Bintang Natal adalah sebuah fenomena alam yang menjadi petunjuk bagi orang-orang majus dari Timur untuk bertemu degan Raja yang lahir, yakni Yesus Kristus.
Banyak yang berusaha mencari tahu apakah tanda kelahiran Kristus yang dicatat Injil Matius benar-benar terjadi dan merupakan fenomena alam atau apakah itu hanya sekadar sebuah mitos.
Seorang astronom Jerman dan tokoh penting astronomi modern, yakni Johannes Kepler, dalam catatan temuannya ia berhasil mengidentifikasi sebuah bintang baru yang diyakininya sama dengan bintang yang diikuti orang-orang majus dalam perjalanan mereka ke Betlehem.
Kisahnya bermula pada 17 Oktober tahun 1604, ketika awan-awan yang menutupi kota Praha telah menghilang, ia mengamati konstelasi Serpens dengan menggunakan teleskopnya. Bintang itu bersinar terang di malam hari, bahkan masih tetap tampak ketika pagi. Kejadian itu kini dikenal dengan nama Supernova Kepler atau SN 1604.
 |
| Penggambaran Supernova 1604 di konstelasi Serpens | Sumber: De stella nova, 1606 |
Johannes Kepler yang saat itu bekerja sebagai matematikawan kekaisaran untuk Kaisar Romawi Suci Rudolf II tak henti-hentinya melakukan pemetaan selama berbulan-bulan. Ia kemudian membuat observasi final atas bintang yang dilihatnya tersebut setahun setelahnya, sesudah menghilang dari pandangan.
Kepler percaya bahwa bintang baru yang nampak itu adalah suatu isyarat penting. Ia bahkan mengatakan bahwa itu merupakan karya Tuhan yang sangat menakjubkan. Pada tahun 1606 Kepler mempublikasikan sebuah pamflet yang mendeskripsikan penemuannya dengan judul De stella nova in Pede Serpentarii, atau yang berarti "Tentang Bintang Baru di Kaki Serpens".
 |
| Johannes Kepler "De stella nova in Pede Serpentarii", 1606 |
Bintang itulah yang diyakini Kepler sama dengan bintang penunjuk bagi orang-orang majus dari Timur untuk bertemu Bayi Yesus. Ia berasumsi jika bintang baru itu sama dengan konstelasi yang tampak pada waktu kelahiran Kristus.
Ia mengidentifikasi supernova itu dengan bintang yang tampak dalam konjungsi Jupiter dan Saturnus yang terjadi sekitar tahun 7-5 SM. Menurutnya, karena Supernova 1604 muncul dalam konjungsi yang sama, maka ada kemungkinan kuat sama dengan Bintang Betlehem yang menampakkan diri pada orang-orang majus.
Adapun peristiwa yang terjadi pada tahun 1604 tersebut juga disaksikan di sejumlah tempat dan dunia. Catatan-catatan mengenai penampakan Supernova 1604 direkam oleh sumber-sumber di Tiongkok, Korea, dan Arab.