• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Saturday, May 14, 2022

Home » Tokoh » Sebastian Bach: Komposer Religius dari Jerman

Sebastian Bach: Komposer Religius dari Jerman

  Only Truth     Saturday, May 14, 2022

Bagi para penikmat musik instrumental tentu nama Sebastian Bach tak asing di telinga. Namanya bahkan juga sering kali muncul dalam Kidung Jemaat. Bach adalah seorang yang sangat berpengaruh dalam perkembangan musik barat pada zamannya. Kemahiran dan kecerdasannya dalam bermain musik membuatnya rindu untuk memuliakan Tuhan melalui karya-karya yang ia ciptakan. Lantas, bagaimana kehidupan sang maestro dan apakah dia seorang religius yang berdampak bagi Gereja?

Elias Gottlob Haussmann (Public domain)

Kisah ringkas kehidupan Bach

Bach atau yang bernama lengkap Johann Sebastian Bach, lahir pada 21 Maret 1685 di Jerman. Dia adalah anak kedelapan sekaligus yang bungsu dari pasangan Johann Ambrosius Bach dan Maria Elisabeth Lämmerhirt. Keluarga Bach sebenarnya adalah keluarga musisi yang sudah lebih dulu dikenal. Ketika Bach menginjak usia 10 tahun ibunya meninggal dunia pada tahun 1694, dan delapan bulan kemudian ayahnya pun menyusul. Bach yang adalah seorang yatim piatu pun kemudian memutuskan tinggal bersama kakak tertuanya yang bernama Johann Christoph Bach, seorang pemain organ di Gereja St. Michael di Ohrdruf. Dari kakaknya itulah Bach banyak mendapat pengetahuan berharga seputar musik.


Ketika Bach berusia 14 tahun, ia mendapat beasiswa sehingga bisa bersekolah di sekolah ternama saat itu. Pada Januari 1703, setelah lulus dari sekolahnya, Bach diangkat sebagai musisi di kapel Duke Johann Ernst III di Weimar. Reputasinya kian meningkat di sana. Ia kemudian juga menjadi pemain organ di Gereja St. Boniface di Arnstadt. Namanya semakin melambung hingga Bach kerap kali dipanggil sebagai pemain organ di sejumlah Gereja.


Bach adalah seorang komposer dan musisi pada era Barok akhir. Apa itu era Barok? Singkatnya, zaman atau era Barok adalah zaman yang berlangsung sesudah zaman Renaisans dan sebelum zaman Klasik. Kata Barok berasal dari bahasa Prancis baroque, yang dipakai untuk mendeskripsikan seni, musik, atau gaya arsitektur di zaman itu. Era Barok sendiri berlangsung sekitar tahun 1600 sampai 1750. Elef Nesheim, profesor dari akademi musik Norwegia, mengatakan bahwa peralihan era musik barok ke musik klasik diyakini setelah Sebastian Bach meninggal, yakni pada tahun 1750. Di era Barok akhir ini, ada sejumlah komposer lain yang tak kalah terkenal seperti Antonio Lucio Vivaldi, Giovanni Battista Pergolesi, atau Georg Philipp Telemann.


Tentang kehidupan pribadinya, Bach sendiri diketahui menikahi sepupunya pada tahun 1706 yang bernama Maria Barbara Bach. Sayangnya, kisah cinta mereka tak abadi. Tahun 1720, Maria tiba-tiba saja mengembuskan napas terakhir meninggalkan sang suami sekaligus sang maestro. Setahun kemudian, Bach menikahi seorang perempuan bernama Anna Magdalena Wülcken, seorang penyanyi sopran.


Pada tanggal 28 Juli 1750, Johann Sebastian Bach mengembuskan napas terakhirnya di Leipzig, Jerman. Sang maestro pergi, meninggalkan karya-karyanya yang masih dinikmati hingga kini. Namun, darah Bach sebagai musisi tidaklah mati atau terhenti. Bakatnya serta kepiawaiannya dalam bermusik diteruskan oleh anak-anaknya kemudian. Bahkan, anak-anak Bach juga berpengaruh dalam perkembangan dunia musik saat itu.


Iman Bach dan Pengaruhnya

Tak ada yang mengetahui pasti apakah Bach menjadi bagian dari Gereja Katolik atau Gereja Lutheran. Namun, banyak yang berpendapat dari gaya komposisi musiknya jelas sekali bahwa Bach terpengaruhi oleh teologi reformasi dan Martin Luther.


Kendati demikian, tak perlu diragukan lagi bahwa selain membawa perubahan besar bagi dunia musik saat itu, Bach juga telah berjasa bagi Gereja melalui sejumlah karyanya. Ketika ia bekerja sebagai direktur sekaligus guru di Gereja St. Thomas pada tahun 1723, Bach aktif menciptakan kantata. Ada banyak karyanya yang terkenal. Beberapa di antaranya seperti "The Christmas Oratorio" yang melukiskan suasana natal, "St. Matthew Passion" yang menceritakan kisah dalam Injil Matius 26-27, dan "Mass in B Minor" yang melalui lagu ini namanya mulai dikenal dalam musik Gereja. Hampir tiga perempat dari keseluruhan karyanya ia tulis untuk puji-pujian Gereja. Pada lembaran-lembaran karya yang ia tulis, Bach kerap kali menyisipkan kalimat INJ (In Nomine Jesu), yang berarti 'Dalam Nama Yesus'.


Fun Fact:Pada lembaran-lembaran karya yang ia tulis, Bach kerap kali menyisipkan kalimat INJ (In Nomine Jesu), yang berarti 'Dalam Nama Yesus'

Setelah Bach meninggal namanya perlahan memudar bersama karya-karyanya. Karya-karyanya tidak diacuhkan hampir selama 80 tahun oleh publik pada saat itu. Padahal musisi terkenal sekelas Mozart dan Beethoven saja memuji karya milik Bach. Nama Bach baru kembali mencuat ke permukaan sekitar tahun 1829 setelah seorang komposer Jerman bernama Felix Mendelssohn melakukan pertunjukan The Passion of St. Matthew.

By Only Truth at May 14, 2022
Labels: Tokoh

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media