• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Thursday, June 16, 2022

Home » Ajaran » Yesus Menyuruh Murid-Nya Mencuri Keledai?

Yesus Menyuruh Murid-Nya Mencuri Keledai?

  Only Truth     Thursday, June 16, 2022

Sejumlah orang menuduh bahwa Yesus, yang adalah Tuhan bagi umat Kristen, telah mengajarkan mengambil sesuatu secara gratis, atau kasarnya mencuri. Tuduhan ini muncul bukan tanpa alasan. Tuduhan ini muncul karena salah memahami makna suatu ayat. Mari kita baca ayat yang dimaksud tersebut.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku—Matius 21:1-2
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari—Markus 11:1-2
Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari—Lukas 19:29-30

Ayat yang tertera di ketiga Injil di atas seolah menjadi bukti bahwa Yesus menyuruh dua orang murid-Nya mengambil keledai orang lain. Ayat di atas dianggap juga telah bertentangan dengan sifat Kristus yang tak berdosa atau suci. Apa yang dikisahkan di atas adalah peristiwa sebelum Yesus dielu-elukan di Yerusalem.


Tuhan kita, Yesus Kristus, tidaklah menyuruh atau bahkan mengajarkan untuk mencuri. Setiap perkataan dan perbuatan yang dilakukan-Nya selalu mengacu pada Perjanjian Lama mengenai nubuat Mesias. Kita bisa menemukan maksud penggenapan tersebut di ayat berikut.

Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda—Zakaria 9:9

Tuduhan bahwa Yesus atau murid-Nya "mencuri hewan" ini justru menjadi bumerang bagi para pemfitnah-Nya, sebab peristiwa agung ini menunjukkan benarlah Yesus Mesias yang dinanti-nantikan. Kitab nabi Zakaria sudah ada sebelum Kristus datang ke dunia. Inilah penggenapannya yang dimaksud. Bahkan, jawaban ini bukan hanya dari perspektif Kekristenan saja. Bagaimana Sang Mesias akan datang dengan keledai bahkan diungkapkan juga menurut perspektif Yudaisme dalam Kitab Talmud.

Rabi Alexandri berkata: Rabi Yehoshua bin Lewi menimbulkan pertentangan antara dua penggambaran kedatangan Sang Mesias. Ada tertulis: "tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia ... Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan ... Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal" (Daniel 7:13-14). Dan ada tertulis: "Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda" (Zakaria 9:9). Rabi Alexandri menjelaskan: Jika orang-orang Yahudi pantas menerima penebusan, Sang Mesias akan datang dalam cara yang menakjubkan dengan awan-awan dari langit Tetapi jika mereka (orang-rang Yahudi) tidak pantas menerima penebusan, Sang Mesias akan datang dengan lemah lembut dan mengendarai seekor keledai—Sanhedrin 98a

Jadi tuduhan yang lain seperti orang Kristen memalsukan ayat untuk memaksakan penggenapan yang ada di Perjanjian Lama, dibantah langsung melalui penafsiran orang Yahudi sendiri.


Lagi pula, makna pencurian adalah suatu tindakan mengambil properti milik orang lain secara tidak sah atau tanpa seizin pemiliknya. Sedangkan apa yang diperintahkan Yesus jelas, bahwa Ia memerlukannya dan akan segera mengembalikannya (Markus 11:3). Lalu ketika kedua murid itu akan mengambil keledai muda tersebut, beberapa orang yang ada di dekat mereka menanyakan apa yang dilakukan murid tersebut dengan melepaskan keledainya. Mereka pun menjawab seperti yang dikatakan Yesus, "Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini". Bagaimana reaksi orang-orang kemudian?

Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu? Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka—Markus 11:5-6

Jadi kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Yesus tidak mencuri atau menyuruh murid-murid-Nya untuk mencuri. Jikalau mereka hendak mencuri, seharusnya orang-orang yang melihatnya akan menangkap dan menghukum mereka. Namun kenyataannya mereka justru membiarkannya (lih. ayt 6). Mencuri adalah mengambil tanpa sepengetahuan orang atau pemiliknya, dan mencuri adalah tindakan mengambil tanpa mengembalikan. Berbeda dengan meminjam. Sedangkan Yesus mengatakan bahwa Ia memerlukannya dan akan segera mengembalikannya.

By Only Truth at June 16, 2022
Labels: Ajaran

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media