 |
| Tablet berusia 3.000 tahun berisi nama Tuhan dan kutukan | ABR/Michael C. Luddeni |
Sebuah penemuan tablet kuno di Israel digadang-gadang menjadi temuan arkeologi penting di dunia modern sekarang. Penemuan ini tidak hanya meneguhkan teks Alkitab namun juga mendukung pemahaman akan periode Perjanjian Lama.
Temuan ini diumumkan pertama kali oleh Dr. Scott Stripling, direktur Institut Studi Arkeologi, di The Bible Seminary di Katy, Texas. Temuan itu adalah tablet atau lembaran timah berbahasa Ibrani yang dilipat dan berukuran sekitar 2 sentimeter kali 2 sentimeter. Tablet seukuran perangko itu berisi 40 huruf Ibrani yang tampaknya merujuk pada peristiwa yang disebut dalam Ulangan 27:15-26 dan Yosua 8:30 di Gunung Ebal.
Ayat tersebut berbicara mengenai Yosua yang membacakan segala hukum Taurat, baik berkat maupun kutuk, kepada seluruh orang-orang Israel. Tablet yang berisi kutukan ini menggunakan huruf Ibrani kuno. Tablet yang menyebut nama Tuhan sebanyak dua kali tersebut ditemukan di situs Gunung Ebal, dekat kota Nablus, pada tahun 2019.
Salah satu laboratorium di Praha, Ceko, memindai tablet tersebut dan isinya berbunyi demikian: "Terkutuk, terkutuk, terkutuk — dikutuk oleh Tuhan YHW. Engkau akan mati terkutuk. Terkutuklah engkau pasti akan mati. Dikutuk oleh YHW — dikutuk, dikutuk, dikutuk."
Scott Stripling menjelaskan bahwa tablet tersebut diperkirakan berasal dari Zaman Perunggu akhir (3300 SM-1200 SM). Ini berarti usia tablet adalah sekitar 3.000 tahun. Tablet ini menjadi bukti bahwa orang-orang Israel melek huruf saat memasuki Tanah Suci.
Gunung Ebal adalah tempat di mana Yosua mendirikan mezbah bagi Tuhan seperti yang dinarasikan Alkitab. Dan di gunung ini jugalah Yosua membacakan Taurat di hadapan bangsa Israel. Maka akan sangat masuk akal jika tablet yang berisi kutukan itu ditemukan di Gunung Ebal, tempat Yosua pernah membacakan hukum Taurat.
Selain itu, tablet kutukan ini diperkirakan lebih tua dari Gulungan Laut Mati dan prasasti-prasasti Ibrani kuno lainnya. Salah satu surat kabar di Israel bahkan mengatakan bahwa tablet tersebut mungkin salah satu penemuan arkeologi terbesar yang pernah ada.