Bagi umat Kristen, terutama Katolik, Yerusalem atau Vatikan menjadi tempat yang wajib dikunjungi. Namun ada satu tempat lagi yang tak kalah populer, yakni Fatima. Di tempat itulah diketahui Bunda Maria menampakkan diri pada ketiga anak gembala. Bagaimana kisah mereka bertiga hingga bisa bertemu dengan Bunda Maria? Simak kisahnya di bawah ini.
Kisah Tiga Anak Gembala Bertemu Bunda Maria
Kisah ini dimulai di sebuah kota kecil bernama Fatima, yang terletak 142 km sebelah utara kota Lisbon di Portugal. Bunda Maria menampakkan diri pada tiga orang anak yang bernama Lucia, Francisco, dan Jacinta. Saat penampakan tersebut terjadi, ketiganya masih berusia sangat muda. Mereka bertiga adalah anak yang rajin juga saleh.
 |
| (kiri ke kanan) Lucia, Francisco, dan Jacinta dari Fatima |
Sebelum berjumpa dengan Bunda Maria, ketiga anak tersebut mengalami penampakan pertama sebagai persiapan. Penampakan tersebut terjadi pada suatu hari di musim panas tahun 1916 ketika mereka selesai berdoa Rosario bersama. Mereka melihat penampakan sesosok yang putih berkilauan. Sosok itu memperkenalkan diri sebagai Malaikat Perdamaian. Malaikat itu menampakkan diri pada ketiga anak gembala untuk mempersiapkan mereka bertemu dengan Bunda Maria.
Penampakan Bunda Maria
Hari itu, seperti rutinitas biasanya, mereka menggembalakan ternaknya di padang Cova da Iria yang jaraknya kira-kira satu mil dari desa mereka. Setelahnya, mereka bertiga makan siang lalu berdoa Rosario. Tiba-tiba saja mereka melihat cahaya yang sangat terang bagai kilat muncul dari langit. Dari cahaya itulah muncul penampakan sesosok wanita cantik bermandikan cahaya. Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Bunda Maria. Bunda Maria kemudian berjanji akan mengunjungi mereka tiap tanggal 13 selama 6 bulan berikutnya pada jam dan tempat yang sama.
Pada tanggal 13 Juni 1917, Bunda Maria menepati janjinya untuk menemui ketiga anak gembala. Mereka kembali bertemu di padang Cova da Iria. Pada pertemuan itu Bunda Maria mengatakan bahwa Francisco dan Jacinta akan segera pergi ke surga, sedangkan Lucia akan hidup lama untuk memperkenalkan devosi bagi Hati Maria yang Tak Bernoda kepada dunia.
Tanggal 13 Juli 1917, Bunda Maria kembali menampakkan diri sembari membawa tiga pesan rahasia. Tiga pesan inilah yang kelak membuat Fatima menjadi terkenal. Tiga rahasia itu adalah: pemandangan mengenai neraka yang mengerikan, peringatan mengenai komunis dan permintaan Bunda Maria agar Rusia dikonsekrasikan bagi Hatinya yang Tak Bernoda, dan penglihatan terbunuhnya seorang Paus.
Pada bulan-bulan berikutnya Bunda Maria menampakkan diri pada ketiga anak gembala di tempat yang sama. Bahkan, Bunda Maria berjanji akan menunjukkan suatu tanda agar orang-orang menjadi percaya. Pada tanggal 13 Oktober 1917, ramai orang datang dan berkumbul di Fatima setelah mendengar perkataan ketiga anak gembala. Diperkirakan saat itu berkumpul 70.000 hingga 100.000 orang yang ingin melihat mukjizat seperti yang dikatakan ketiga anak gembala. Banyak juga orang yang meragukan datang hanya untuk mencerca.
 |
| Puluhan ribu orang yang berlutut karena melihat mukjizat di Fatima, 13 Oktober 1917 |
Saat hari itu hujan tak berhenti sejak pagi. Namun antusias orang-orang, bahkan media massa dari Lisbon dan Porto, membuat mereka bergeming dan mengurungkan niat untuk pergi. Tepat pada tengah hari, hujan yang semula begitu lebat tiba-tiba berhenti. Langit terbuka dan matahari muncul. Matahari tersebut begitu terang, namun semakin lama terlihat seolah mendekat. Kerumunan orang banyak yang menyaksikan hal tersebut lantas ketakutan sebab berpikir kiamat sudah datang.
