 |
| Ekskavasi di Magdala, Penemuan Kedua Sinagoge | Sumber: University of Haifa |
Sebuah sinagoge kuno yang diperkirakan telah berusia lebih dari 2.000 tahun dan sezaman dengan periode kehidupan Yesus di dunia berhasil ditemukan oleh tim arkeologi Israel di situs Magdala.
Magdala atau Migdal (Ibrani) adalah sebuah nama tempat di Israel kuno yang disebut di Talmud Yahudi dan Perjanjian Baru. Perjanjian Baru menyebut nama Magdala di Matius 15:39 sebagai variasi dari nama "Magadan". Selain itu banyak yang mengaitkan Magdala dengan tempat asal Maria Magdalena (Maria dari Magdala).
Tim arkeologi Israel menemukan temuan ini di Magdala, di tepi utara Danau Galilea. Magdala adalah pemukiman besar semasa Periode Bait Suci Kedua yang berlangsung sekitar tahun 530 SM-70 M. Magdala juga merupakan kota penting bagi para nelayan dan perikanan pada abad pertama. Seorang sejarawan Yahudi dari abad pertama, Flavius Yosefus, menyebut sebuah kota yang kaya dan indah sebelum tentara Romawi menghancurkannya pada Perang Yahudi-Romawi Pertama. Para ahli yang mengidentifikasi ini yakin bahwa Flavius Yosefus menyinggung Magdala.
Dilansir dari CBN News, Dina Avshalom-Gorni, salah satu direktur ekskavasi, mengatakan: "Kita dapat membayangkan Maria Magdalena dan keluarganya datang ke sinagoge di sini, bersama dengan penduduk dari Magdala untuk berpartisipasi dalam kegiatan agama dan komunal."
 |
| Dr. Dina Avshalom-Gorni dan Dr. Yehuda Guvrin di lokasi penggalian, Magdal, Israel, 2021 | Sumber: University of Haifa |
Sinagoge yang ditemukan ini berbentuk persegi yang terbuat dari basal dan batu kapur dengan aula tengah dan tambahan dua kamar. Dindingnya dilapisi plester putih. Di dalamnya terdapat bangku batu yang juga dilapisi plester. Para penggali juga menemukan rak yang mungkin sebagai tempat penyimpanan gulungan kitab Taurat.
Penemuan sinagoge ini bukanlah yang pertama kali. Tahun 2009, Otoritas Purbakala Israel menemukan sinagoge, yang didalamnya terdapat sebuah batu dengan relief Menorah. Kedua sinagoge ini ditemukan di area yang berdekatan dan sama-sama berasal dari Periode Bait Suci Kedua.
Penemuan sinagoge ini dinilai sangat penting, karena memberi petunjuk bahwa orang-orang Yahudi pada Periode Bait Suci Kedua mencari tempat keagamaan untuk mempelajari Taurat atau untuk tempat pertemuan sosial. Penemuan dua sinagoge yang berjarak kurang dari 200 meter ini merubah pemahaman akan kehidupan orang-orang Yahudi para periode saat itu.
Penemuan sinagoge dari zaman Yesus ini pertama kali dipamerkan pada Selasa, 28 Desember tahun 2021, di konferensi Institut Arkeologi Universitas Haifa.