Di tengah dunia yang semakin modern ini, ternyata masih ada suatu mukjizat yang tak pernah berhenti terjadi, terutama dalam dunia Kristen Ortodoks. Mukjizat itu adalah Api Suci atau Ἃγιον Φῶς (Yunani). Mukjizat ini terjadi sepanjang zaman, setiap tahunnya.
Mukjizat Api Suci terjadi di Gereja Makam Kudus, setiap Sabtu Suci atau sehari sebelum Paskah. Gereja Makam Kudus dibangun tepat di atas tempat di mana Yesus disalibkan dan dikuburkan, namun kemudian bangkit.
Gereja ini menjadi tempat bagi peziarah Kristen untuk mengenang wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Gereja ini menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi umat Kristen, sebab selain untuk mengenang tempat peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus, para peziarah juga ingin melihat mukjizat yang terjadi di Gereja Makam Kudus.
Disebut-sebut sebagai mukjizat sebab tepat pada hari perayaan, secara spontan seluruh lilin-lilin menyala dan menerangi gereja. Api ini diketahui berasal dari makam Kristus, menyala dengan sinar biru. Patriark Ortodoks yang lilinnya telah terlebih dulu terbakar kemudian akan keluar dan membagikan api tersebut kepada imam-imam, para peziarah dan umat.
Sejarah Mukjizat Api Suci
Catatan pertama mengenai peristiwa unik ini berasal dari abad ke-4 oleh sejarawan gereja, Eusebius, namun ia mencatat apa yang terjadi pada Paskah tahun 162 M di Yerusalem. Ketika para penjaga gereja hendak menyalakan pelita guna bersiap merayakan kebangkitan Kristus, tidak ada sisa minyak untuk dituangkan ke dalam pelita.
Uskup Narcissus dari Yerusalem pun memerintahkan untuk mengisi lilin-lilin dan pelita dengan air. Ia kemudian memberi perintah sipir untuk menyalakannya. Ajaibnya, lilin-lilin itu menyala di depan mata semua orang yang hadir. Lilin-lilin itu menyala seolah telah diisi minyak, padahal hanyalah sebatas air biasa.
Selain catatan itu, Yohanes dari Damaskus dan Gregorius dari Nyssa menarasikan bagaimana Rasul Petrus melihat Api Suci tersebut di Makam Kudus setelah kebangkitan Kristus. Tradisi serta catatan kuno juga menyatakan hal yang sama, bahwa keberadaan mukjizat Api Suci yang turun dari langit itu telah ada sejak abad-abad awal Kekristenan.
Keaslian Mukjizat Api Suci
Banyak yang bersikap skeptis dan menolak kebenaran mukjizat ini. Mukjizat ini dianggap sebagai tipuan atau trik yang dilakukan oleh para pengurus gereja. Sebagian juga berpendapat bahwa Patriark membawa sebuah korek api di sakunya. Kebenaran mukjizat ini ditolak dan dianggap sebagai propaganda.
Mereka yang skeptis, orang-orang ateisme, mengutip catatan-catatan yang berusaha mendeskripsikan penyebab terjadinya mukjizat itu. Para cendekiawan ateis ini mengutip apa yang dicatat oleh Ibn al-Qalanisi (1071-1160), al-Jawhari, dan Mujir al-Din (1456-1522).
Ketiga nama di atas sama-sama meragukan kebenaran mukjizat Api Suci dan menganggapnya hanya bagian dari sebuah trik. Para penulis ini masing-masing dalam catatannya berusaha menjelaskan secara rasional bagaimana Api Suci tersebut terjadi. Mereka berpandangan bahwa para imam melakukan persekongkolan agar kejadian yang seharusnya tampak biasa menjadi luar biasa.
Namun, karena ketiganya dan para penulis Muslim lainnya tidak memiliki kesepakatan argumentasi, dan justru malahan saling bertentangan, maka tidak mungkin dasar-dasar yang mereka pakai bisa diharapkan sebagai suatu dasar fakta dan kebenaran. Lagi pula, mukjizat Api Suci terjadi tahunan selama berabad-abad dan dapat diamati secara langsung. Mukjizat ini tak pernah berhenti dan tak terputus-putus. Setiap tahun ribuan orang akan datang untuk menyaksikan sendiri bagaimana mukjizat Api Suci bekerja.
 |
| Api Suci di Gereja Makam Kudus Yerusalem | Mar Sharb, Wikimedia Commons |
Mukjizat ini juga tak mendapat pengakuan dari orang-orang Kristen di barat, entah Protestan ataupun Katolik. Bagi Protestan yang tak memegang tradisi, mukjizat tersebut bukanlah hal yang nyata. Sedangkan Katolik Roma, melalui pernyataan Paus Gregorius IX mencela mukjizat yang terjadi di Gereja Timur ini dan menganggapnya sebagai penipuan. Ia juga melarang Ordo Fransiskan yang berada di Yerusalem berpartisipasi dalam perayaan ini.
Mukjizat Api Suci Kini
Meski banyak penolakan dan penyangkalan akan kebenaran mukjizat ini, kenyataannya mukjizat ini masih eksis sampai sekarang. Namun semenjak wabah virus yang menyerang seluruh dunia, jumlah peziarah yang diizinkan masuk ke Gereja Makam Kudus dibatasi.
Sedangkan di hari normal, ramai umat Kristen dari seluruh dunia datang untuk menyaksikan kebenaran mukjizat Api Suci dengan mata mereka sendiri. Mereka yang datang langsung bersaksi, bahwa api tersebut berbeda dengan api pada umumnya. Banyak yang mendokumentasikan keajaiban Api Suci di internet. Mereka berusaha mendekatkan api pada rambut, janggut, kertas, pakaian, dan api itu tak membakarnya.
Selain itu, sejumlah negara yang mayoritas penduduknya adalah Kristen Ortodoks, mengirim utusan untuk mengunjungi Gereja Makam Kudus, membawa api tersebut dalam sebuah wadah untuk dibawa ke negara mereka. Selama penerbangan api itu tetap tak padam. Ketika tiba di negara mereka, api itu kemudian akan disebarkan kepada umat Kristen di yang telah menantikannya.