Kepanikan dan kekacauan pun terjadi. Namun Lucia segera menenangkan kerumunan orang banyak. Ia dan kedua saudaranya, yang rupanya menyaksikan Bunda Maria, mengatakan bahwa Bunda Maria meminta agar didirikan sebuah kapel tepat di tempat tersebut untuk menghormatinya.
Tidak ada yang bisa menjelaskan fenomena tersebut secara ilmiah. Fenomena atau mukjizat tersebut telah menggetarkan hati orang beriman maupun yang tak beriman dan keras hatinya. Oleh sebab tak ada yang mampu menjelaskannya (hingga sekarang), maka media massa saat itu menyebutnya sebagai Miracle of the Sun atau "Mukjizat Matahari".
 |
| Surat Kabar O Seculo yang melaporkan "Mukjizat Matahari" |
Penampakan mukjizat itu disaksikan oleh puluhan ribu orang, baik yang percaya maupun skeptis. Orang-orang skeptis dan paham ateisme yang saat itu sedang berkembang, seolah-olah digoncangkan karena keajaiban yang menakjubkan itu. Bahkan, media massa atau surat kabar Masonik yang anti-Katolik di Lisbon, O Seculo, juga melaporkan keajaiban Mukjizat Matahari di halaman depan surat kabar mereka.
Makna Tiga Pesan Rahasia dari Bunda Maria
Pada awalnya penampakan Fatima diragukan kebenarannya, bahkan institusi Gereja Katolik pun demikian. Memang sangat wajar bagi institusi agama untuk meragukan sejumlah kesaksian demi memperoleh kebenaran. Namun setelah dilakukan penyelidikan secara intensif, para Uskup menyatakan penampakan tersebut autentik.
Tiga pesan rahasia yang disampaikan Bunda Maria pada ketiga anak gembala (Lucia, Francisco, Jacinta) juga menarik perhatian akan kebenarannya. Pesan pertama dan kedua dituliskan terlebih dahulu lalu dipublikasikan, sedangkan pesan ketiga menyusul. Pesan ketiga dari Bunda Maria ini cukup rahasia sehingga Paus Paulus VI menyatakan untuk tidak mempublikasikannya sementara.
Ketiga pesan yang berisi ramalan yang disampaikan Bunda Maria ini terjadi. Kedua ramalan mengenai perang dunia dan komunisme sudah terjadi. Sedangkan ramalan mengenai terbunuhnya seorang paus ditafsirkan sebagai usaha pembunuhan Paus Yohanes Paulus II oleh seorang pemuda Turki pada 13 Mei 1981.
Mukjizat dan pesan Bunda Maria dari Fatima ini merupakan salah satu peristiwa terbesar dalam dunia Kekristenan, terutama bagi Gereja Katolik. Dalam ketiga pesan ini sejatinya masih ada pesan-pesan lain yang terkandung di dalamnya. Sejumlah orang menginterpretasikan pesan di Fatima sebagai peringatan awal dari akhir zaman. Pesan dari Fatima juga diduga mengisyaratkan bahwa akan ada kemurtadan besar dalam tubuh Gereja.
Fatima Sekarang
Pada 4 April 1918, Francisco meninggal di usia 10 tahun, sedangkan Jacinta meninggal pada 20 Februari 1920 di usia 9 tahun. Lucia, satu dari ketiga anak yang dipilih untuk hidup lama, kemudian menjadi seorang biarawan (suster). Ia dianugerahi berumur panjang, hingga akhirnya meninggal pada 13 Februari 2005 di usia 97 tahun. Maka genaplah seperti yang dikatakan Bunda Maria pada ketiga anak gembala tersebut.
Tempat di mana Bunda Maria menampakkan diri kepada Lucia, Francisco, dan Jacinta, kini berdiri sebuah kapel yang megah. Bahkan kini Fatima menjadi salah satu tempat ziarah yang terkenal dan paling banyak dikunjungi, meskipun masih kalah populer dengan Lourdes di Prancis.