 |
| Sejumlah patung dihancurkan di Gereja São Mateus, Brasil | Sumber: Diocese de União da Vitória, Facebook |
Baru-baru ini penyerangan terhadap gereja kembali terjadi. Penyerangan yang disertai dengan penodaan ini terjadi di Brasil pada 10 October 2022.
Aksi ini diduga dilakukan oleh satu atau mungkin beberapa orang yang tak dikenal. Para pelaku memasuki Gereja Katolik dan menodai gereja dengan menghancurkan setidaknya 28 patung orang-orang kudus, yang menimbulkan sakit hati bagi orang-orang beriman.
"Patung-patung kami dihancurkan, namun iman kami tetap kokoh," kata pastor paroki José Carlos Emanoel dos Santos pada konferensi pers, 11 October.
Di antara patung-patung yang dihancurkan, terdapat patung Hati Kudus Yesus dan Bunda Maria Diangkat ke Surga yang turut ternodai. Para pelaku melancarkan aksi vandalisme di gereja São Mateus, São Mateus do Sul, Paraná, Brasil Selatan.
Asisten pastor gereja, Diego Ronaldo Nakalski, mengatakan bahwa kemungkinan penyerangan ini terjadi pada siang hari sekitar pukul 11:45 sampai 12:30.
Pelaku masuk ke dalam gereja lalu dengan sengaja menutup pintu-pintu agar tidak ada seorang pun melihat aksinya dan hanya membiarkan satu pintu samping terbuka di mana untuk melarikan diri.
Baca Juga: Penyerangan Replika Gereja Hagia Sophia di Suriah, 2 Orang Meninggal dan 12 Terluka
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook oleh Keuskupan União da Vitoria, Uskup Walter Jorge Pinto, mengatakan bahwa ia percaya kepada Tuhan dan berharap bahwa pelakunya dapat dimintai pertanggungjawaban dengan tepat atas aksi yang telah ia lakukan. Ia juga berharap agar aksi serupa seperti ini tak terjadi lagi.
"Kami menyaksikan penyebaran di seluruh dunia dan juga di Brasil, terutama pada waktu pemilahan ini, dari segala macam konflik melalui kebencian yang mencerai-beraikan orang-orang, terutama dengan menggunakan sosial media," keluh sang uskup.
Meskipun banyak patung-patung yang dihancurkan dan dinodai, namun tabernakel tempat dimana Sakramen Maha Kudus, yakni Tubuh Kristus, disimpan, tidak dijamah oleh pelaku.
"Puji Tuhan, tabernakel di mana Ekaristi disimpan tidak diganggu," ucap asisten pastor, Diego Ronaldo Nakalski.
Pintu gereja selalu dibiarkan terbuka setiap saat agar orang-orang dapat datang untuk berdoa. Namun ketika pelaku memasuki gereja, ia dengan sengaja menutup pintunya agar orang-orang dari luar atau orang-orang yang hendak berdoa tidak dapat melihat aksinya tersebut.
Adapun pada konferensi pers, pihak kepolisian setempat mengumumkan telah mengetahui seseorang yang diduga sebagai pelaku di balik aksi vandalisme ini.