Ketika Yesus disalibkan di atas kayu salib, berbagai macam peristiwa ganjil dan ajaib lantas terjadi. Salah satu peristiwa ajaib yang terjadi adalah kegelapan yang meliputi selama penyaliban Yesus Kristus.
Kegelapan yang menyeliputi selama penyaliban nyatanya tidak hanya direkam oleh Perjanjian Baru. Bahkan, catatan sejarah China dari abad 1 juga membenarkan fenomena tersebut. Pertama-tama, mari kita membaca yang dikatakan Injil mengenai kegelapan itu.
Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga — Matius 27:45
Injil Markus dan Lukas juga melaporkan hal yang serupa, bahwa pada saat penyaliban Yesus langit tiba-tiba saja menjadi gelap. Sumber sejarah China kuno juga merekam kegelapan yang bertepatan dengan penyaliban Yesus.
Sumber ini datang dari sebuah kitab kuno yang dikenal sebagai Kitab Han Akhir atau "Book of Later Han". Kitab ini disusun oleh Fan Ye yang mengulas sejarah Dinasti Han dari tahun 6-189 M. Sebuah catatan dalam Chronicles of Emperor Guang Wu yang diperkirakan berasal dari tahun 31-33 M berbunyi demikian:
Yin dan Yang telah bertukar secara salah, dan terjadi gerhana. Dosa semua orang sekarang ditanggung satu orang. Pengampunan dinyatakan bagi semua yang berada di bawah langit — History of Latter Han Dynasty, Volume 1, Chronicles of Emperor Guang Wu, 7th year
Saat itu orang-orang China tidak tahu apapun mengenai Yesus. Belum ada penginjilan ke daratan China sebab pada peristiwa besar tersebut Yesus baru saja wafat. Kabar Baik baru akan ada setelah kebangkitan dan kenaikan Kristus ke surga. Lalu dari mana pola pemikiran orang-orang China ini berasal?
 |
| The Book of the Later Han |
Kita tidak tahu dari mana mereka mendapatkan pemikiran tersebut, namun yang jelas Allah berusaha membuktikan eksistensi dan kebenaran-Nya kepada bangsa-bangsa lain melalui hikmat dan pengetahuan.
Dalam catatan kuno yang lain berbunyi demikian: "Gerhana pada hari Gui Hai, Manusia dari Surga mati". Dan sejarawan China juga mencatat tiga hari setelah fenomena gerhana tersebut, tampak pelangi mengelilingi matahari seperti sebuah lingkaran Halo. Ini adalah waktu yang sama dengan kebangkitan Kristus.
Dari sini kita dapat menarik kesimpulan, bahwa apa yang dikatakan Alkitab memanglah benar. Catatan China mengonfirmasi setiap kronologi yang tercatat oleh Injil. Begitu juga dengan catatan-catatan sejarah lain dari non-Kristen yang meneguhkan fenomena gerhana ketika penyaliban tersebut. Bahkan, saintis seperti Isaac Newton percaya pada peristiwa saat penyaliban.
Kegelapan yang terjadi saat penyaliban Yesus dapat dikonfirmasi kebenarannya. Beberapa sarjana ada juga yang beranggapan bahwa apa yang dikatakan Kitab Suci mengenai kegelapan tersebut hanyalah bersifat simbolis. Kenyataannya, melalui tulisan-tulisan sejarah, bahkan dari sumber non-Kristen, peristiwa ajaib tersebut dibenarkan adanya.