• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Monday, May 23, 2022

Home » Apologetika » Memahami Pengertian, Tujuan, dan Pentingnya Apologetika bagi Iman Kristen

Memahami Pengertian, Tujuan, dan Pentingnya Apologetika bagi Iman Kristen

  Only Truth     Monday, May 23, 2022

Iman Kristen tak luput dari berbagai macam kritik dan serangan seiring berkembangnya zaman. Beberapa orang mungkin memilih bersabar dengan berdiam diri, namun bagi beberapa orang yang mulai geram dan mengingat keharusan pekabaran Injil pun akhirnya menjawab setiap serangan yang ditujukan pada Kekristenan. Orang-orang pun mengenal apa yang namanya Apologetika. Sebenarnya apologetika bukanlah hal yang baru bagi iman Kristen, sebab jauh dari zaman sekarang Bapa-bapa Gereja telah menjaga iman yang murni yang diajarkan Kristus dan rasul-rasul-Nya sendiri. Seperti apa yang dikatakan Rasul Petrus dalam suratnya.

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu—1 Petrus 3:15-16

Mari kita mengenal lebih dalam apa itu apologetika, apa pentingnya dan tujuannya bagi iman Kristen.


Pengertian Apologetika

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), apologetika adalah uraian sistematis untuk mempertahankan suatu ajaran. Kata "apologetika" berasal dari kata Yunani apologia, yang artinya 'pembelaan'. Dalam konteks pengadilan di zaman dulu, orang-orang yang didakwa bersalah diizinkan untuk memberi sebuah jawaban atau sanggahan atas setiap tuduhan sebagai sebuah pembelaan (apologia). Dalam Perjanjian Baru yang menggunakan bahasa Yunani, kata "apologia" sendiri muncul sebanyak tujuh belas kali tergantung dalam konteksnya masing-masing.


Apologetika bukanlah sekadar sebuah pembelaan tanpa bukti semata. Justru apologetika meneguhkan iman Kristen melalui sumber-sumber fakta yang kredibiltasnya dapat dipertanggungjawabkan. Apologetika bahkan berkembang untuk menghadapi isu-isu berat seperti sejarah, budaya, teologi, bahkan juga sains.


Tujuan Apologetika

Sejak semula apologetika hadir bukan untuk sebagai sebuah serangan terhadap kepercayaan dan agama lain agar membuat Kekristenan menjadi agama yang mutlak benar. Apologetika hadir justru karena serangan-serangan dari non-Kristen yang menuduh iman kita tanpa sebuah fakta, yang jatuhnya pada sebuah tuduhan. Apologetika hadir bukan untuk pembenaran iman dengan sikap arogan yang percaya buta tanpa dukungan realitas, namun apologetika hadir sebagai sebuah wujud reaksi pembelaan atas argumentasi yang keliru yang ditujukan untuk iman Kristen.


Apologetika memiliki tujuan kuat untuk membela iman Kristen melalui kajian yang bersifat fakta serta bukti-bukti sejarah. Dengan dibangunnya bukti-bukti kuat ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi orang Kristen awam sendiri atau menjadi jalan yang dapat diterima bagi mereka yang ingin mengenal iman Kristen.


Apologetika juga bertujuan untuk menjawab kesalahpahaman atau tuduhan yang tak berdasar yang memiliki kepentingan menyerang Kekristenan dan menjatuhkan iman saja. Ketika kita diserang dalam ranah lingkungan masyarakat atau yang sering terjadi di dunia sosial media, kita memiliki hak menjawab setiap apa yang mereka salahpahami tentang kita. Orang lain takkan mengenal kita kecuali jika kita mengenalkan diri kita. Untuk itulah apologetika tercipta. Apologetika tercipta dengan sendirinya melalui kesadaran ketika orang lain ingin mengenal iman kita. Jika kita tak mengenalkan iman kita, maka wajarlah timbul berbagai macam pandangan yang sebenarnya tak kita yakini atau imani, sebab tak ada hubungan saling mengenal.


Dengan menggunakan hak jawab, kita secara tak langsung telah ikut berpartisipasi membela iman Kristen dan ber-apologetika. Namun, kadang kala sebuah jawaban meskipun berdasarkan fakta tak dapat diterima begitu saja. Beberapa orang mungkin akan tetap kokoh dengan pendiriannya yang sepanjang hidupnya ia pegang dan tetap kekeh bahwa Kekristenan keliru. Hal inilah yang memicu para apologis (orang-orang yang ber-apologetika) lebih memilih melakukan penyerangan daripada cuma bertahan saja. Penyerangan ini mereka lakukan untuk membuktikan bahwa ajaran-ajaran yang mereka pegang belum tentu benar, dan tak lupa juga menyampaikan bahwa keselamatan mutlak hanya pada Yesus Kristus.


Apologetika sejatinya sebagai sebuah jawaban dan pembelaan atas tuduhan. Apologetika seyogianya disampaikan dengan lembut dan kasih sesuai dengan iman Kristen sendiri. Jikalau berapologetika menjadikan seseorang angkuh, arogan, tanpa mempertimbangkan sesuatu, dia tidak sedang membela iman Kristen, namun dia hanya sedang membela dirinya sendiri. Serangan para apologis yang kadang bahasanya terlalu vulgar pun tak jarang membuat mereka yang berada di luar Kristus menjadi sakit hati dan enggan menerima keselamatan-Nya, meskipun terkadang kebenaran itu memang pahit dan menyakitkan. Memang para pembela iman Kristen ini memiliki tujuan yang berbeda, entah sebagai sebuah benteng pertahanan atau sebagai sebuah reaksi pembalasan. Kendati demikian, alangkah baiknya apologetika dilakukan dengan dasar kasih, dan untuk selebihnya biarlah Roh Kudus yang bekerja pada pribadi masing-masing.


Pentingnya Apologetika

Tak jauh berbeda dengan tujuan adanya apologetika, pentingnya apologetika juga dimaksudkan sebagai sebuah pembelaan atas setiap pemahaman yang keliru tentang Kekristenan. Memang apologetika tak umum diajarkan dalam norma Gereja dan hanya kita dapatkan melalui internet atau sekolah-sekolah teologi yang khusus mengajarkan apologetika. Kendati demikian, bukan berarti kita tak bisa belajar ber-apologetika. Dengan belajar ber-apologetika kita telah memiliki kesadaran bahwa iman ini harus dipertanggungjawabkan seperti perkataan Rasul Petrus dalam suratnya.


Kendati tak ada keharusan agar setiap orang Kristen belajar apologetika, namun akan sangat penting jika kita mempelajarinya agar menjadi sebuah bekal ilmu di saat iman kita dipertanyakan. Dengan kita sedikit mengetahui apa itu apologetika, bagaimana penerapannya, apa saja yang dibutuhkan, kita tidak sedang membela iman saja, namun juga memungkinkan sebagai jembatan untuk mereka yang berada di luar Kristus yang tertarik untuk mengenal-Nya. Jadi, apologetika tidak hanya penting bagi kita saja namun penting bagi orang lain.

By Only Truth at May 23, 2022
Labels: Apologetika

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media