Kekristenan sudah lama dikenal oleh masyarakat lokal China. Sejarah Kekristenan di China tak melalui jalan yang mudah. Butuh upaya serta kasih. Usaha para misionaris dari berbagai gereja pun patut dihargai. Diketahui yang pertama kali menginjakkan kaki di China adalah Kekristenan model Nestorianisme.
Nestorian menjadi jalan pembuka sebelum datangnya Ordo Yesuit untuk menyebarkan agama Katolik dan para misionaris Protestan. Hal ini nampak dari sebuah temuan prasasti atau monumen yang mengisahkan sejarah Kekristenan di China. Prasasti itu adalah Prasasti Xi'an.
Penemuan Prasasti Xi'an atau Prasasti Nestorian
Prasasti Xi'an atau Prasasti Jingjiao atau juga Prasasti Nestorian, adalah sebuah prasasti yang berasal dari era Dinasti Tang. Prasasti ini diperkirakan dibuat pada 27 Januari tahun 781 M di ibu kota kekaisaran Chang'an atau yang sekarang disebut Xi'an. Isi dari prasasti tersebut kurang lebih mengisahkan 150 tahun awal Kekristenan di China. Prasasti ini kurang lebih memiliki tinggi 279 cm atau 9 kaki dan 2 inci, ditulis dalam bahasa Cina dan Syria.
 |
| Gary Todd from Xinzheng, China, CC0, via Wikimedia Commons |
Prasasti tersebut kemudian dikubur tahun 845 M pada saat kampanye penganiayaan anti-Buddha. Kampanye penindasan agama itu juga berdampak pada komunitas Nestorian. Prasasti Xi'an kembali ditemukan pada akhir masa Dinasti Ming antara tahun 1623 dan 1625 di dekat Kuil Chongren. Salah seorang dari Ordo Yesuit, Alvaro Semedo, mencatat bahwa para pekerja yang menemukan prasasti tersebut melaporkannya pada pembesar setempat.
Baca Juga: Catatan Sejarah China mengenai Kegelapan ketika Penyaliban Yesus
Awalnya Ordo Yesuit hendak mengklaim temuan tersebut dibangun oleh komunitas Katolik Roma di China. Mereka menyebut Nestorianisme bidat sesat dan menyatakan bahwa Katolik-lah yang pertama kali membawa ajaran Kekristenan ke China. Namun, para sejarawan melihat melalui bukti-bukti historis bahwa kehadiran Kekristenan di China awalnya dibawa oleh Gereja Timur dan bukan Katolik Roma.
Isi Prasasti
Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas bahwa secara garis besar prasasti ini mendeskripsikan Kekristenan awal di China yang dibawa oleh para Nestorian. Komunitas Kristen Nestorian diketahui mendiami sejumlah kota di utara China.
 |
| Prasasti Xi'an dari dekat. Ditulis dalam bahasa China dan Syria kuno | Museum Xi'an Beilin |
Menurut Prasasti tersebut gereja Nestorian diakui oleh Kaisar Taizong karena upaya misionaris Nestorian bernama Alopen pada tahun 635 M. Alopen bersama misionaris Suriah lainnya datang ke China tepatnya di kota Chang'an, ibu kota Dinasti Tang, bersama dengan gambar-gambar dan kitab-kitab suci. Prasasti Xi'an menyebut mereka berasal dari Daqin (istilah kuno China bagi Kekaisaran Romawi Timur).
Gereja Nestorian tampaknya diterima dengan sangat baik di China, itu terbukti dengan segera dibangunnya gereja-gereja di wilayah Dinasti Tang. Selain itu, prasasti tersebut juga menyebut perihal perayaan Natal awal di China, di mana dikatakan dalam prasasti tersebut sang kaisar mengadakan ritual khusus dan membagikan makanan-makanan lezat kepada yang beragama Kristen.
Penutup
Prasasti tersebut menarik minat para sarjana dan ahli dari barat. Mereka hendak membawanya ke Eropa namun gagal. Prasasti tersebut memiliki daya pikat karena mempertemukan dua budaya yang jelas berbeda. Prasasti tersebut menjawab bagaimana sejarah perkembangan Kekristenan di daratan China.
Prasasti tersebut mempunyai nilai budaya dan sejarah yang sangat tinggi bagi negeri tirai bambu. Ini membuat pemerintahan China memutuskan untuk menolak mengikutsertakan prasasti tersebut dalam pameran-pameran di luar negeri. Selain prasasti tersebut, masih banyak temuan-temuan arkeologi yang menunjukkan eksistensi komunitas Kristen di China sejak lama. Prasasti Xi'an dan temuan-temuan lainnya itu kini disimpan di Museum Xi'an Beilin, China.