Rentetan peristiwa ajaib atau mukjizat pernah terjadi di Indonesia. Layaknya seperti yang dikisahkan Alkitab, berbagai macam mukjizat terjadi di tengah masyarakat setempat bersamaan dengan kebangunan rohani.
Peristiwa ini terjadi di kota Soe, kabupaten Timor Tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota yang berjarak sekitar 100 km dari Kupang ini memiliki sejarah unik mengenai banyaknya kesaksian mukjizat yang terjadi di daerah tersebut.
Kisah ini bermula di mana Tuhan menunjukkan kuasa-Nya di sebuah desa terpencil. Pada pertengahan tahun 60-an di tengah bergejolaknya situasi politik Indonesia, tepatnya Juli 1965, seorang penginjil bernama Detmar Scheunemann mengunjungi kota Soe untuk melakukan pelayanan. Kisah kemudian berlanjut ketika 200 orang mulai berdoa bersama di sebuah Gereja Presbyterian.
Di tengah suasana doa, tiba-tiba terdengar suara angin yang begitu kencang. Mereka yang tengah berdoa pun ketakutan serta kuatir, namun masih terus melanjutkan doa. Suara-suara mereka yang sedang berdoa pun terdengar keras dari luar gereja. Masyarakat pun berbondong-bondong datang dan melihat ada api yang membakar gereja. Namun kobaran api sama sekali tak menghanguskan gereja tersebut.
Kejadian ini menjadi awal kebangunan rohani bagi seluruh orang di pulau Timor. Sejak hari itu, ratusan penginjil keluar dari Soe dan mewartakan Injil ke daerah-daerah terpencil lainnya. Banyak orang yang kemudian menjadi percaya, menerima Yesus sebagai Juruselamat, dan meninggalkan jimat-jimat serta berhala lainnya.
Baca Juga: Mukjizat Api Suci di Gereja Makam Kudus Yerusalem
Mukjizat Air Berubah Menjadi Anggur
Banyak yang mengaku menerima karunia Roh Kudus. Sejumlah mukjizat pun terjadi di wilayah tersebut. Salah satunya air berubah menjadi anggur. Pada 26 September 1965, ramai masyarakat di kampung Aman datang untuk mengikuti Perjamuan Kudus. Namun kala itu anggur belum tersedia di kota Soe.
Para pemimpin rohani pun bersatu hati dalam doa dan meminta sebuah mukjizat. Para pemimpin rohani pun mendengar suara Tuhan untuk menyiapkan sebuah wadah yang diisi air dan ditutupi kain putih. Mereka kemudian kembali melanjutkan doa. Beberapa hari kemudian mukjizat pun terjadi. Ketika kain putih itu dibuka, air yang sebelumnya ada di wadah berubah menjadi anggur.
 |
| Pasangan saksi hidup menunjukkan bukti sisa anggur, Kampung Aman | Foto: Majalah Fortuna |
Anggur tersebut kemudian digunakan untuk Perjamuan Kudus. Peristiwa ini diperbincangkan banyak orang. Kesaksian mengenai air yang berubah menjadi anggur, seperti yang dilakukan Tuhan Yesus, didengar di seluruh kota Soe dan kota-kota di luarnya. Kebangunan rohani pun terjadi atas masyarakat Soe.
Baca Juga: Mukjizat Gereja Koptik yang Memindahkan Gunung Sejauh 3 KM
Meskipun mukjizat ini tak bisa dijelaskan secara ilmiah, banyak saksi mata yang membenarkan kejadian tersebut. Beberapa media asing bahkan datang ke Indonesia dan melaporkan hal yang serupa. Kisah ini juga diceritakan ulang oleh Mel Tari dalam bukunya yang berjudul "Like A Mighty Wind".
Seorang akademisi Jerman, Kurt Koch, dalam kunjungannya ke Timor mengaku mengalami mukjizat itu sendiri.
Kota Soe Sekarang
Sejak peristiwa mukjizat tersebut tersiar di berbagai tempat bahkan dunia, kota Soe, terutama kampung Aman, terus mendapat sorotan. Tempat terjadinya peristiwa ini pun bahkan sekarang dijadikan situs wisata sejarah serta situs wisata religi.
Sejumlah saksi mata masih hidup sampai sekarang sebagai saksi sejarah. Tidak hanya itu, sisa anggur yang menjadi bukti sejarah mukjizat tersebut kini masih tersimpan rapi di rumah salah satu keluarga di Kampung Aman.
Setiap tahun pada bulan September, ramai orang datang dari berbagai penjuru negeri untuk memperingati peristiwa mukjizat ini. Selain situs wisata religi yang kental, wisatawan atau para peziarah yang berkunjung juga disuguhi oleh keindahan alam serta budaya daerah setempat.
Sumber: Jawaban.com, Fortuna.press