• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Saturday, July 30, 2022

Home » Genosida , Persekusi , Sejarah » Genosida Yunani: Pembantaian terhadap Orang Yunani dan Kristen

Genosida Yunani: Pembantaian terhadap Orang Yunani dan Kristen

  Only Truth     Saturday, July 30, 2022

Kabar mengenai diubahnya Hagia Sophia menjadi masjid oleh Presiden Turki Erdogan sempat menggegerkan dunia. Kabar itu menyakiti hati banyak orang Kristen, termasuk Kristen Ortodoks. Bangunan bersejarah yang dulu adalah katedral sekaligus takhta Patriark Konstantinopel kini berubah fungsinya.


Pengubahan fungsi bangunan Hagia Sophia ini membangkitkan luka lama bangsa Yunani. Tanah yang kini merupakan wilayah administratif Turki sejatinya telah lama ditinggali oleh bangsa Yunani sejak era Homeros sekitar 800-an SM.


Luka itu semakin bertambah jika mengingat sejarah yang tak pernah bisa dilupakan oleh bangsa Yunani terkait genosida yang dilakukan oleh bangsa Turk.


Genosida Yunani

Genosida Yunani atau Malapetaka Besar atau juga Genosida Pontos adalah sebuah upaya pemusnahan secara sistematis terhadap orang-orang Yunani-Kristen yang mendiami wilayah Kesultanan Utsmaniyah. Genosida ini tepatnya berlangsung di wilayah Anatolia selama masa Perang Dunia I sekitar tahun 1914-1923.


Peristiwa mengerikan ini dilakukan di bawah pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah atas dasar agama dan etnis. Orang-orang Yunani-Kristen harus mengalami pembantaian, deportasi dengan pawai kematian, eksekusi acak, penghancuran unsur budaya dan sejarah, dan perusakan gereja-gereja serta biara-biara Kristen Ortodoks.


Gereja Amphilochius di Konya setelah dihancurkan Turki pada 1916
Gereja Amphilochius di Konya setelah dihancurkan Turki pada 1916 | Sumber: The New Near East, November 1920

Etnis Yunani telah mendiami Asia Kecil atau Anatolia jauh sebelum bangsa Turk datang. Era helenisasi menyebabkan kuatnya pengaruh budaya dan bahasa Yunani yang dominan di Asia bahkan hingga Eropa. Pengaruh helenisasi ini terus mengakar dan berkembang di bawah Kekaisaran Romawi Timur atau yang disebut juga Bizantium. Setelah masa penganiayaan terhadap orang Kristen dihentikan, mayoritas penduduk Kekaisaran Bizantium adalah orang Yunani yang beragama Kristen.


Seiring berjalannya waktu pengaruh Yunani menurun bersamaan runtuhnya Kekaisaran Bizantium karena invasi yang dilakukan Kesultanan Utsmaniyah. Bangunan-bangunan dihancurkan dan diganti dengan pengaruh budaya serta agama baru yakni Islam. Kendati demikian, pada saat itu orang-orang Yunani Bizantium masih diizinkan tinggal.


Saat Perang Dunia I berlangsung, penindasan terhadap penduduk beretnis Yunani dimulai. Alasan Kesultanan Utsmaniyah melakukan penindasan tersebut lantaran takut apabila orang Yunani membantu musuh-musuh mereka.


Selain itu, penindasan ini juga berhubungan dengan etnis serta agama. Pemerintah Utsmaniyah memberlakukan migrasi paksa atau pengusiran orang-orang Yunani agar mereka meninggalkan rumah mereka, sehingga daerah yang ditinggalkan tersebut digantikan oleh para pengungsi Muslim.


Orang-orang Yunani-Kristen pun ditindas, bahkan dibunuh secara sistematis dan terstruktur. Sebagian yang selamat diusir dan terpaksa melarikan diri. Gerakan-gerakan anti-Yunani ini sempat menuai kritik dari sejumlah negara. Ratusan ribu orang Yunani diperkirakan tewas dalam peristiwa ini. Perlakuan pemerintah Utsmaniyah terhadap orang-orang Yunani-Kristen dan kebijakan-kebijakannya dinilai sama persis dengan apa yang sebelumnya mereka lakukan terhadap orang Armenia. Peristiwa ini disebut-sebut sebagai genosida.


