• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Wednesday, May 4, 2022

Home » Ajaran » Apa arti Yesus adalah Anak Allah?

Apa arti Yesus adalah Anak Allah?

  Only Truth     Wednesday, May 4, 2022

Ada banyak gelar yang disandangkan pada Yesus, salah satunya adalah "Anak Allah" atau "Putera Allah". Gelar "Anak Allah" ini sayangnya kerap menjadi masalah dan disalahpahami dari perspektif non-Kristen. Kekristenan dituduh menyembah allah yang menikahi seorang perempuan bumi dan mempunyai seorang anak, sehingga disebut anak allah. Dengan mengatakan demikian, itu sama saja sedang menyamakan Kekristenan dengan agama-agama pagan kuno.


Tentunya argumen-argumen yang dilontarkan untuk menyerang iman Kristen itu tidaklah benar, dan jatuhnya malah bersifat tuduhan daripada sebuah pendapat akademik. Kristen tidak pernah mempercayai Allah atau Bapa, memiliki anak secara biologis. Pandangan yang keliru tentang pemahaman "Anak Allah" ini tentunya dilihat dari kacamata non-Kristen, sehingga muncullah tuduhan-tuduhan tersebut. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas makna sebenarnya Yesus sebagai "Anak Allah" yang dipercayai oleh Kekristenan sekaligus untuk menjawab kesalahpahaman.


Sebelum Perjanjian Baru ditulis, Perjanjian Lama terlebih dahulu menggunakan kata "anak Allah" namun dalam bentuk jamak.


1. Anak-anak Allah digunakan untuk merujuk keturunan Set yang saleh dan takut akan Tuhan

maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka—Kejadian 6:2

2. Merujuk pada bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah

Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang—Ulangan 14:1

3. Bahkan juga merujuk pada malaikat-malaikat

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis—Ayub 1:6

Dalam Perjanjian Lama, penggunakan kata "anak-anak Allah" selalu ditulis jamak dan ditujukan pada bangsa Israel atau malaikat. Namun dalam Perjanjian Baru gelar itu kemudian berubah menjadi kata tunggal (singular) ketika diberikan pada Yesus, yakni "Anak Allah" atau terjemahan yang lebih tepat "Putera Allah". Lalu apa artinya jika Yesus adalah Anak Allah?


Gelar Anak Allah sesungguhnya menunjukkan keilahian Yesus dan siapa Dia sebenarnya. Mari kita baca ayat berikut.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah—Yohanes 1:1
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran—Yohanes 1:14

Sebelum Firman itu berwujud dan turun menjadi manusia yang bernama Yesus, Firman itu sudah ada bersama dengan Bapa bahkan sebelum dunia ini ada. Dan ketika Firman itu turun menjadi manusia, Ia tidak melepaskan natur ilahi-Nya. Ia sepenuhnya Allah namun juga sepenuhnya manusia. Maka, karena Firman itu keluar dan datang dari Allah, Firman itu dapat menyatakan Allah (Mat 11:27).


Karena dalam natur ilahi-Nya Yesus adalah Firman Allah dan keluar dari Allah, maka Ia seakan-akan "diperanakkan", sebab Yesus tidak lahir dari benih laki-laki dan benih perempuan, melainkan dikandung Maria dan mengandung dari Roh Kudus (Luk 1:35). Kita lihat keilahian Yesus sebagai "Anak Allah" di ayat lainnya.

Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: 'Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?' Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: 'Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.' Jawab Yesus: 'Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.' Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya—Matius 26:62-65

Secara keseluruhan konteks, ayat di atas berbicara tentang peristiwa ketika Yesus sedang dihakimi. Imam Besar Kayafas kemudian bertanya, apakah Yesus adalah Mesias, Anak Allah atau bukan. Dan Yesus tidak menyanggahnya. Ia malah justru memberi jawaban mengejutkan yang membuat Imam Besar Kayafas mengoyakkan pakaiannya karena Yesus dianggap menghujat Allah.


Apa maksudnya menghujat? Maksudnya adalah menyamakan diri dengan Allah. Dengan demikian secara tidak langsung Yesus mengakui keilahian diri-Nya sehingga membuat Imam Besar Kayafas dan orang-orang Yahudi lainnya menjadi murka. Mereka tentunya tahu persis apa makna Anak Allah. Jawaban Yesus yang terekam di Injil Matius ini sudah dituliskan terlebih dulu dalam penglihatan Daniel di Perjanjian Lama.

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah—Daniel 7:13-14

Anak Manusia yang disinggung adalah Yesus, sedangkan "Yang Lanjut Usia" digambarkan sebagai Bapa. Untuk juga memahami gelar Yesus sebagai Anak Manusia klik di sini.

Selain itu, nubuatan Yesus sebagai Anak Allah juga telah tercatat di Perjanjian Lama sebelum Ia datang ke dunia.

Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini—Mazmur 2:7

Dan semakin jelas keilahian Yesus ketika Dia sendiri menyatakan bahwa Dia dan Bapa adalah satu.

Aku dan Bapa adalah satu—Yohanes 10:30

Jadi, arti "Anak Allah" bukanlah sebuah ungkapan biologis. Yesus Kristus adalah Anak Allah karena Ia manifestasi dari Firman Allah. Artinya, Anak Allah juga sama saja mengacu pada Allah sendiri. Gelar Anak Allah ini justru menunjukkan keilahian Yesus. Itulah mengapa orang-orang Yahudi menganggap Yesus menghujat Allah, karena Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah.

By Only Truth at May 04, 2022
Labels: Ajaran

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media