Sering kali iman Kristen disalahpahami. Termasuk mengenai Tritunggal. Tritunggal dianggap sebagai Bapa, Anak, dan Bunda Maria. Kekristenan dituduh menyembah Bunda Maria (dalam hal ini Katolik dan Ortodoks). Kita dianggap menuhankan Maria. Terlebih lagi ketika kita berdoa menghadap patung atau ikon Bunda Maria. Bukan hanya orang dari luar saja (non-Kristen) yang menyalahpahami kita, namun saudara kita sesama pengikut Kristus juga mengatakan demikian (Kristen Reformasi).
Maria adalah manusia sama seperti kita, namun ia dipilih secara khusus oleh Allah dan mengambil peran dalam rencana karya Keselamatan Allah. Sebab, dari antara perempuan yang hidup pada saat itu, Maria terpilih untuk melahirkan Yesus Kristus, Sang Juruselamat.
Baik Gereja Katolik maupun Ortodoks tak pernah mengajarkan penyembahan pada Bunda Maria. Sejak awal berdirinya Gereja pun demikian. Gereja tak menyembah Bunda Maria, namun menghormatinya, sebab dari rahimnyalah lahir Juruselamat kita. Agaknya kita harus memahami terlebih dulu perbedaan kata menyembah dengan menghormati. Menyembah adalah sebuah bentuk pemujaan kepada Tuhan, sedangkan menghormati adalah sebuah bentuk menghargai atau menjunjung tinggi sesuatu.
Maria dihormati dan diberi pujian sebagai tanda hormat. Namun penghormatan dan pujian yang diberikan pada Maria apakah alkitabiah? Mari kita baca ayat berikut.
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu—Lukas 1:41-42
Selanjutnya mari kita kembali ke topik utama. Apakah Kekristenan menyembah Bunda Maria? Jawabannya jelas-jelas tidak. Justru Gereja mengutuk keras penyembahan pada Maria. Kita bisa melihat perlakuan Gereja ini pada kasus munculnya sekte Koliridianisme di Arabia. Sekte ini kebanyakan penganutnya adalah wanita. Mereka menggabungkan ajaran Kristen dan ajaran pagan yang menyembah sosok-sosok Dewi.
Baca Juga: Mengenal Sekte Koliridianisme
Jika Gereja memang menyembah Maria, lantas kenapa Gereja menggolongkan ajaran Koliridianisme yang menuhankan Maria ke dalam golongan bidat?
Ajaran Gereja nan ortodoks (lurus) tak pernah mengajarkan untuk menyembah Maria, sebab itu akan sangat bertentangan dengan Kitab Suci sendiri.
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku—Keluaran 20:3
Menyembah Maria sama saja kita telah mengkhianati hati Allah dengan menyembah ilah lain selain Allah yang Esa, Allah Tritunggal. Penyembahan pada Maria bukanlah penyembahan pada Allah yang Esa, dan justru menjerumuskan kita pada Triteisme. Penghormatan kepada Bunda Maria tidak berada pada tempat yang setara dengan Allah, namun penghormatan yang diberikan lebih khusus dibandingkan dengan orang-orang kudus.
Dari sini kita dapat menyimpulkan, bahwa Gereja sejak mula-mula tak pernah menyembah Maria. Adalah sangat penting bagi kita untuk memberi penghormatan dengan penuh kasih pada Maria, namun pemujaan yang berlebihan atau bahkan menyembahnya merupakan sebuah kekejian.
Sang Perawan Maria benar-benar sungguh perawan dan dihormati, namun dia tidak untuk kita sembah; tetapi dia sendiri menyembah Dia yang lahir dalam daging darinya ... Hormatilah Maria, tetapi biarlah hanya Bapa dan Putra dan Roh Kudus yang disembah; dan jangan menyembah Maria, ... meskipun Maria paling cantik dan suci dan terhormat, namun dia tidak untuk disembah—Epifanius dari Salamis