Kita sebagai pengikut Yesus Kristus percaya bahwa Dia sungguh Tuhan. Namun mereka yang tak percaya Yesus adalah Tuhan akan bertanya, "Jika Yesus adalah Tuhan, lalu kenapa Dia berdoa?". Pertanyaan ini bukanlah sebuah tuduhan, sebab Injil sendiri beberapa kali menyebutkan Yesus memang berdoa. Salah satunya di Injil Markus 14:32 yang berbunyi seperti berikut.
Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: Duduklah di sini, sementara Aku berdoa
Doa telah menjadi salah satu inti sebuah ibadah dalam agama manapun. Doa adalah ungkapan hati kita ketika kita memiliki permohonan atau keinginan dan berharap bahwa Tuhan akan mengabulkannya. Namun, jika iman Kristen sendiri percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka akan wajar timbul sebuah kebingungan dan pertanyaan mengapa Ia, Yesus, yang adalah Tuhan berdoa?
Pertama, kita harus mengetahui bahwa dalam pribadi atau diri Yesus Kristus ada dua kodrat, yakni sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia. Jika Ia memiliki dua kodrat, maka Ia juga memiliki dua kehendak dalam diri-Nya, yaitu kehendak Allah dan kehendak manusia.
Baca Juga : Kodrat Yesus, Sungguh Allah dan Sungguh Manusia
Dalam kodrat manusia-Nya Yesus berdoa dan menurut kehendak manusia-Nya jugalah Ia memohon pada Allah Bapa. Sama seperti manusia umumnya yang menjadikan doa sebagai percakapan intim dengan Allah, begitu juga dengan Yesus yang memiliki hubungan kasih dengan Bapa. Inilah wujud hubungan Tritunggal atau Trinitas antara Pribadi Allah yang Esa.
Doa-Nya pada Bapa dengan meminta kuasa (Yoh 11:41-42) dan hikmat (Mark 6:46), menunjukkan bahwa kemanusiaan Yesus bergantung pada kehendak Bapa-Nya. Bahkan, Yesus tunduk pada kehendak Bapa hingga mati di atas kayu salib demi menebus dosa seluruh umat manusia. Bahkan, pada detik-detik penyaliban-Nya, Yesus masih memohon pada Bapa-Nya agar dosa yang menyalibkan-Nya diampuni (Luk 23:34).
Selain itu, alasan mengapa Yesus berdoa adalah Ia ingin kita meneladani apa yang dilakukan-Nya. Yesus berdoa untuk menunjukkan teladan yang benar pada kita. Terlebih lagi Yesus telah mengajarkan agar doa kita tidak bertele-tele. Yesus sendiri memberi contoh bagaimana agar kita berdoa dengan doa Bapa Kami. Doa yang membuat kita untuk percaya pada kehendak Allah, segala kebutuhan dicukupkan, dan pengampunan agar kita juga diampuni.