Kiamat atau akhir zaman adalah sebuah doktrin umum yang pasti diajarkan oleh seluruh agama di dunia, salah satunya termasuk Kristen. Kekristenan percaya akan adanya akhir dunia juga hari kebangkitan. Mereka yang percaya dan bertahan akan diselamatkan, namun mereka yang tak percaya dan senang hidup dalam dosa akan binasa.
Namun misteri terbesar bagi umat beragama adalah hari kiamat. Sepanjang tahun, dari generasi ke generasi, tanda-tanda alam yang menua selalu menakutkan. Kita mungkin selalu bertanya-tanya, kapan kiamat itu? Dengan harapan jika kita mengetahuinya, kita akan berbuat baik dan siap ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Tidak ada seorang pun manusia yang mengetahui kapan datangnya hari besar tersebut. Ramalan dan perkiraan manusia tak akan pernah memahami apa yang direncanakan Allah. Bagaimana Tuhan Yesus sendiri? Apakah Tuhan Yesus tahu kapan datangnya hari kiamat? Mari kita baca ayat berikut.
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri—Matius 24:36
Jika kita membaca keseluruhan konteks Matius 24, apa yang dikatakan Yesus adalah jawaban dari pertanyaan murid-muridnya yang bertanya kapan akhir zaman atau kiamat terjadi. Apakah ini berarti Yesus tidak tahu hari kiamat? Bukankah Kekristenan percaya jika Yesus adalah Tuhan. Tapi mengapa hari kiamat Dia tidak tahu?
Yesus tidak tahu kapan datangnya kiamat?
Pertama-tama yang perlu kita ketahui adalah sebelum Yesus menjadi manusia dan sama seperti kita, Ia adalah Firman Allah (Yoh 1:1). Karena Firman Allah adalah Allah, maka akan sangat aneh jika Yesus yang adalah Allah tidak tahu kapan hari kiamat tiba. Yesus memang sepenuhnya Allah, tapi Dia juga sepenuhnya manusia. Dua kodrat dan natur inilah yang jarang diketahui.
Ketika Firman itu mengambil bentuk daging dan berbaur di antara manusia lainnya, Ia tidak melepaskan kodrat ilahi-Nya. Dalam kemanusiaan-Nya Dia memiliki batasan seperti manusia umumnya, namun tak terikat selamanya dan hanya bersifat sementara. Dalam natur-Nya sebagai manusialah Yesus bahkan merendahkan diri layaknya hamba, dan bukan menunjukkan atau meninggikan diri-Nya yang adalah Tuhan (Fil 2:5-11). Jadi, ketika Ia berbicara bahwa Ia tidak tahu kapan hari kiamat tiba, Yesus sedang berbicara dalam kodrat-Nya sebagai manusia, sebab misteri-misteri semesta hanya Allah yang tahu. Tentu saja kodrat ilahi-Nya sebagai Firman tahu kapan akhir zaman akan tiba. Jangankan sekadar hari kiamat, isi hati manusia pun Yesus tahu (Yoh 2:25).
Memang Yesus tidak memberitahu kapan tepatnya kedatangan kedua-Nya, namun yang paling penting Ia telah mengatakan tanda-tanda menuju akhir zaman pada kita. Dia bisa saja memberi tahu kita kapan hari kiamat datang, namun seandainya kita tahu apakah kita akan siap? Kalaupun kita tahu kapan pastinya hari hancurnya dunia, kita akan asyik berbuat dosa terlebih dulu, tak mengenal batasan, berbuat sesukanya sehingga menyakiti hati Bapa, dan kita akan baru bertobat ketika waktu kiamat yang ditetapkan tiba. Apakah seperti itu konsep pertobatan? Apakah seperti itu konsep keselamatan? Kendati demikian, Yesus telah memperingatkan pada kita untuk senantiasa berjaga-jaga.
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga—Matius 42:42-44
Kita haruslah senantiasa mentaati setiap perkataan-Nya sepanjang hidup, bukan hanya waktu kita tua, menjelang mati, atau menjelang hari kiamat (seandainya kita tahu). Kita harus selalu berjaga-jaga, terus berbuat baik serta kasih, dan setia hingga hari kita kembali ke pelukan-Nya. Jika kita tidak berjaga-jaga, hari Tuhan akan datang layaknya seperti pencuri, hilang begitu saja. Pada saat itu menyesal pun tak ada gunanya.