• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Wednesday, May 4, 2022

Home » Ajaran » Apa Arti Yesus adalah Anak Manusia

Apa Arti Yesus adalah Anak Manusia

  Only Truth     Wednesday, May 4, 2022

Sebelumnya, kita sudah membahas gelar Yesus sebagai Anak Allah. Ringkasnya Yesus Kristus disebut Anak Allah karena Ia adalah Allah yang menjadi manusia. Bagaimana dengan gelar-Nya sebagai Anak Manusia, yang secara sekilas justru bertentangan?


Di Perjanjian Baru, beberapa kali Yesus menyebut diri-Nya sendiri sebagai Anak Manusia. Salah satu contohnya adalah ketika Ia sedang dihakimi, Ia dianggap menghujat Allah karena mengaku sebagai Anak Manusia (Mat 26:62-65). Apa yang dikatakan Yesus dalam Injil Matius, sudah terlebih dulu dinubuatkan oleh Daniel, jauh sebelum Yesus lahir ke dunia.

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah—Daniel 7:13-14

Pada ayat di atas, Anak Manusia adalah Yesus, sedangkan "Yang Lanjut Usia" adalah Bapa. Yesus menggunakan gelar ini untuk diri-Nya sebagai penggenapan apa yang telah ditulis Daniel di Perjanjian Lama. Daniel bahkan mengatakan jika pada Anak Manusia itulah ada kuasa dan kemuliaan sehingga setiap bangsa menyembah-Nya (lih. ayat 14). Bahkan, Yesus sendiri juga menyatakannya.

Kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel—Matius 19:28

Gelar "Anak Manusia" ini juga justru menunjukkan keilahian diri-Nya. Bandingkan ayat-ayat berikut untuk menemukan keilahian gelar Yesus sebagai Anak Manusia.

Kata Natanael kepada-Nya: 'Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!' Yesus menjawab, kata-Nya: 'Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.' Lalu kata Yesus kepadanya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia'—Yohanes 1:49-51
Kata Yesus lagi kepada mereka: Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat—Lukas 6:5
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia—Yohanes 5:25-27

Selain itu, gelar Anak Manusia juga menekankan bahwa dalam misi penebusan-Nya Ia adalah sepenuhnya manusia.


1. Menyatakan kerendahan hati dan pengampunan-Nya

Yesus berkata kepadanya: Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya—Matius 8:20
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya—Matius 11:19
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang—Matius 20:28

2. Menyatakan penderitaan yang harus dialami-Nya

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari—Markus 8:31

3. Menyatakan kebangkitan-Nya

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati—Matius 17:9

Gelar Yesus sebagai Anak Manusia justru menunjukkan keilahian-Nya. Namun di lain sisi, gelar itu juga menunjukkan bahwa Ia sepenuhnya manusia dan dia adalah Mesias yang sudah dinubuatkan nabi-nabi Perjanjian Lama. Ketika Ia telah menjadi daging sama seperti kita dan memang benar-benar manusia (bisa diraba dan dilihat), Yesus menjadi teladan yang sempurna bagi kita sejak Adam jatuh ke dalam dosa. Dalam natur-Nya yang sepenuhnya manusia itulah Ia benar-benar menderita dan merasakan sakit ketika disalibkan. Semua itu Ia lakukan demi kita, demi dosa kita.

Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus—Roma 5:15
By Only Truth at May 04, 2022
Labels: Ajaran

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media