu pengetahuan, Newton menciptakan sebuah metode untuk menghitung tanggal penyaliban Yesus. Meski ia sendiri diketahui bukan Kristen arus utama atau bisa dibilang adalah seorang Arianisme, namun Newton menghabiskan banyak waktunya untuk mempelajari Alkitab terutama nubuat-nubuat yang di dalamnya. Baginya, Newton percaya Tuhan selalu ikut ambil bagian dalam sejarah manusia.


After Godfrey Kneller (Public domain)

Biografi Singkat

Newton lahir pada 25 Desember tahun 1642 di Woolsthorpe, Lincolnshire, Inggris. Ia lahir prematur tepat pada hari raya Natal. Ketika kecil, Newton tak pernah mengenal siapa ayah kandungnya, sebab ayahnya meninggal sebelum Newton lahir. Ibu Newton kemudian menikahi seorang pendeta dari Gereja Anglikan.


Kehidupan Newton kecil semain berat ketika ayah tirinya tersebut meninggal. Saat kejadian itu Newton berusia 14 tahun, dan itu menjadi beban tersendiri karena ia adalah anak sulung, yang artinya ia harus bertanggung jawab menjaga dan menghidupi ibu dan ketiga adiknya. Karena faktor kehidupan yang susah dan ekonomi yang rumit ini, Newton sempat putus sekolah. Namun karena Newton terkenal sebagai anak yang baik dan pintar, ia diberi beasiswa penuh untuk melanjutkan sekolahnya di King's College.


Setelah lulus, Newton melanjutkan pendidikannya di Trinity College University Cambridge karena bercita-cita ingin menjadi pendeta. Namun sayang, lagi-lagi langkahnya harus terhenti karena kendala ekonomi. Tapi ada satu yang perlu kita tiru dari seorang Newton. Bahwa, pencobaan-pencobaan yang terjadi dalam kehidupannya, tak lantas membuat ia jauh dari Kitab Suci.

Percobaan adalah obat yang diberikan Dokter kita yang Mahamurah dan Baik karena kita memang memerlukannya. Dia memberi seberapa sering dan berat pencobaan itu sesuai kemampuan kita. Mari kita percaya akan kepiawaian-Nya dan berterima kasih atas resep yang diberikan-Nya

Menurut penuturan Newton sendiri, kejadian-kejadian aneh, unik, dan ajaib yang terjadi selama hidupnya mengindikasikan bahwa Tuhan punya rencana spesial untuknya. Setelah banyak berkontribusi dalam ilmu pengetahuan, pada tanggal 31 Maret 1727 Newton meninggal dalam tidurnya dan dikebumikan di Westminster Abbey di London.


Iman

Mungkin Newton tampak seperti seorang yang menyesuaikan diri dengan Gereja Inggris, bahkan ia juga sempat dianggap ortodoks dalam pemahamannya tentang Trinitas. Namun setelah ditemukan risalah-risalah teologinya, Newton ternyata seorang Arian. Arian adalah sebuah sekte Kekristenan yang percaya bahwa Yesus adalah Allah, namun ciptaan dan lebih rendah dari Allah Bapa.


Kendati demikian, Newton tumbuh dalam lingkungan keluarga Anglikan dan menjadi anak yang saleh. Sejak kecil ia sudah membiasakan diri membaca Alkitab dan mempelajarinya, bahkan perpustakaan pribadi ayah tirinya pun juga menjadi santapan sehari-harinya.

Saya percaya Alkitab adalah Firman Allah yang ditulis oleh orang-orang yang memperoleh wahyu, sehingga saya mempelajarinya tiap hari.

Meskipun Newton adalah seorang anti-trinitarian, tapi itu tak lantas membuatnya menjadi seorang Ateis atau tak percaya akan eksistensi Tuhan. Malahan Newton menentang paham ateis yang tengah berkembang saat itu dan menganggapnya sebagai sebuah paham bodoh yang menyangkal akan keberadaan Tuhan. Bagi Newton, dengan mengamati tata surya, melihat jarak, panas, atau cahaya matahari ke bumi yang ideal, tentunya itu tak terjadi secara kebetulan. Semua yang ada di alam semesta pasti ada campur tangan Tuhan.

