Uskup Agung Atallah Hanna dari Patriark Ortodoks Yunani di Yerusalem secara tegas mengutuk penyerangan terhadap gereja.
Pada hari Sabtu, 29 Oktober 2022, para pemimpin gereja mengutuk penyerangan terhadap Gereja Ortodoks di Beit Sahour, dekat Betlehem. Mereka juga meminta otoritas Palestina untuk membawa para penyerang ke pengadilan.
Penyerangan ini terjadi pada Jumat malam, di mana puluhan pria Muslim melemparkan batu ke arah gereja. Tragedi ini menyebabkan sejumlah orang terluka.
Gereja tersebut berafiliasi dengan Patriark Yerusalem dan dikelola oleh jemaat di Beit Sahour.
Dalam sebuah pernyataan, para pemimpin gereja mengatakan bahwa penyerangan tersebut terjadi setelah perselisihan antara beberapa pemuda.
 |
| Pasukan keamanan Palestina berjaga di luar Gereja Kelahiran di tepi barat kota Betlehem pada 14 Juli 2022, sebelum kunjungan Presiden AS Joe Biden | Kredit: FLASH90 |
"Kami mengutuk penyerangan ini dan menuntut agar otoritas Palestina membawa para penyerang ke pengadilan sesegera mungkin," kecam Uskup Agung Atallah Hanna.
"Apa yang terjadi pada Jumat malam di Beit Sahour telah menyimpangkan citra masyarakat kami dan merugikan kedamaian penduduk sipil serta relasi baik yang mengikat kami sebagai putra-putra rakyat Palestina," ucap Hanna. "Gereja bukanlah tempat untuk menyelesaikan masalah, menimbulkan hasutan dan merusak persatuan rakyat kita. Apa yang terjadi di Beit Sahour sangat mengerikan."
Wadie Abu Nassar, penasihat sekaligus pembicara Majelis Ordinaris Katolik Tanah Suci, memberikan komentar dalam sebuah postingan di Facebook.
"Sangat disayangkan dan memilukan melihat apa yang sekumpulan preman lakukan terhadap gereja. Saya meminta otoritas Palestina untuk sama sekali tidak memberi toleransi para agresor dan membawa mereka ke pengadilan sesegera mungkin."
Sumber: The Jerusalem Post