Pasca Perang Dunia I kebijakan Kesultanan Utsmaniyah terhadap penduduk Yunani berubah. Kebijakan ini berubah karena permintaan Jerman agar penganiayaan terhadap orang Yunani dihentikan. Kendati pemerintah Utsmaniyah berusaha mengubah kebijakan ini, sejumlah oknum masih melakukan serangan bahkan pembunuhan. Pemaksaan agama untuk berpindah dari Kristen ke Islam pun turut mengikuti peristiwa tersebut.


Orang-orang Yunani berkabung di Smirna tahun 1922
Orang-orang Yunani berkabung. Smirna, 1922 | Sumber: American Red Cross

Konflik kedua bangsa tersebut terus berlangsung. Deportasi sistematis terhadap penduduk Yunani di Asia Kecil menjadi landasan pasukan Yunani untuk memerangi Turki pada Perang Yunani-Turki atau Perang Asia Kecil yang terjadi antara tahun 1919-1922. Perang ini dimenangkan oleh Turki.


Smirna direbut oleh pasukan Turk. Empat hari setelahnya terjadi kebakaran besar di Smirna, tepatnya pada September 1922. Diperkirakan korban yang meninggal karena kebakaran ini sekitar puluhan hingga ratusan ribu jiwa, baik orang Yunani maupun Armenia.


Kebakaran di Smirna mengakhiri konflik Perang Yunani-Turki dan diiringi dikeluarkannya Perjanjian Lausanne. Dalam perjanjian tersebut, Yunani harus memberikan semua wilayah yang sebelumnya miliknya menjadi milik Turki. Setelahnya, Republik Turki resmi berdiri menggantikan Kesultanan Utsmaniyah.


Penyangkalan Turki atas Genosida

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, dalam sebuah konferensi bersumpah bahwa peristiwa yang terjadi di masa lampau terhadap Armenia dan Yunani bukanlah sebuah genosida. Erdogan menyatakan bahwa pada peristiwa tersebut keduanya mengalami kerugian, baik secara materi maupun jumlah korban yang berjatuhan.


Fakta yang Sebenarnya

8.000 orang Yunani dari Anatolia atau Asia Kecil berlindung di sejumlah gua dekat Aleppo, Suriah
8.000 orang Yunani dari Anatolia atau Asia Kecil berlindung di sejumlah gua dekat Aleppo, Suriah | Sumber: The New Near East, Juli 1923

Kendati ada penolakan bahwa peristiwa yang menyebabkan jutaan jiwa melayang adalah genosida, para sejarawan dengan tegas mengatakan peristiwa tersebut adalah genosida yang dilakukan secara sistematis. Selain itu, catatan-catatan Patriark Konstantinopel dan Gereja Ortodoks menyebutkan bahwa orang-orang Kristen-Yunani mengevakuasi diri, namun banyak juga yang diserang dan dibunuh.

Kekejaman dan kejahatan akhir-akhir ini diberlakukan dengan keterlibatan pihak berwenang terhadap populasi orang-orang Kristen di Trakia dan tindakan kejam yang mengerikan pada orang-orang Kristen di Asia Kecil, tanpa ada keraguan di pikiran kita bahwa populasi Ortodoks di Timur harus puas dengan sebuah rencana sistematis dan matang yang mengancam populasi dengan pembinasaan utuh — Patriark Konstantinopel, Germanus V, menulis pada 19 Mei 1914

Salah satu sumber sejarah yang berasal dari memoar duta besar Amerika Serikat untuk Kesultanan Utsmaniyah, mencatat antara tahun 1913-1916, bahwa di sejumlah tempat orang-orang Yunani dikumpulkan dan digiring ke pedalaman. Diperkirakan jumlah penduduk Yunani yang diusir ini setidaknya ratusan ribu hingga jutaan jiwa. Deportasi ini mengakibatkan perjalanan yang menuju pada kematian.


Pada November 1916, seorang pejabat Utsmaniyah, yakni Rafet Bey, menyatakan terus terang keinginannya untuk memusnahkan bangsa Yunani sebagaimana yang dulu dilakukan pada bangsa Armenia.


Peristiwa Genosida Yunani sampai sekarang masih membekas bagi orang Yunani, dan di sisi lain juga bagi orang-orang Kristen. Banyak tugu-tugu yang didirikan untuk memperingati peristiwa tersebut di seluruh Yunani. Bahkan, sejumlah negara lain turut mendirikan tugu peringatan tersebut, seperti Jerman, Kanada, Amerika Serikat, Swedia, dan Australia.


By Only Truth at July 30, 2022
Labels: Genosida, Persekusi, Sejarah

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media