 |
| Ilustrasi Orang-orang Majus | Unsplash |
Setiap perayaan Natal biasanya akan ada suatu drama yang mementaskan kisah kelahiran Yesus. Para pemerannya akan dibagi untuk memerankan tokoh Bunda Maria, Yusuf, atau Malaikat Gabriel.
Selain ketiga tokoh tersebut, ada juga tiga tokoh lainnya yang ikut dipentaskan dalam drama. Ketiga tokoh itu adalah orang-orang majus.
Kita dapat sedikit tahu latar belakang Bunda Maria dan Yusuf melalui Alkitab, namun tidak demikian dengan orang-orang majus. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai mereka.
Lantas siapa sebenarnya orang-orang majus? Dari mana asal mereka dan bagaimana latar belakangnya? Berikut penjelasannya.
Orang-orang Majus dalam Alkitab
Pertama mari kita lihat apa yang dikatakan Alkitab mengenai orang-orang majus. Kisah orang-orang majus hanya direkam dalam Injil Matius 2:1-12. Injil lainnya tak melaporkan hal serupa.
Ketika Yesus telah lahir di Betlehem, orang-orang majus yang disebut berasal dari Timur ini hendak menemui-Nya untuk menyembah-Nya. Alkitab mengisahkan bahwa Herodes hampir menjebak mereka untuk memberi tahu keberadaan Yesus.
Orang-orang majus mengikuti bintang Timur yang menuntun mereka hingga sampai di tempat di mana Bayi Yesus berada. Setelah bertemu secara langsung dengan Bayi Yesus, orang-orang majus langsung sujud menyembah-Nya.
Orang-orang majus tersebut kemudian mempersembahkan tiga persembahan kepada-Nya berupa emas, kemenyan, dan mur, yang konon sesuai dengan jumlah mereka.
Siapa itu Orang-orang Majus
Injil Matius menjadi satu-satunya laporan yang memuat kisah orang-orang majus. Injil lain seperti Markus, Lukas, maupun Yohanes, justru tak melaporkannya.
Kendati minim sekali keterangan mengenai orang-orang majus, ada sumber sekunder lain yang menceritakan secara detail siapa sebenarnya mereka ini. Sumber sekunder yang dimaksud adalah tradisi gereja.
1. Nama Orang-orang Majus
Alkitab Terjemahan Baru Bahasa Indonesia menggunakan sebutan "orang-orang majus". Sebutan majus (Indonesia) atau magi (Inggris) atau juga magos (Yunani), mungkin berarti orang yang ahli dalam astrologi dan penafsiran mimpi.
Baca Juga: Bolehkah Orang Kristen Percaya Astrologi atau Zodiak?
Ada sejumlah perbedaan dalam tradisi kuno gereja mengenai nama orang-orang majus. Namun tradisi yang paling umum menyebut nama mereka adalah Gaspar, Baltazar, dan Melkior.
Adapun perbedaan nama yang terjadi dalam sejumlah dokumen kuno mungkin karena pengaruh bahasa dan cara pelafalan yang berbeda sehingga terdapat variasi nama.
2. Jumlah Orang-orang Majus
Tradisi gereja mengatakan jumlah orang-orang majus yang datang memberi persembahan pada Bayi Yesus adalah tiga orang. Jumlah itu dianggap sesuai karena mewakili tiga jenis persembahan yang diberikan.
Sedangkan tradisi Armenia dan Syria menyebut bahwa ada 12 orang atau mungkin lebih yang datang ke Yerusalem. Kendati demikian, tiga orang yang datang dan masuk untuk bertemu Bayi Yesus masih diyakini hingga sekarang.
Memang Injil Matius tidak menyebut secara pasti berapa jumlah orang-orang majus yang datang ke Yerusalem dan yang masuk menemui Yesus. Namun dilihat dari bahasa aslinya, yakni Yunani, Matius menggunakan bentuk kata jamak untuk menyebut orang-orang majus.
3. Orang-orang Majus dari Timur
Matius 2:1 menyebut orang-orang majus berasal dari Timur. Oleh sebab Matius menyebut mereka berasal dari timur untuk menuju ke Yerusalem, banyak pakar biblikal percaya bahwa mereka kemungkinan adalah orang-orang Mesopotamia atau Persia.
Pada zaman dulu orang-orang Persia telah dikenal karena keahliannya dalam pengobatan, pengetahuan alam, filsafat, dan astrologi (ilmu perbintangan).
Di lain sisi fakta menunjukkan bahwa untuk bertemu dengan Yesus, orang-orang majus mengikuti bintang di langit yang dikenal sebagai Bintang Betlehem.
Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa Timur yang disebut Matius merujuk pada Tiongkok. Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa mereka berasal dari India.
4. Latar Belakang Orang-orang Majus
Dalam Alkitab bahasa Inggris KJV (King James Version), orang-orang majus disebut sebagai wise men. Disebut demikian mungkin karena pengaruh mereka yang ahli dalam beberapa bidang sekaligus.
Selain ahli perbintangan, mereka diduga kuat adalah rohaniwan agama kuno Persia. Bahkan ada yang berspekulasi jika orang-orang majus merupakan tiga raja dari Timur.
Orang-orang majus saat itu juga dipandang sebagai golongan masyarakat atas karena kebijaksanaan dan kepiawaian mereka dalam pengetahuan. Bukti jika orang-orang majus termasuk golongan terpandang adalah ketika tiba di Yerusalem, mereka dapat bertemu secara langsung dengan raja Herodes.
Bahkan raja Herodes sendirilah yang memanggil mereka datang untuk menemuinya (Mat 2:7). Herodes meminta orang-orang majus ke Betlehem untuk menyelidiki mengenai Anak itu dengan alasan agar ia turut datang menyembah-Nya.
Padahal seperti yang diketahui itu hanyalah bagian dari siasat Herodes untuk membunuh Bayi Yesus.