Nama Melkisedek muncul sebanyak 12 kali di Alkitab. Dua kali di Perjanjian Lama dan lebih banyak di Perjanjian Baru, di kitab Ibrani. Dalam Surat Ibrani ini, Rasul Paulus mengaitkan Kristus dengan Melkisedek dalam nubuat mesianik.
Siapakah Melkisedek dan apa hubungannya dengan Yesus?
Melkisedek Imam Allah
Melkisedek atau Malki-tsedeq (Ibrani), yang namanya berarti "raja kebenaran", adalah seorang raja Salem (disebut juga Yerusalem) dan ia juga adalah imam Allah Yang Mahatinggi (Kej 14:18).
Melkisedek adalah tokoh yang cukup misterius. Ia dikisahkan hanya tampil sebentar untuk memberi Abraham roti dan anggur serta memberkatinya (Kej 14:18-20). Abraham kemudian memberikan sepersepuluh dari hasil perang yang didapatnya kepada Melkisedek. Apa yang dilakukan Abraham ini adalah sebagai bentuk pengakuannya bahwa Melkisedek sebagai imam memiliki peran dan tugas yang lebih tinggi darinya.
Keimaman Melkisedek dipertegas oleh Mazmur yang ditulis oleh Daud, yang berbunyi, "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek" (Mzm 110:4). Bunyi ayat tersebut sering dikaitkan dengan nubuat mesianik mengenai Mesias yang akan datang. Bahwa Mesias itu adalah imam untuk selama-lamanya.
Melkisedek dan Yesus Kristus
Banyak yang beranggapan bahwa Melkisedek adalah gambaran pra-inkarnasi dari Yesus Kristus (Kristofani). Melkisedek sebagai imam yang kekal dan tak tergantikan memang sesuai dengan Kristus Yesus yang juga digambarkan sebagai Imam Agung. Imam dari segala imam (Ibrani 6:20). Yesus sebagai imam sekaligus kurban penebusan menggenapi nubuat-nubuat para nabi mengenai diri-Nya. Karena itu Dia adalah Imam Agung yang kekal dan sempurna.
Baca Juga: Mengapa Yesus disebut Rasul dan Imam Besar?
Menurut Targum dan tradisi Yahudi, Melkisedek diidentifikasi sebagai anak Nuh yang pertama, yakni Sem. Dapat dikatakan bahwa Melkisedek adalah nama takhta Sem. Jika Sem dan Melkisedek adalah orang yang sama maka kita dapat melihat hubungan imamat. Allah memberkati Nuh, Nuh memberkati Sem, Sem atau Melkisedek memberkati Abraham, Abraham memberkati Ishak. Ishak memberkati Yakub atau Israel. Garis imamat inilah yang nantinya sampai kepada Sang Mesias, yakni Yesus.
Surat Ibrani hendak membandingkan keimaman Yesus dengan imamat di Perjanjian Lama. Surat Ibrani juga memperjelas apa yang dikatakan sebelumnya di Perjanjian Lama. Keimaman Yesus tidak berdasarkan pada peraturan manusia atau garis keturunan Lewi, melainkan melalui penetapan Allah sebagaimana Sem atau Melkisedek. Inilah yang disebut sebagai imamat menurut aturan Melkisedek.
Selain itu, Gereja secara umum menafsirkan Kejadian 14 ini sebagai gambaran Kristus sendiri sebelum Ia datang dan menjadi manusia utuh di era Perjanjian Baru. Dalam Surat Ibrani dikatakan bahwa Melkisedek: tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya (Ibrani 7:3).
Dalam Ibrani 7:3 Melkisedek dijadikan sama dengan Anak Allah. Ini merupakan manifestasi Kristus, terutama keimamannya. Dengan demikian yang dilihat Abraham adalah perwujudan Kristus Yesus sebelum misi penyelamatan-Nya ke dunia. Penampakan tersebut merupakan suatu tanda bahwa kelak Mesias atau Imam Agung akan datang dalam keadaan yang sungguh daging dan jadi sama seperti manusia. Inilah alasan mengapa Yesus mengatakan bahwa Abraham bersuka melihat hari-Nya.
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita—Yohanes 8:56
Perwujudan Kristus ketika bertatap muka dengan Abraham bukan hanya melalui Melkisedek saja. Dalam Kejadian 18:1-2, TUHAN menampakkan diri pada Abraham dalam wujud tiga orang. Dan dua diantaranya adalah malaikat (Kej 19:1). Berarti seorang lagi yang berdiri di dekat Abraham adalah TUHAN sendiri dalam wujud manusia yang nyata (Kej 18:22).
Teofani ini semakin jelas dalam kitab Kejadian ketika TUHAN akan menurunkan hujan belerang di atas Sodom dan Gomora.
Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit—Kejadian 19:24
Perhatikan ayat di atas. TUHAN yang berada di bumi dan yang menampakkan diri pada Abraham menurunkan hujan belerang yang berasal dari TUHAN. TUHAN yang berada di langit maksudnya adalah Allah Bapa, sedangkan TUHAN yang berada di bumi adalah Sang Putra atau Sang Firman.
Dengan demikian kita dapat menarik kesimpulan bahwa memang Melkisedek merupakan salah satu dari Kristofani. Dan, Kristofani lainnya dalam Perjanjian Lama adalah ketika Ia datang bersama dua malaikat dan bertatap muka dengan Abraham. Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa Abraham bersuka melihat hari-Nya.