• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Wednesday, September 21, 2022

Home » Lain » Bolehkah Orang Kristen Percaya Astrologi atau Zodiak?

Bolehkah Orang Kristen Percaya Astrologi atau Zodiak?

  Only Truth     Wednesday, September 21, 2022
Photo by Nastya Dulhiier on Unsplash

Zodiak selalu menjadi topik menarik bagi generasi muda. Banyak orang yang membaca zodiak untuk mengetahui nasibnya, kepribadiannya, atau mencoba melihat sebuah peruntungan.


Ramalan zodiak seolah dipercaya sebagai jalan membuka peluang atau bahkan hubungan asmara. Kendati banyak yang percaya dengan zodiak, di dunia modern ini ramalan-ramalan yang mengandalkan rasi bintang tersebut terus dipertanyakan.


Banyak ahli yang menguji mengenai validitas zodiak mengenai hubungan bintang dengan kelahiran, kepribadian, atau masa depan. Kekristenan juga memiliki pandangan sendiri mengenai horoskop atau zodiak.


Lalu bagaimana pandangan Alkitab mengenai zodiak? Apakah zodiak dapat dipercaya? Bolehkah orang Kristen memercayai ramalan zodiak?


Daftar isi
  • 1 Apa itu Astrologi?
  • 2 Alkitab dan Perbintangan
  • 3 Bolehkah Percaya Horoskop atau Zodiak?
  • 4 Dosakah percaya Horoskop atau Zodiak?
  • 5 Mengapa banyak yang percaya pada zodiak?
  • 6 Bagaimana dengan Astronomi?
  • 7 Kesimpulan

1. Apa itu Astrologi?

Sebelum membahas mengenai zodiak, alangkah lebih baiknya terlebih dulu mengerti makna ilmu astrologi yang menjadi dasar dari zodiak.


Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), yang disebut astrologi adalah ilmu perbintangan yang dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang.


Astrologi berbeda dengan astronomi, meskipun secara sekilas keduanya sama-sama mengamati benda-benda angkasa. Astrologi memandang perbintangan sebagai petunjuk atau ramalan mengenai kehidupan seseorang. Sebaliknya, astronomi cenderung berfokus pada fenomena-fenomena di luar angkasa yang didukung dengan bukti ilmiah.


2. Alkitab dan Perbintangan

Alkitab cukup banyak menyinggung tentang benda-benda langit atau bintang. Benda-benda langit diciptakan Allah sebagai penerang yang menerangi bumi (Kej 1:14-16). Alkitab juga menyatakan bahwa Allah sendirilah yang mengatur gugusan bintang-bintang (Ayub 9:9; Amos 5:8), dan Ia pula yang menamainya (Mzm 147:4).


Allah juga memakai bintang sebagai gambaran atas janji-Nya pada Abraham, bahwa keturunan Abraham kelak akan seperti bintang di langit yang tak terhitung banyaknya (Kej 15:5).


Kisah orang-orang majus dari Timur pun juga menyinggung mengenai bintang. Ketika Kristus lahir di Betlehem, orang-orang majus dari Timur datang ke Yerusalem untuk menanyakan keberadaan-Nya. Orang-orang majus mengikuti bintang yang mereka lihat yang berhenti di tempat di mana Bayi Yesus berada (Mat 2:1-12).


Selain itu, Alkitab juga menerangkan bahwa akhir zaman akan ditandai dengan jatuhnya bintang-bintang dari langit (Mat 24:29; Wah 6:13).


3. Bolehkah Orang Kristen Percaya Horoskop atau Zodiak?

Pertanyaan mengenai bolehkah percaya horoskop atau ramalan zodiak selalu menimbulkan pertentangan. Ada banyak opini liar atas pertanyan tersebut. Seperti membolehkan membaca ramalan horoskop namun tidak untuk memercayainya. Atau ada juga yang sangat memercayainya.


Untuk menjawab pertanyaan semacam itu akan lebih baik jika kita mengacu kembali ke sumber utama, yakni Alkitab. Apa yang Alkitab katakan mengenai astrologi, horoskop, atau ramalan zodiak? Simak ayat berikut.


Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian —Ulangan 18:14


Konteks dari ayat di atas adalah perintah apabila ketika bangsa Israel telah memasuki negeri yang dijanjikan Tuhan jangan sampai bangsa Israel jatuh ke dalam dosa dengan lebih percaya peramal daripada Tuhan sendiri.


Alkitab dengan jelas dan tegas melarang bentuk praktik semacam sihir, ramalan, atau juga zodiak. Rencana Tuhan bagi masa depan seseorang tak dapat dipahami oleh siapapun, termasuk peramal yang adalah manusia biasa.


