Aksi terorisme kembali terjadi. Pengeboman yang menargetkan bangunan gereja dilakukan oleh suatu kelompok jihadis di Suriah. Setidaknya dilaporkan ada dua korban yang meninggal dan dua belas orang terluka ketika inaugurasi atau peresmian gereja replika Hagia Sophia berlangsung.
Gereja replika Hagia Sophia ini dibangun di kota Al-Suqaylabiyah yang tak jauh dari Hama. Penduduk kota ini adalah orang-orang Kristen Ortodoks Yunani. Gereja ini dimaksudkan untuk melayani komunitas lokal Ortodoks Yunani di sana.
 |
| Potongan video amatir ketika terjadinya pengeboman gereja di Al-Suqaylabiyah, Suriah |
Gereja kecil ini juga dibangun guna mengenang Katedral Hagia Sophia yang memiliki sejarah panjang dari abad ke-6 bagi Kekristenan. Apalagi semenjak tahun 2020 Hagia Sophia diubah fungsinya oleh otoritas pemerintahan Turki menjadi tempat ibadah bagi orang-orang Muslim.
Gereja dibangun dengan dukungan dan bantuan dari federasi Rusia. Tahun 2020 saat upacara peletakan batu pertama, Patriark Antiokhia Yohanes X, turut menghadiri untuk memberkati. Pasca kejadian pengeboman, Patriark Yohanes X mengutuk aksi teror tersebut.
Patriark Yohanes X menyatakan belasungkawa terdalam terhadap martir yang meninggal dan berharap agar yang terluka segera pulih. Patriark Antiokhia juga memberi pernyataan bahwa anak-anak Suqaylabiyah membayar harga iman mereka dengan darah. Ia berbelasungkawa kepada anak-anak Suqaylabiyah.