• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer

SURAT SUKACITA

Blog tentang Kekristenan

  • Home
  • Ajaran
  • Apologetika
  • Sejarah
  • Arkeologi
  • Tokoh-tokoh
  • Lainnya

Wednesday, October 19, 2022

Home » Lain » 9 Perbedaan Katolik dan Protestan

9 Perbedaan Katolik dan Protestan

  Only Truth     Wednesday, October 19, 2022

Banyak yang mengira bahwa Kristen Protestan dan Kristen Katolik itu sama. Bahkan, kebanyakan orang justru menganggap bahwa Kristen adalah Protestan.


Pandangan umum seperti ini wajar jika melihat ke belakang sejarah gereja. Sebab, pada awalnya tidak ada yang namanya Katolik atau Protestan, melainkan hanya Kristen.


Namun seiring berjalannya waktu, keduanya pun harus berjalan sendiri-sendiri setelah salah seorang biarawan bernama Martin Luther pada tahun 1517 melakukan reformasi. Setelahnya, Martin Luther bersama para pengikutnya membentuk aliran baru yang terpisah dari Gereja Katolik, yang kelak dikenal sebagai Protestan.


Ringkasan singkat sejarah perpisahan kedua tubuh gereja tersebut akan membantu kita melihat perbedaan antara keduanya. Sekalipun Protestan lahir dari rahim Katolik dan keduanya tampak sama-sama menyembah Tuhan Yesus, nyatanya keduanya memiliki sejumlah perbedaan fundamental yang seolah-olah seperti dua agama berbeda. Serupa tapi tak sama.


Apa saja perbedaan antara keduanya? Berikut ini 9 perbedaan antara Katolik dan Protestan.


1. Pengakuan terhadap Paus

Perbedaan pertama antara Katolik dan Protestan adalah otoritas dan pengakuan akan Paus sebagai pemimpin tertinggi.


Gereja Katolik meyakini bahwa Paus pertama adalah Rasul Petrus, murid Yesus Kristus. Jabatan tersebut tak terputus dan diteruskan oleh penganti-penggantinya. Kini, jabatan tersebut dipegang oleh Paus Fransiskus.


Di lain sisi, Protestan tidak mengakui Paus sebagai pemimpin tertinggi umat. Bahkan agama Protestan tidak memiliki pemimpin tertinggi. Pengikut Protestan cenderung anti terhadap struktur hierarki dan bergerak secara independen.


2. Tanda Salib

Setiap kali hendak menyantap makanan, seorang umat Katolik akan membuat tanda salib terlebih dahulu. Namun tidak demikian dengan Protestan. Biasanya umat Protestan akan langsung berdoa dengan melipat tangan tanpa membuat tanda salib.


Alasan Protestan tidak melakukan tanda salib adalah karena praktik tersebut tidak ada di dalam Kitab Suci. Sedangkan Gereja Katolik yang menghormati Tradisi Suci membuat tanda salib sebagai bagian dari menjaga tradisi.


Tanda salib memang diketahui telah menjadi tradisi jemaat kuno. Hal ini dicatat oleh para Bapa Gereja, dan salah satunya adalah Tertulianus pada abad ke-2.


3. Tradisi Suci

Bagi Gereja Katolik serta Ortodoks, tradisi adalah landasan penting yang terus dipertahankan dan tak terpisahkan dari Alkitab.


Tradisi Suci berperan penting bagi gereja yang masih memegang suksesi apostolik. Tradisi merupakan ajaran bersifat lisan yang disampaikan Para Rasul, oleh sebab itulah gereja berusaha memeliharanya.


Pandangan Gereja Katolik terhadap Tradisi Suci ini berlawanan dengan apa yang diyakini oleh Protestan. Kristen Protestan mengacu pada dasar sola scriptura yang meyakini bahwa Alkitab sudah cukup bagi pengajaran iman Kristen.


4. Perbedaan Kitab Suci

Baik Katolik maupun Protestan sejatinya memiliki Kitab Suci yang sama, yakni Alkitab. Kendati luarnya tampak sama, namun Alkitab Katolik lebih tebal ketimbang Alkitab milik Protestan.


Alkitab Katolik memiliki tambahan 7 kitab yang disebut dengan Deuterokanonika. Kitab Deuterokanonika ini merupakan satu kesatuan dengan Perjanjian Lama.


Protestan sendiri menolak untuk mengakui keberadaan kitab-kitab tersebut. Meskipun ada sedikit perselisihan pandangan antara keduanya, kenyataannya kitab Deuterokanonika telah dikenal oleh gereja perdana.


Dilihat dari segi historis, bukan Gereja Katolik yang membubuhkan kitab-kitab itu, melainkan dari pihak Protestan-lah yang menolak dan membuangnya dari kanon Alkitab.


