• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Monday, May 2, 2022

Home » Lain » Kisah Tragis Di Balik Lagu I Have Decided to Follow Jesus

Kisah Tragis Di Balik Lagu I Have Decided to Follow Jesus

  Only Truth     Monday, May 2, 2022

Mengikut Yesus keputusanku ... 3x

Ku tak ingkar, ku tak ingkar ...


Pasti penggalan lirik di atas tak asing lagi di telinga kita. Lagu ini merupakan terjemahan dari lagu aslinya yang berjudul "I have decided to follow Jesus". Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan hampir dinyanyikan umat Kristen di seluruh penjuru dunia. Lagu dengan nada sederhana, namun liriknya nan menyentuh berhasil membuat dampak yang luar biasa bagi jemaat awam maupun misionaris. Tapi, siapa sangka bahwa lagu ini terinspirasi dari kisah nyata yang tragis?


Kisah nyata lagu "I have decided to follow Jesus"

Setiap lirik dari lagu ini berdasarkan dari perkataan Nokseng, seorang pria suku Garo di Assam, India. Pada abad 19, dia beserta istri dan kedua anaknya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Nokseng mengetahui Injil dari seorang misionaris Amerika. Di antara sukunya, hanya Nokseng sekeluarga saja yang memilih menjadi pengikut Yesus. Ketika iman Nokseng sampai ke telinga kepala suku, sang kepala suku menjadi geram dan menangkap Nokseng. Kepala suku juga memaksa Nokseng untuk meninggalkan imannya. Jika Nokseng menolak meninggalkan imannya, maka ia akan dihukum mati. Namun, karena keteguhan imannya, Nokseng menjawab, "I have decided to follow Jesus. No turning back" atau "Mengikut Yesus keputusanku. Ku tak ingkar".


Sang kepala suku semakin geram. Ia kemudian memerintahkan bawahannya untuk membunuh kedua anak Nokseng. Hanya sekejap saja, panah menembus tubuh kedua anaknya dan mereka berdua pun mati di depan mata Nokseng. Kepala suku memberi kesempatan lagi dan menuntut Nokseng untuk menyangkal Yesus yang dia sembah jika mau istrinya selamat. Tapi lagi-lagi, pria itu tetap kokoh pada imannya dalam Yesus dengan menjawab, "Though no one joins me, still i will follow" atau "Tetap kuikut walau sendiri". Istri Nokseng pun mati di depan matanya.


Sudah dua kali sang kepala suku memberi kesempatan pada Nokseng dan ia belum menyerah. Kini hanya tersisa dirinya dengan Nokseng. Untuk ketiga kalinya kepala suku memberi kesempatan jika Nokseng ingin tetap hidup dengan menyangkal Yesus. Nokseng tak membalas tawaran itu. Dengan iman teguh dan sentuhan Roh Kudus, ia menjawab, "The cross before me, the world behind me" atau "Salib di depan, dunia di belakang". Dan ucapannya itu menjadi kata terakhir yang keluar dari mulut Nokseng. Nokseng pun mati bersama istri dan kedua anaknya.


Kematian Nokseng tidaklah sia-sia. Beberapa lama kemudian, sang kepala suku menjadi heran akan keteguhan iman Nokseng pada sosok yang bernama Yesus. Kepala suku menjadi begitu penasaran dengan sosok yang disembah Nokseng hingga Nokseng rela mati demi-Nya. Rasa penasaran sang kepala suku pun akhirnya terjawab. Ia mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus lalu menerima-Nya sebagai Juruselamat dan akhirnya bertobat. Bahkan bukan hanya kepala suku saja yang bertobat, namun juga seluruh penduduk desa menjadi percaya pada Yesus Kristus.


Kini, di zaman sekarang, hampir 90% orang suku Garo dan 80% orang suku Khasi di Meghalaya, India, menjadi orang-orang percaya. Darah Nokseng telah menyuburkan tanah di negara bagian wilayah timur laut India ini dan menumbuhkan benih-benih Injil bagi setiap orang yang hendak memetiknya. Kisah tragis yang dialami Nokseng beserta keluarganya ini kelak akan tetap dikenang melalui lagu yang terinspirasi dari ucapannya: I have decided to follow Jesus. Kiranya kisah Nokseng menjadi penguat iman kita untuk tetap setia pada Kristus, terutama di Indonesia di mana masih banyak merebak kasus-kasus intoleransi.

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan—Roma 14:8
By Only Truth at May 02, 2022
Labels: Lain

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media