• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Thursday, May 19, 2022

Home » Apologetika » Perbedaan Respon Para Murid Ketika Melihat Yesus Berjalan di atas Air

Perbedaan Respon Para Murid Ketika Melihat Yesus Berjalan di atas Air

  Only Truth     Thursday, May 19, 2022

Bagaimana respon para murid ketika melihat Yesus berjalan di atas air? Matius menyatakan dalam tulisannya bahwa mereka menyembah-Nya, sedangkan Markus mencatat jika mereka hanya tercengang dan bingung. Mana yang benar?


Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: Sesungguhnya Engkau Anak Allah—Matius 14:33
Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung—Markus 6:51

Jawaban

Setiap penulis Injil pasti memiliki sudut pandang yang berbeda ketika mencatat Injil versi mereka. Dengan begitu pastinya mereka juga memiliki maksud dan tujuan yang berbeda dalam kepenulisannya. Tidak adanya penyembahan atau pengakuan di Markus seperti yang dicatat Matius (Engkau Anak Allah), bukan berarti peristiwa itu tidak terjadi.


Ungkapan bingung di Markus yang diterjemahkan LAI kurang tepat. Sebab kata "bingung" dalam bahasa aslinya menggunakan ethaumazon. Kata ini lebih bermakna ke "heran". Jika kita mengaitkan kedua teks di atas dan menarik garis lurus, maka kita akan mendapat kesimpulan sederhana bahwa penyembahan seperti yang dikatakan Matius terjadi karena para murid merasa "heran atau takjub". Kita bisa membandingkannya dengan ayat di bawah.

Dan heranlah (ethaumasan) orang-orang itu, katanya: Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?—Matius 8:27

Matius dan Markus tidaklah berlawanan. Ini bukanlah kontradiksi. Mereka justru memberi kita kisah yang utuh dan lengkap. Sebab, jika suatu peristiwa yang terjadi dituliskan oleh sejumlah orang yang berbeda dengan narasi yang sama persis, maka hal itu tidak perlu dituliskan dan akan menjadi sia-sia bagi pembacanya. Berbeda tidak selalu berarti bertentangan. Justru kadang perbedaan melengkapi, seperti pada kasus kepenulisan Injil.

By Only Truth at May 19, 2022
Labels: Apologetika

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media