5. Pemuka Agama

Pemuka agama umat Katolik adalah seorang Pastor atau Romo, sedangkan pemuka agama umat Protestan disebut Pendeta.


Bagi Gereja Katolik seorang pemuka agama dan pemimpin dalam sebuah ibadah haruslah dari kaum laki-laki. Berbeda dengan Katolik, Kristen Protestan tidak mengharuskan para pemimpin jalannya ibadah laki-laki, dalam hal ini kaum perempuan diperkenankan.


Selain itu, seorang pastor atau imam tidak diperbolehkan untuk menikah. Mereka harus menjalani hidup selibat agar dapat memusatkan perhatiannya pada Kristus dan Gereja-Nya. Sedangkan seorang pendeta diberi kebebasan untuk menikah dan tak ada keharusan untuk hidup selibat.


6. Sakramen

Perbedaan selanjutnya antara Kristen Katolik dengan Kristen Protestan adalah mengenai sakramen. Sakramen adalah wujud mediasi yang menjadi manifestasi dari Rahmat Allah yang tak tampak.


Gereja Katolik mengenal tujuh sakramen, yakni Pembaptisan, Krisma, Tobat, Ekaristi, Pernikahan, Pengurapan, dan Imamat. Sedangkan Gereja Protestan hanya mengenal dua sakramen, yakni Sakramen Pembaptisan dan Ekaristi.


7. Gereja dan Denominasi

Bagi iman Katolik, gereja sejati hanyalah Gereja Katolik yang satu-satunya didirikan oleh Yesus Kristus. Gereja Katolik hanya ada satu di seluruh dunia yang berpusat di Roma, sehingga tak pandang suku atau ras setiap umat Katolik bisa mendatangi Gereja Katolik di manapun ia berada.


Berbeda dengan Protestan yang tak memiliki pandangan terhadap gereja. Ajaran Protestan yang tak memegang tradisi serta menginginkan pembaruan mengakibatkan pecahnya di tubuh Gereja Protestan sendiri, entah karena pengaruh teologi atau visi individual.


Sekarang ini diketahui terdapat lebih dari 45.000 denominasi atau aliran dalam Protestan. Di Indonesia sendiri sejumlah gereja Protestan dibedakan berdasarkan suku dan ras.


Umat Protestan tidak bisa masuk ke dalam sebuah gereja begitu saja jika berada di tempat asing. Mereka cenderung akan memilih gereja yang sealiran dengan dirinya.


8. Bunda Maria dan Para Orang Kudus

Selain perbedaan dari luar yang tampak, sesuatu yang lebih mendalam seperti dogma juga menjadi perbedaan antara Katolik dan Protestan. Gereja Katolik memberi penghormatan khusus kepada Maria, Bunda Yesus, sebagai "Ratu Surga".


Baca Juga: Apakah Umat Kristen Menyembah Maria?


Selain Bunda Maria, Gereja Katolik juga menghormati para orang kudus sebagai perantara. Praktik doa syafaat ini diketahui telah ada sejak abad ke-3.


Adapun Protestan tak lagi memberi penghormatan kepada Bunda Maria dan para orang kudus seperti yang dilakukan Katolik. Hal ini karena Protestan menganggap bahwa doa syafaat tidaklah alkitabiah dan tak perlu sebuah perantaraan untuk berdoa.


9. Nama Personal

Perbedaan terakhir antara Kristen Katolik dengan Kristen Protestan adalah perihal nama. Umat Katolik yang telah dibaptis biasanya memiliki nama baptis yang disematkan pada mereka. Nama baptis akan diambil dari nama para orang kudus.


Baca Juga: 50 Nama Bayi Laki-Laki Kristen dari Alkitab Beserta Artinya


Gereja Protestan tidak memberi sebuah nama baru atau khusus bagi mereka yang sudah dibaptis. Kendati demikian, umumnya para orang tua Protestan akan memberi nama anak mereka sejak lahir berdasarkan nama-nama tokoh di Alkitab.


By Only Truth at October 19, 2022
Labels: Lain

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

Popular Posts

  • Allah Tritunggal dalam Iman Kristen
  • Apakah Kristen dan Nasrani sama?
  • Yesus tidak Membawa Damai, tapi Pedang?
  • Arti Sesungguhnya dari Nama Kristen | Makna dan Sejarah
  • Kematian Yudas: Bukti Kontradiksi dalam Alkitab?

Labels

Ajaran Apologetika Arkeologi Genosida Lain Persekusi Sains Sejarah Tokoh

About

Blog "Surat Sukacita" dibangun dengan tujuan untuk memberitakan Injil Keselamatan seluas-luasnya terutama di Indonesia ... Baca selengkapnya

Others

  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms of Service

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © SURAT SUKACITA. All rights reserved. Template by Romeltea Media