• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Wednesday, November 2, 2022

Home » Lain , Persekusi » Para Pemimpin Gereja Mengutuk Penyerangan Gereja di Dekat Betlehem

Para Pemimpin Gereja Mengutuk Penyerangan Gereja di Dekat Betlehem

  Only Truth     Wednesday, November 2, 2022

Uskup Agung Atallah Hanna dari Patriark Ortodoks Yunani di Yerusalem secara tegas mengutuk penyerangan terhadap gereja.


Pada hari Sabtu, 29 Oktober 2022, para pemimpin gereja mengutuk penyerangan terhadap Gereja Ortodoks di Beit Sahour, dekat Betlehem. Mereka juga meminta otoritas Palestina untuk membawa para penyerang ke pengadilan.


Penyerangan ini terjadi pada Jumat malam, di mana puluhan pria Muslim melemparkan batu ke arah gereja. Tragedi ini menyebabkan sejumlah orang terluka.


Gereja tersebut berafiliasi dengan Patriark Yerusalem dan dikelola oleh jemaat di Beit Sahour.


Muslim Arab tribe of Atamra attacked the Christian Church at Bet Sahour near Bethlehem yesterday night. Did you see ever a Christian attacked a Mosk in Christian majority towns in Middle East? Off course No. This shows difference of culture, faith, respect & recognition we hold pic.twitter.com/twbz8eFzcq

— Shadi khalloul שאדי ח'לול (@shadikhalloul) October 29, 2022

Dalam sebuah pernyataan, para pemimpin gereja mengatakan bahwa penyerangan tersebut terjadi setelah perselisihan antara beberapa pemuda.


Gereja Kelahiran
Pasukan keamanan Palestina berjaga di luar Gereja Kelahiran di tepi barat kota Betlehem pada 14 Juli 2022, sebelum kunjungan Presiden AS Joe Biden | Kredit: FLASH90

"Kami mengutuk penyerangan ini dan menuntut agar otoritas Palestina membawa para penyerang ke pengadilan sesegera mungkin," kecam Uskup Agung Atallah Hanna.


"Apa yang terjadi pada Jumat malam di Beit Sahour telah menyimpangkan citra masyarakat kami dan merugikan kedamaian penduduk sipil serta relasi baik yang mengikat kami sebagai putra-putra rakyat Palestina," ucap Hanna. "Gereja bukanlah tempat untuk menyelesaikan masalah, menimbulkan hasutan dan merusak persatuan rakyat kita. Apa yang terjadi di Beit Sahour sangat mengerikan."


Wadie Abu Nassar, penasihat sekaligus pembicara Majelis Ordinaris Katolik Tanah Suci, memberikan komentar dalam sebuah postingan di Facebook.


"Sangat disayangkan dan memilukan melihat apa yang sekumpulan preman lakukan terhadap gereja. Saya meminta otoritas Palestina untuk sama sekali tidak memberi toleransi para agresor dan membawa mereka ke pengadilan sesegera mungkin."


Sumber: The Jerusalem Post


By Only Truth at November 02, 2022
Labels: Lain, Persekusi

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media