• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Saturday, October 15, 2022

Home » Ajaran , Lain » Sunat Menurut Iman Kristen

Sunat Menurut Iman Kristen

  Only Truth     Saturday, October 15, 2022

Sunat atau khitan telah lama menjadi bagian tradisi sebagian bangsa yang kemudian diterapkan dalam nilai agama. Selain sebagai tradisi atau kewajiban agama, sunat juga dipandang baik karena manfaat kebersihan dan kesehatannya.


Sunat sebagai bagian upacara agama sudah dikenal sejak dulu, bahkan bukan hanya bangsa Israel saja. Sejumlah bangsa di dunia juga melakukan proses khitan bagi anak laki-laki mereka oleh sebab tradisi.


Bangsa Israel memandang sunat sebagai keharusan untuk mengingat tanda perjanjian antara Allah dengan Abraham serta keturunannya. Oleh sebab itulah anak-anak laki-laki Yahudi hingga sekarang disunatkan. Baik dari zaman Ishak, Musa, Yosua, bahkan hingga Yesus.


Di lain sisi, Kekristenan memiliki pandangan sendiri mengenai sunat. Sekalipun Kristen lahir dari rahim Yudaisme yang mewajibkan khitan dan Yesus sendiri juga melakukannya, namun Kekristenan tak lagi menjadikan sunat sebagai keharusan.


Mengapa demikian? Alasannya sederhana, karena Kristen memegang Perjanjian Baru yang ditegaskan Tuhan Yesus dan bukan Perjanjian Lama.


Namun bukan berarti Tuhan Yesus membatalkan hukum sunat. Ia tidak mungkin membatalkan hukum tersebut, sebab Bunda Maria dan Yusuf yang tunduk terhadap hukum Taurat juga menyunatkan Yesus ketika berumur 8 hari (Luk 2:21).


Perjanjian Lama memang sangat tegas terhadap kewajiban sunat bagi setiap laki-laki. Bahkan, bagi siapa yang tidak disunat dianggap telah mengingkari perjanjian Allah dan harus dilenyapkan (Kej 17:14). Kewajiban sunat bagi umat Israel ini tercantum dalam 613 Mitsvot (perintah-perintah Hukum Taurat).


Kewajiban sunat dan seluruh hukum Taurat secara spesifik hanya berlaku bagi bangsa Israel dan bukan bangsa-bangsa lain (Ul 4:44; Mal 4:4). Hukum sunat yang termasuk dalam Taurat menjadi perjanjian antara Allah dengan Israel sebagai bangsa sulung, agar mereka taat dan setia terhadap Allah. Namun hukum tersebut tak berlaku bagi bangsa non-Israel.


Adapun Yesus sendiri yang mengatakan bahwa hukum Taurat berlaku sampai pada zaman Yohanes Pembaptis sebagai pemersiap jalan bagi-Nya.


Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya—Lukas 16:16

Lagi, Kristus sebagai penggenap hukum Taurat tak lagi menekankan sunat yang bersifat lahiriah, melainkan sunat rohani. Sunat rohani yang dimaksud adalah dengan menanggalkan segala bentuk dosa serta tubuh jasmani lama untuk hidup baru dalam naungan Roh Kudus.


Sunat dalam Perjanjian Baru ini tak lagi berupa pemotongan kulit secara fisis. Yang ingin ditekankan dari sunat adalah sisi spiritualnya dan bukan hanya praktiknya saja. Hal ini telah dijelaskan oleh Rasul Paulus.


Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa—Kolose 2:11

Sunat lahiriah bukanlah dasar dari segala keselamatan. Syarat keselamatan tersebut adalah "sunat rohani" yang menanggalkan tubuh lama dan percaya pada Yesus Kristus. Rasul Paulus menegaskan, bahwa bukan perihal sunat atau tidak bersunat, melainkan iman yang bekerja oleh kasih (Gal 5:6).


Perihal keselamatan dalam sunat juga telah lama menjadi perdebatan runcing antara orang-orang Yahudi yang percaya dengan orang-orang bukan Yahudi percaya. Peristiwa ini dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 15.


Ketika Paulus dan Barnabas datang ke Antiokhia, beberapa orang di sana yang percaya mengajar bahwa untuk memperoleh keselamatan seseorang harus disunat seperti yang diwariskan oleh Musa. Persoalan ini pun dibawa ke Yerusalem untuk diperbincangkan oleh para rasul.


Dalam sidang Yerusalem yang dipimpin oleh Petrus, ia juga mengungkapkan bahwa kasih karunia Yesus Kristus-lah yang menyelamatkan, dan bukan sunat yang justru menjadi beban kuk yang tak dapat dipikul. Rasul Paulus dan Barnabas kemudian bersaksi bahwa banyak mukjizat yang dilakukan Allah melalui perantaraan mereka terhadap bangsa-bangsa lain yang tak bersunat.


Apakah itu berarti "sunat hati" adalah ajaran para rasul dan bukan ajaran Kitab Suci? Jauh sebelumnya, Perjanjian Lama telah terlebih dulu menegaskan untuk sunat rohani/hati, seperti yang tertera dalam Ulangan 10:16, "Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk". Jadi, para rasul, terutama Rasul Paulus, hanya menegaskan kembali apa yang telah lebih dulu ada di Kitab Suci dan mengokohkan pengajaran yang diberikan Kristus.


Dengan demikian, Yesus Kristus telah menggenapi gambaran mengenai sunat dalam Perjanjian Lama dan menyempurnakannya, yang pada dasarnya bahwa keselamatan tak dapat diperoleh oleh sesuatu yang tampak atau tindakan fisis, namun oleh hal-hal rohani seperti pertobatan sejati dalam hati.


Gereja di masa sekarang tidak memberi batas khusus atau larangan untuk bersunat. Gereja bersifat netral dan tak lagi mewajibkannya untuk alasan iman dalam keselamatan, terutama bagi Gereja Katolik. Namun dalam gereja lain seperti, Ortodoks Koptik, Ortodoks Ethiopia, dan Ortodoks Eritrea, sunat dipertahankan sebagai tradisi dan kebiasaan bagi umat Kristen di sana untuk menjadi simbol peralihan kedewasaan.


sebab kitalah orang-orang bersunat yang sejati, yang menyembah dalam Roh Allah, memuliakan Yesus Kristus, dan yang tidak menaruh percaya pada hal-hal yang lahiriah— Filipi 3:3

By Only Truth at October 15, 2022
Labels: Ajaran, Lain

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media