Bintang-bintang yang adalah ciptaan-Nya seharusnya menjadi dasar kita untuk percaya akan kebesaran, kekuasaan, dan kekuatan Allah. Bintang yang Ia ciptakan selayaknya menjadikan kita takjub akan perbuatan-Nya.


Larangan untuk percaya pada ramalan-ramalan bintang tentu memiliki alasan. Salah satunya agar manusia tidak jatuh ke dalam penyembahan benda-benda angkasa.


dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka—Ulangan 4:19


Menyembah matahari, bulan, atau bintang tentu adalah dosa besar yang melanggar kekudusan Allah. Sebab Allah adalah esa. Percaya atau bahkan sampai jatuh ke dalam penyembahan terhadap bintang merupakan dosa pemujaan berhala, yang mana jika kita lakukan hal tersebut akan menyakiti hati Allah.


4. Dosakah percaya Horoskop atau Zodiak?

Horoskop bertujuan meramalkan masa depan seseorang dengan mengamati posisi bintang-bintang. Jika kita membaca zodiak atau horoskop untuk melihat masa depan, maka sama saja kita telah berdosa.


Dosa itu timbul oleh sebab horoskop adalah pengajaran sesat yang melawan apa yang dikatakan Alkitab. Selain itu, ramalan-ramalan tersebut tidak sepenuhnya akurat sebab mendahului ketetapan dan kehendak Tuhan.


Bintang-bintang yang dianggap dapat menentukan nasib atau membawa peruntungan, membimbing manusia menjauh dari Penciptanya. Tuhan yang seharusnya menjadi sumber pengharapan akan masa depan disingkirkan demi kepercayaan yang sia-sia.


5. Mengapa banyak yang percaya pada zodiak?

Jika horoskop atau zodiak hanyalah sebuah dongeng semata dan memercayainya adalah dosa, tapi mengapa masih banyak orang Kristen yang tertarik dan percaya pada horoskop?


Jawabannya adalah karena mereka yang lebih percaya pada ramalan bintang kehilangan harapan pada Tuhan. Mereka putus asa karena banyaknya masalah hidup, seperti asmara, kesehatan, pekerjaan, maupun finansial.


Membaca horoskop dapat membantu seseorang lebih baik, namun hanya sementara, karena membuat sang pembaca cenderung berpikir positif. Ramalan-ramalan bintang yang menjanjikan hal baik tersebut menenangkan sang pembaca sehingga membuat mereka lebih yakin tentang dirinya. Dalam psikologi ini disebut sebagai efek plasebo.


Sebagian orang mungkin memberi jawaban tegas alasan mereka percaya pada zodiak. Salah satu alasan mereka percaya adalah karena mereka bersaksi bahwa ramalan tentang diri mereka tersebut benar-benar terjadi.


Kalaupun ramalan bintang itu benar-benar terjadi pada diri seseorang itu berarti ada dua kemungkinan. Pertama, itu terjadi karena sebuah kebetulan. Dan kedua, karena ramalan tersebut terikat dengan roh-roh jahat yang mencoba menyesatkan jiwa seseorang.


6. Bagaimana dengan Astronomi?

Seperti yang sudah disinggung, Alkitab cukup banyak berbicara mengenai perbintangan. Astronomi merupakan ilmu yang sejak zaman dahulu telah digunakan manusia sebagai navigasi, perhitungan musim, atau mengenai sistem kalender.


Jadi Alkitab dan astronomi tidaklah bertentangan. Sebab Alkitab sendiri banyak menyinggung hal tersebut.


Kesimpulan

Bintang diciptakan sebagai alasan kita untuk percaya dan takjub pada Sang Pencipta. Bintang adalah ciptaan, sama halnya dengan matahari dan bulan. Seharusnya manusia sebagai ciptaan yang diberi akal sujud menyembah pada Penciptanya, dan bukan pada ciptaan-Nya.


Ketidaktahuan akan kesia-siaan percaya pada astrologi hanya membawa pada kenyataan pahit dan masa depan yang diharapkan tak terjadi. Hal ini membuat kita menjadi jauh dari Allah yang selalu menepati janji-Nya dan hilang harapan pada-Nya.


Biarlah kehendak Allah terjadi dalam hidup kita. Kegelisahan, kegundahan, kekhawatiran sepatutnya kita tanyakan langsung pada Tuhan. Sebab ramalan belum tentu terjadi, tapi janji Tuhan YA dan AMIN.


By Only Truth at September 21, 2022
Labels: Lain

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media