Lee Strobel atau yang bernama lengkap Lee Patrick Strobel lahir pada 25 Januari 1952 di Arlington Heights, Illinois, Amerika Serikat. Ia adalah seorang yang terpelajar dan telah meraih penghargaan di bidang jurnalisme. Bukan hanya itu, Lee juga adalah seorang ahli dalam bidang hukum.
Lee menikahi seorang perempuan yang sangat ia cintai bernama Leslie. Sebelum menjadi pengikut Kristus ia dan istrinya adalah orang yang skeptik terhadap agama. Meski begitu kehidupan mereka berjalan dengan baik selayaknya keluarga utuh yang berbahagia.
Bagi Lee ide adalah segala kuasa. Dan baginya juga agama atau ajaran tentang Allah adalah sebuah kebodohan. Lee percaya pada teori evolusi sebagai awal mula dari segala kehidupan manusia. Pola-pola pemikiran inilah yang menjadikannya yakin dengan pandangan dan gaya hidupnya sebagai seorang ateis.
Baca Juga: Apakah Kekristenan dan Sains Bertentangan?
Namun hubungan yang terjalin antara Lee dan istrinya seketika hampir hancur ketika istrinya memilih menjadi seorang Kristen. Semuanya berubah ketika Lee dan istrinya memutuskan pindah ke suatu rumah. Di lingkungan dekat rumahnya tersebut ada seorang wanita Kristen yang akrab dengan istrinya.
Leslie, istri Lee, yang semula tak pernah mengetahui apa itu Kristen dan siapa itu Yesus, tiba-tiba tertarik dengan iman yang dibagikan oleh tetangganya tersebut. Leslie pun untuk pertama kalinya mengunjungi sebuah Gereja dan menceritakan pengalamannya tersebut pada Lee. Lee tentu saja tak menyukainya dan menentang keras jika istri yang sangat ia cintai menjadi pengikut Kristus.
Pertikaian di antara mereka berdua pun tak terelakkan. Leslie yang tetap kukuh dengan iman Kristianinya dan Lee yang masih bersikeras dengan keyakinannya sebagai seorang ateis. Lee bahkan menganggap bahwa Leslie telah berubah drastis semenjak menjadi Kristen. Ia tak lagi sama seperti perempuan yang dulu ia nikahi. Tak tahan lagi dengan hubungan rumit mereka berdua, Lee pun berencana untuk membuktikan kesalahan keyakinan baru yang dianut Leslie.
Penyelidikan pun dilakukan. Ia yang hendak memperbaiki hubungannya dengan istrinya pun berusaha menentang klaim-klaim Alkitab mengenai Yesus Kristus. Perjuangannya untuk mempertahankan pernikahan hanya karena konflik spiritual mengharuskan Lee membuktikan kepalsuan kisah-kisah mengenai Yesus di Alkitab.
Sebagai seorang jurnalis sekaligus ahli hukum, penyelidikan akan menjadi sangat menyenangkan baginya untuk menemukan kebenaran. Dimulailah investigasi klaim mengenai Yesus seperti ketokohan, penyaliban, atau kebangkitan-Nya. Sebab klaim itulah yang menjadi dasar kepercayaan Kekristenan.
Lee menyelidiki sejarah-sejarah yang menjadi dasar fondasi Kekristenan dan mempertimbangkannya untuk mencari bukti-bukti yang valid. Di tengah investigasi panjang dan juga melelahkan, ditambah ikatan pernikahannya yang terancam, Lee tak dapat membantah klaim-klaim mengenai Kekristenan. Ia terkejut sebab dasar Kekristenan sangatlah kuat dan teruji kredibilitasnya, baik sejarah maupun bukti arkeologi.
Lee menyerah. Sekarang ia tahu bahwa iman yang diyakini istrinya tak sama dengan agama-agama di dunia ini yang penuh dengan kisah dongeng dan mitos. Lee menyadari bahwa bukti-bukti Kekristenan sangatlah kuat dan tak terbantahkan. Ia tahu bahwa apa yang diyakini istrinya adalah hal yang benar. Setelah pertarungan batin yang cukup lama yang dialaminya, Lee akhirnya memutuskan menjadi pengikut Kristus.
Kisah Lee sangatlah luar biasa. Pertemuannya untuk mengenal Yesus Kristus dan Kekristenan tak umum dengan kisah-kisah pertobatan lainnya. Allah menunjukkan bahwa Ia benar dan bahwa Kekristenan bukanlah klaim palsu semata. Allah menunjukkan siapa diri-Nya melalui sejarah peradaban manusia sehingga kita mampu memahami-Nya.
Menjadi seorang Kristen dan mengenal kasih Kristus merubah hidup Lee sepenuhnya. Apalagi kini ia berada di jalan yang sama dengan istrinya. Lee yang dulu dikenal sebagai seorang suami atau ayah yang keras dan suka mabuk, kini telah berubah drastis. Ia menjadi suami yang kembali mencintai istrinya dengan tulus. Ia juga menjadi seorang ayah yang mengisi kebahagiaan untuk anaknya.
Kisah pertobatan dan hasil investigasinya ini kemudian ia tuliskan dan ia bukukan dengan judul "The Case For Christ". Kisahnya kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama dan ditayangkan pada 7 April 2017. Tokoh Lee diperankan seorang aktor bernama Mike Vogel, sedangkan Leslie istrinya diperankan oleh aktris cantik bernama Erika Christensen.
Setelah kisah pertobatannya yang luar biasa tersebut, Lee sebagai seorang jurnalis yang gila menulis, masih terus menulis buku-buku mengenai Kekristenan. Ia menjadi seorang apologis dan buku-bukunya membantu dalam dunia apologetika Kristen. Hingga sekarang Lee masih terus aktif dalam iman Kristianinya. Lee Strobel bahkan juga menjadi seorang pastor dan pengajar di berbagai universitas.
Itu adalah bukti dari sejarah dan sains yang mendorong saya untuk meninggalkan ateisme dan menjadi seorang Kristen—Lee Strobel