• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Thursday, August 11, 2022

Home » Arkeologi » Arkeolog Menemukan Sinagoge Berusia 2.000 Tahun di Galilea, Sezaman dengan Yesus

Arkeolog Menemukan Sinagoge Berusia 2.000 Tahun di Galilea, Sezaman dengan Yesus

  Only Truth     Thursday, August 11, 2022
Ekskavasi di Magdal, Penemuan Kedua Sinagoge
Ekskavasi di Magdala, Penemuan Kedua Sinagoge | Sumber: University of Haifa

Sebuah sinagoge kuno yang diperkirakan telah berusia lebih dari 2.000 tahun dan sezaman dengan periode kehidupan Yesus di dunia berhasil ditemukan oleh tim arkeologi Israel di situs Magdala.


Magdala atau Migdal (Ibrani) adalah sebuah nama tempat di Israel kuno yang disebut di Talmud Yahudi dan Perjanjian Baru. Perjanjian Baru menyebut nama Magdala di Matius 15:39 sebagai variasi dari nama "Magadan". Selain itu banyak yang mengaitkan Magdala dengan tempat asal Maria Magdalena (Maria dari Magdala).


Tim arkeologi Israel menemukan temuan ini di Magdala, di tepi utara Danau Galilea. Magdala adalah pemukiman besar semasa Periode Bait Suci Kedua yang berlangsung sekitar tahun 530 SM-70 M. Magdala juga merupakan kota penting bagi para nelayan dan perikanan pada abad pertama. Seorang sejarawan Yahudi dari abad pertama, Flavius Yosefus, menyebut sebuah kota yang kaya dan indah sebelum tentara Romawi menghancurkannya pada Perang Yahudi-Romawi Pertama. Para ahli yang mengidentifikasi ini yakin bahwa Flavius Yosefus menyinggung Magdala.


Dilansir dari CBN News, Dina Avshalom-Gorni, salah satu direktur ekskavasi, mengatakan: "Kita dapat membayangkan Maria Magdalena dan keluarganya datang ke sinagoge di sini, bersama dengan penduduk dari Magdala untuk berpartisipasi dalam kegiatan agama dan komunal."


Dr. Dina Avshalom-Gorni dan Dr. Yehuda Guvrin di lokasi penggalian, Magdal, Israel, 2021
Dr. Dina Avshalom-Gorni dan Dr. Yehuda Guvrin di lokasi penggalian, Magdal, Israel, 2021 | Sumber: University of Haifa

Sinagoge yang ditemukan ini berbentuk persegi yang terbuat dari basal dan batu kapur dengan aula tengah dan tambahan dua kamar. Dindingnya dilapisi plester putih. Di dalamnya terdapat bangku batu yang juga dilapisi plester. Para penggali juga menemukan rak yang mungkin sebagai tempat penyimpanan gulungan kitab Taurat.


Penemuan sinagoge ini bukanlah yang pertama kali. Tahun 2009, Otoritas Purbakala Israel menemukan sinagoge, yang didalamnya terdapat sebuah batu dengan relief Menorah. Kedua sinagoge ini ditemukan di area yang berdekatan dan sama-sama berasal dari Periode Bait Suci Kedua.


Penemuan sinagoge ini dinilai sangat penting, karena memberi petunjuk bahwa orang-orang Yahudi pada Periode Bait Suci Kedua mencari tempat keagamaan untuk mempelajari Taurat atau untuk tempat pertemuan sosial. Penemuan dua sinagoge yang berjarak kurang dari 200 meter ini merubah pemahaman akan kehidupan orang-orang Yahudi para periode saat itu.


Penemuan sinagoge dari zaman Yesus ini pertama kali dipamerkan pada Selasa, 28 Desember tahun 2021, di konferensi Institut Arkeologi Universitas Haifa.


By Only Truth at August 11, 2022
Labels: Arkeologi

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media