Dalam percakapannya dengan Nikodemus, seorang Farisi, Kristus mengatakan bahwa, "tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia" (Yoh 3:13). Mereka yang menolak Juruselamat menganggap bahwa perkataan-Nya ini bertentangan atau kontradiksi dengan isi Kitab Suci Sendiri, yang dimaksud dalam hal ini adalah Perjanjian Lama.
Perkataan Yesus Kristus yang dicatat Rasul Yohanes dianggap kontradiksi dengan Perjanjian Lama. Sebab, Perjanjian Lama mencatat setidaknya ada dua orang nabi benar yang naik ke surga.
Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah—Kejadian 5:24
Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai—2 Raja-raja 2:11
Lalu manakah yang benar? Apakah Yesus tidak mengetahuinya? Apakah Rasul Yohanes yang mencatat Injil juga tidak tahu jika ada nabi sebelum Yesus yang terangkat ke langit?
Ada Nabi selain Yesus yang Naik ke Sorga?
Untuk menjawab dan memahami maksud perkataan Yesus, kita harus memahami keseluruhan konteks ayat tersebut. Mari baca sekali lagi perkataan Yesus di Injil Yohanes 3:13.
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia—Yohanes 3:13
Perhatikan kata yang digaris bawahi. Kata ini tidak ditulis dalam bentuk future atau "akan datang", melainkan dalam bentuk lampau (telah naik, telah turun). Jadi, Yesus tidak sedang menghubungkan peristiwa kenaikan-Nya yang akan datang dengan kenaikan nabi Henokh dan Elia. Yesus Kristus sebagai Mesias yang dinanti-nanti, dalam setiap perkataan-Nya, selalu menyinggung Perjanjian Lama sebagai bukti mengenai diri-Nya, terutama perkataan-Nya mengenai Anak Manusia yang turun dari Surga.
Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?—Ulangan 30:12
Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!—Amsal 30:4
Lalu, mari kita hubungkan kedua ayat dari Perjanjian Lama di atas dengan perkataan Yesus di Injil Yohanes, dalam bab sama di ayat-ayat sebelumnya.
Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya—Yohanes 3:2
Jika kita baca keseluruhan pembicaraan antara Yesus dengan Nikodemus, kita akan tahu bahwa Nikodemus adalah seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi (Yoh 3:1). Tentunya Nikodemus memiliki pengetahuan mengenai Kitab Suci dan tentunya juga dia tahu tentang kenaikan nabi Henokh dan Elia tanpa dijamah oleh kematian. Namun, dalam percakapannya dengan Yesus, Nikodemus tahu persis bahwa Yesus sedang menyatakan diri-Nya yang adalah penggenapan melalui perkataan-Nya tersebut (Yoh 3:13). Dan hanya Yesus Kristus sendiri, Sang Firman yang turun ke dunia, yang datang dengan pengetahuan tentang hal-hal ilahi dan surgawi. Lagi pula, kenaikan nabi Henokh dan Elia bukan dari kekuatan mereka sendiri, berbeda dengan Yesus Kristus.
Selain itu, sebenarnya nabi Henokh dan Elia tidak naik ke Surga, yang adalah tempat yang sama dengan Kristus, melainkan ke sebuah tempat tertentu. Lalu ke mana kedua nabi benar tersebut naik?
Kenaikan Nabi Henokh dan Elia
 |
| Ikon Nabi Henokh & Nabi Elia dari abad 17 | Museum Sejarah di Sanok, Polandia |
Pertanyaan mengenai ke mana kenaikan nabi Henokh dan Elia akan sulit dijelaskan, sebab Kitab Suci sendiri tak menuliskannya secara rinci, namun pembahasan ini akan menarik. Bapa-bapa suci di abad awal, berusaha menjelaskan masalah ini sebagaimana yang terdapat dalam Kitab Suci.
Elia naik seolah-olah ke Surga karena dia adalah seorang hamba, tetapi Kristus naik ke Surga dengan kuasa-Nya sendiri karena Dia adalah Tuhan—St. Yohanes Krisostomus
'Yang ini' seolah-olah ke Surga (2 Raj 2:11), tetapi Kristus langsung ke Surga—St. Sirilus dari Yerusalem
Jadi, nabi Henokh dan Elia, seolah-olah naik ke Surga, bukan dengan kekuatan mereka sendiri. Namun surga tempat mereka tak sama dengan Surga Rohani di mana takhta Kristus berada. Nabi Elia diangkat dengan kereta berapi merupakan gambaran ia diangkat oleh bantuan para malaikat, oleh sebab keterbatasan dan kelemahannya sebagai manusia.
Berbeda dengan Kristus, Ia tidak memperlukan kereta atau para malaikat. Sebab karena kuasa-Nya sendiri, Yesus Kristus turun ke dalam dunia dan kembali ke takhta agung-Nya juga dengan kuasa-Nya sendiri. Yohanes dari Damaskus mengatakan, Anak Allah menjadi manusia, tetapi tak meninggalkan Surga dan pangkuan Bapa, dan setelah memiliki kodrat manusia, naik ke tempat Ia sebelumnya berada sebagai Allah. Hipostatis Kedua dari Tritunggal Mahakudus, yakni Putera Allah, setelah mengambil kodrat manusia, kembali ke Bapa atau seperti yang Injil katakan duduk di sebelah kanan Allah (Mark 16:19).
Kesimpulan
Tidak ada kontradiksi atau pertentangan antara Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru, antara ucapan Yesus dan isi Perjanjian Lama. Nabi Henokh dan Elia diangkat ke sebuah tempat khusus, surga yang berbeda dengan Surga Rohani, hingga hari akhir dunia tiba. Mereka berada di sebuah tempat penantian, bukan tempat Allah dan para malaikat-Nya berada, sampai kedatangan Sang Mesias kedua kalinya ke dunia untuk penghakiman. Rasul Paulus dalam suratnya memberikan keterangan tambahan mengenai surga.
Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau — entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga—2 Korintus 12:2
Jadi perkataan Yesus mengenai tidak ada seorang pun yang telah naik ke Surga adalah tepat. Tidak bertentangan dengan fakta Kitab Suci. Sebab hanya melalui Kristus-lah kita diselamatkan dan dapat masuk ke sana. Melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib untuk menebus dosa kita, yang membukakan jalan bagi kita agar kita dapat masuk ke tempat kudus tersebut, yakni Surga.