Gravitasi menerangkan gerakan planet-planet, namun tak dapat menerangkan siapa yang menggerakkannya pertama kali. Tuhan mengatur semua hal dan mengetahui apa saja yang ada atau dapat dilakukan

Sebelum meninggal, Newton meninggalkan beberapa karya dari hasil pemikiran dan kecintaannya pada Alkitab. Contohnya adalah "Chronology of Ancient Kingdoms" dan "Observations upon the Prophecies of Daniel".


Metodologi Newton dan Penyaliban Yesus

Seperti yang sudah kita bahas tentang kehidupan sang ilmuwan yang tidak hanya tertarik pada pengetahuan saja tapi juga tentang Alkitab, Newton bahkan membuat sebuah metodologi untuk mencari tahu kapan persisnya kejadian Penyaliban Yesus Kristus. Berikut metodologi yang digunakan Newton.


Pertama, keempat Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) sepakat penyaliban Yesus terjadi saat paskah Yahudi dan wafat sebelum persiapan Sabat Yahudi (Mat 27:62; Mark 15:42; Luk 23:54; Yoh 19:31). Paskah Yahudi dirayakan antara pukul tiga atau lima pada 14 bulan Nisan (Imamat 23:5-6; Bil 28:16-17).


Injil Yohanes menyatakan hari pengadilan Yesus di hadapan Pilatus dan hari di mana Ia dijatuhi hukuman mati adalah sebelum Paskah (Yoh 18:42; 19:14). Rasul Paulus dalam tulisannya pada jemaat di Korintus juga memberi petunjuk bahwa Yesus sebagai "Anak Domba" telah disembelih sebagai Kurban Paskah (1 Kor 5:7) dan bangkit bertepatan dengan perayaan Yahudi Bikkurim (buah pertama/sulung); diinterpretasikan dari 1 Korintus 15:20.

Catatan: Bikkurim adalah sebuah perayaan dengan mempersembahkan buah pertama/sulung sebagai ucapan syukur atas berkat Allah dan syukur atas hasil panen (Ima 23:10). Bikkurim dirayakan setelah Sabat (Ima 23:11).

Kalau penyaliban Yesus terjadi pada masa Pontius Pilatus (25-36 M), lalu apakah benar 14 Nisan jatuh pada hari Jumat?


Menurut perhitungan Paskah pada zaman Yesus, Paskah selalu dirayakan pada bulan Purnama dan memang jatuh pada hari Jumat dalam kalender Masehi. Dengan perhitungan dan referensi peristiwa-peristiwa yang terekam di Injil, Newton mempertimbangkan kisaran tahun 31-36 M. Jika penyaliban Yesus di hari Jumat, maka yang cocok hanya pada tanggal 3 April 33 M dan 23 April 34 M.


Namun pendapat penyaliban Yesus terjadi tahun 34 M ditentang Newton karena tak sesuai dengan waktu pertobatan Paulus. Newton pun mengambil kesimpulan bahwa tanggal penyaliban Yesus adalah 3 April tahun 33 M. Tanggal 3 April 33 M juga dipertimbangkan oleh Newton karena perkataan Rasul Petrus yang menyatakan "bulan menjadi darah" di Kisah Para Rasul 2:20. Menurut Newton ini menunjuk pada gerhana bulan yang terjadi saat itu. Pendapat ini semakin diperkuat di mana Injil sendiri mencatat saat penyaliban Yesus dunia diselimuti kegelapan (Mat 27:45; Luk 23:44).


Kesimpulan

Tidak perlu diragukan lagi, Sir Isaac Newton adalah salah seorang ilmuwan terkemuka di dunia. Ia menyumbang banyak pemikiran dan gagasan tentang ilmu pengetahuan, bahkan hingga sekarang pemikirannya masih kita pelajari. Kendati ia telah menjadi ilmuwan besar, Newton kecil yang suka membaca Alkitab tetaplah sama dengan Newton dewasa. Newton tetaplah Newton. Semua penemuannya adalah jawaban Tuhan dari apa yang didoakannya; kira-kira seperti itu yang dikatakannya. Dia percaya akan Allah dan dia percaya akan kebenaran Firman Allah yang tertulis dalam Alkitab.

By Only Truth at May 16, 2022
Labels: Tokoh

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media