Akhir-akhir ini media internet digemparkan oleh pernyataan seorang ulama Indonesia yang mengatakan bahwa ada gambar Bunda Maria yang menggendong bayi Yesus di Ka'bah. Hal ini menimbulkan kontroversi sebab Ka'bah adalah bangunan suci bagi umat Islam. Sayangnya, di lain sisi kontroversi ini dimanfaatkan oleh para oknum apologis Kristen guna membenarkan ajarannya. Ini memperkeruh hubungan antar umat beragama di Indonesia.
Lantas, benarkah ada gambar Bunda Maria menggendong bayi Yesus di Ka'bah?
Gambar Maria dan Yesus di Ka'bah
Mari kita mengkaji hal yang sempat menjadi polemik ini dari segi sejarah. Catatan tentang adanya gambar Bunda Maria menggendong bayi Yesus di Ka'bah berasal dari kitab "Akhbar Makkah" yang ditulis oleh Muhammad ibn 'Abd Allah Al-Azraqi. Al-Azraqi adalah seorang sejarawan Islam abad ke-9 dan hidup pada zaman Dinasti Abbasiyah.
Dalam kitab karyanya ini, ia menyusun seputar informasi-informasi tentang Mekkah pra-Islam. Al-Azraqi juga mencatat dalam kitabnya tersebut bahwa terdapat banyak berhala-berhala di sekitar Ka'bah. Di antara banyaknya berhala tersebut, terdapat gambar atau ikon Bunda Maria yang sedang menggendong bayi Yesus. Uniknya, semua berhala diperintahkan oleh nabi Muhammad untuk dihancurkan kecuali gambar Maria dan Yesus. Namun ikon Bunda Maria dan Yesus tersebut tak bertahan lama, karena diduga dihapus pada zaman Dinasti Ummayah pada tahun 683 M.
Ketika pembukaan Mekkah, Rasulullah SAW masuk ke Baitullah, lalu memerintahkan diambilkan kain lalu dibasahkan dengan air. Kemudian Rasulullah memerintahkan untuk menghapus semua gambar yang ada. Dan beliau meletakkan kedua telapak tangannya pada gambar Isa (Yesus) dan ibunya, kemudian berkata: Hapus semuanya, kecuali yang ada di bawah tanganku ini—Kitab Akhbar Makkah
Tanggapan Dari Perspektif Kristen
Sebenarnya nilai historis kitab tersebut masih dipertanyakan dan belum bisa dibuktikan sebagai sumber sejarah nan akurat. Namun, seandainya memang benar pernah ada gambar Bunda Maria dan Yesus di Ka'bah, kita sebagai umat Kristen seyogianya tak memanfaatkan hal ini untuk membenarkan iman Kekristenan kita. Mengapa?
Secara historisitas Kekristenan telah eksis di tanah Arab pra-Islam. Namun tidak semuanya yang tersebar di tempat tersebut adalah Kekristenan yang lurus (ortodoks) dalam hal ajaran. Salah satunya adalah sekte Koliridianisme di tanah Arabia. Eksistensi sekte ini terekam dalam catatan Epifanius dari Salamis dalam karyanya yang berjudul "Panarion". Sekte ini dikutuk oleh Gereja karena menuhankan Maria dan menyembahnya. Padahal Gereja sendiri tidak menyembah Maria, namun menghormatinya. Sekte ini tersebar di Arabia dan mayoritas penganutnya adalah kaum perempuan.
Baca Juga: Mengenal Sekte Koliridianisme
Dengan demikian, jika memang ada gambar Bunda Maria dan Yesus di Ka'bah, kuat kemungkinan itu merupakan sisa-sisa jejak peninggalan sekte Koliridianisme. Tentu saja jika benar demikian, alangkah baiknya kita sebagai umat Kristen tidak melebih-lebihkan hal yang tentu saja tidak relevan dengan iman kita sendiri. Sebab jika kita mendukung hal tersebut guna membenarkan iman Kekristenan, kita sama saja telah mendukung sekte yang menyimpang dari ajaran Kristus dan Para Rasul-Nya. Yesus Kristus mengajarkan kebenaran dan bukan pembenaran.