• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Saturday, July 2, 2022

Home » Lain , Sains , Sejarah » Apakah Adam dan Hawa Tokoh Historis?

Apakah Adam dan Hawa Tokoh Historis?

  Only Truth     Saturday, July 2, 2022

Ketika kita membaca kitab Kejadian (Beresyit), kita akan menemukan narasi di mana Allah Tritunggal menciptakan semesta. Setelah bumi tercipta dan segala isinya, Allah kemudian menciptakan manusia pertama menurut gambar dan rupa-Nya. Dari tulang rusuknya kemudian diciptakan pasangan untuknya. Kedua manusia pertama itu kita kenal dengan nama Adam dan Hawa.


Adam dan Hawa kita yakini sebagai leluhur dari segala ras manusia modern sekarang. Ini sangat penting bagi fondasi pemahaman kita terutama dalam hubungan antara manusia dengan Allah dan dengan makhluk ciptaan lainnya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah itu benar? Apakah Adam dan Hawa tokoh historis?


Apakah Adam dan Hawa Tokoh Historis?
Image by FreeBibleimages

Pertentangan tentang eksistensi Adam dan Hawa muncul karena perbedaan pandangan dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang lebih meyakini bahwa semesta tercipta secara sistematis dan manusia merupakan salah satu materi yang mampu bertahan, jelas berbeda dengan apa yang dikatakan Kitab Suci mengenai penciptaan. Apalagi kisah-kisah penciptaan di Alkitab dituding menjiplak mitos cerita rakyat Mesopotamia, yang jelas-jelas tak dapat dibuktikan secara absah.


Kalau begitu, apakah Adam dan Hawa tokoh historis?


Historisitas Adam dan Perdebatannya

Tokoh Adam dan Hawa yang bagi umat beragama diyakini sebagai leluhur manusia dikisahkan hidup sekitar 6.000 tahun SM, sedangkan para ilmuwan menyimpulkan bahwa manusia purba telah ada ratusan ribu tahun dan dominan hidup di daratan Afrika. Kedua pandangan ini jelas berbeda, bertentangan, dan kontradiksi. Keduanya tak mungkin didamaikan atau disatukan dalam cerita yang utuh dan rapi.


Namun tak dapat didamaikan bukan berarti tak dapat berjalan beriringan. Teori kreasionis dan teori evolusionis jelas memiliki perbedaan tajam. Evolusionis meyakini bahwa penciptaan merupakan kejadian yang terjadi secara kebetulan, mulai dari suatu hal yang sederhana dan terus berkembang menjadi kompleks. Pandangan ini ditentang keras oleh kreasionis dengan dalil bahwa rancangan-rancangan semesta tak mungkin teratur dan sistematis tanpa disebabkan oleh perancang cerdas, yakni Tuhan.


Untuk membuat kedua teori ini berjalan beriringan, banyak teolog modern menginterpretasikan Kitab Kejadian secara figuratif dan hanya bersifat simbolis. Misalnya, penciptaan selama enam hari bukan diartikan secara harfiah. Maksudnya kata satu hari yang digunakan dalam Kitab Kejadian bukan 24 jam per hari.


Kreasionis menganggap bahwa penciptaan satu hari merupakan bahasa kiasan yang menunjukkan jutaan atau bahkan miliaran tahun. Argumen ini didasarkan pada ayat Alkitab Mazmur 90:4 ("Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam"). Jika begitu, manusia yang diciptakan pada hari keenam seperti yang tertera di Alkitab, sejatinya diciptakan setelah bumi berusia enam ratus ribu atau enam juta atau enam miliar tahun sejak dijadikan.


Yang lain beranggapan bahwa Adam dan Hawa memang manusia pertama, namun mereka berevolusi dan baru menjadi Homo Sapiens setelah Tuhan meniupkan nafas-Nya pada mereka. Ada juga pandangan yang cukup ekstrem dengan memadukan paham kreasionis dan evolusi sekaligus (Theistic evolutionary Creationism). Para penganutnya yang dikenal dengan Christian Darwinism percaya bahwa melalui Big Bang dan evolusi Allah menciptakan alam semesta dan isinya. Di sini Kitab Kejadian ditafsirkan secara alegoris, bukan harfiah.


Memang ada sejumlah kata yang digunakan Kitab Kejadian bersifat simbolis. Namun apa yang simbolis bukan berarti tidak historis. Bukan berarti seluruh isi Alkitab harus dimengerti alegoris, sebab ada juga detail-detail lokasi yang sesuai dengan data arkeologi. Begitu juga dengan bukti-bukti mengenai anak-anak keturunan Adam atau silsilahnya. Tentu tidak mungkin kita secara sepihak mengenali keturunannya sebagai tokoh historis sedangkan Adam sebagai tokoh simbolis.


Perjanjian Baru sendiri sering menghubungkan Adam dengan Kristus, seperti silsilah Yesus Kristus ke Adam (Luk 3:23-38), Rasul Paulus yang menjelaskan hubungan dosa Adam menuju keselamatan Yesus (Rom 5:14-15; 1 Kor 15:45), atau juga konfirmasi Rasul Paulus mengenai penciptaan pertama Adam dan Hawa (1 Tim 2:13-14). Jika Yesus dan Rasul Paulus sendiri adalah tokoh historis, dan mereka menyinggung soal Adam, maka tidak ada alasan untuk mengecualikan Adam sebagai tokoh historis.


Selain itu, bila tidak ada Adam maka juga tidak ada Injil (No Adam No Gospel). Jika kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa tidak historis, itu berarti kematian Yesus di salib adalah hal yang sia-sia, sebab Keselamatan ada karena pelanggaran atau kesalahan. Maka penyaliban Yesus, yang juga sudah terbukti historis, tidak mungkin terjadi tanpa ada landasan penebusan. Lagi pula, untuk tujuan apa Kristus sampai-sampai harus menyelesaikan tugas dari tokoh fiktif yang diciptakan?


Kesimpulan

Terlepas dari semua pertentangan dan perdebatan mengenai asal-usul manusia, Alkitab dengan narasinya telah menerangkan bahwa tokoh Adam dan Hawa sungguh nyata. Mereka berdua adalah tokoh historis. Memandang Adam dan Hawa sebagai tokoh fiktif justru akan memposisikan diri kita berlawanan dengan ajaran Kristus dan Rasul Paulus. Keduanya tidak sedang menyebut tokoh yang diambil dari mitos atau cerita-cerita rakyat.


Sekalipun ada banyak pertentangan siapa, apa, dan dari mana Adam berasal, penolakan akan keabsahan kisahnya secara tidak langsung juga membuat kita jatuh dalam penyangkalan pada keselamatan yang diberikan Kristus Yesus.


By Only Truth at July 02, 2022
Labels: Lain, Sains, Sejarah

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media